Kategori
Uncategorized

Elementor #6802

Your Dream Vacation is Here

Enjoy Some You-Time

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

The Perfect Surrounding

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Fine Food Cuisine

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

The Best Experience Ever

"Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo"
Chris Jones
Travel Blogger

Savour Your Next Holiday

Kategori
Kesehatan Gigi Umum

Covid-19: Ke Dokter Gigi Saat Pandemi

Gak bisa disangkal, Covid-19 merupakan penyakit serius. Dalam waktu singkat aja udah menyebabkan pandemi yang memaksa masyarakat untuk menghindari interaksi fisik dalam jarak dekat atau physical distancing dan tetap di rumah saja.

Terus, gimana kalo misalnya sakit gigi? Banyak berdoa adi rumah aja biar sembuh?

Gak gitu juga keles.

Anjuran yang dikeluarkan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan beberapa kolegium spesialistik kedokteran gigi adalah, sebisa mungkin untuk ‘mengisolasi’ di rumah, tapi kalo dalam beberapa kondisi/ masalah kesehatan gigi mulut, tetap diusahakan untuk berobat ke dokter gigi.

Sebagai alternatif, banyak dokter telah menyediakan layanan telehealth. Jadi, pasien bisa mengonsultasikan keluhannya melalui panggilan telepon atau obrolan video. Jika kondisi kesehatan gigi mulut yang ada cukup gawat, mungkin bisa mempertimbangkan untuk bertemu dengan dokter secara langsung.

Berikut ini DokterGigiGAUL kasih petunjuk terkait kunjungan ke dokter gigi yang dilakukan selama masa pandemi, supaya kamu tahu kapan harus ke dokter gigi dan sebisa mungkin harus menghindari.

Dokter Gigi Umum (Non spesialistik)

Dokter Gigi Umum

Spesialis Ortodonti

Dokter Gigi Spesialis Ortodonti (Kawat Gigi) (Sp.Orth)

Spesialis Kedokteran Gigi Anak

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak (SpKGA)

Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi

Dokter Gigi Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG)

Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial

Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial (SpBMM)

Spesialis Periodonsia

Dokter Gigi Spesialis Periodonsia (Jaringan Pendukung) (Sp.Perio)

Spesialis Konservasi Gigi

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi (SpKG)

Spesialis Penyakit Mulut

Dokter Gigi Spesialis Penyakit Mulut (Sp.PM)

Namun, karena keterbatasan sumber daya dan jejaring, sampai saat ini belum dapet poster atau petunjuk untuk Spesialis Prosthdontia (Prostetik) (Sp.Prosth) terkait batasan tindakan di bidang terkait. Kalau ada yang tau, boleh ngabarin via japri atau kolom komentar, ya..

Gimana? Masih ada yang kurang jelas? Boleh kok nanya-nanya via WA melalui tombol hijau di bawah.

Jaga kesehatan gigi mulut kamu ya. Semoga pandemi ini cepat berlalu, sementara itu, #DiRumahAja dulu.

Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Kategori
Kesehatan Gigi Umum

Apa Persamaan Gigi dan Hasrat? Kalau Terpendam, Bisa Bermasalah!

Ada pertanyaan [baca: permintaan] dari Indi via komentar postingan artikel Menggeretakkan Gigi? Ayo Ketahui dan Atasi, soal Lock Jaw.

Terima kasih ya atas serangan, eh kunjungan baliknya, hihihi. Pak dokter yang budiman, bolehkah saya request artikel mengenai lock jaw dan penanganannya? terima kasih 😀 *senyum lebar*
Indi from Dunia Kecil Indi on Menggeretakkan Gigi? Ayo, Ketahui dan Atasi!

Doktergigigaul awalnya sempet galau, tumben ada yang nanya dan minta bahasan soal yang satu ini [baca: lock jaw].Soalnya ini termasuk bahasan yang berat dan serius banget. Takutnya artikel bahasan lock jaw ini bakal susah “ketangkep” [baca: dipahami] sama pemirsah blog yang gak ada basic [baca: dasar] Kedokteran Gigi.

Tapi #doktergigigaul ngerasa, penting juga ngebahas hal ini soalnya ada hubungannnya dengan permasalahan yang timbul di masyarakat yaitu gigi terpendam.

Ya, bukan cuma hasrat aja yang bisa terpendam, gigi juga bisa. Dan keduanya sama-sama menimbulkan masalah kalo tidak dikeluarkan.

Pertama kita bahas dulu gigi terpendam.

Gigi terpendam itu, istilah pergigiannya impaksi. Impaksi artinya terpendam.

Intinya, impaksi terjadi karena si gigi tidak bisa keluar sebagaimana harusnya disebabken terhalang “sesuatu”, bisa tulang, gigi atau benda asing.

Kalau kamu mengalami sakit di dekat telinga, atau pada saat membuka menutup mulut atau sakit menusuk pada saat mengunyah dibagian ujung belakang mulut [atas maupun bawah], segera berkonsultasi ke Dokter Gigi untuk mengetahui apakah kamu memiliki “gigi impaksi” atau tidak.

Kalau iya, sebaiknya segera dilakukan peng-cabut-an, atau terapi lain yang disarankan oleh Dokter Gigi kamu.

Karena tidak selamanya permasalahan gigi impaksi harus diselesaikan dengan pencabutan. Dokter Gigi kamu akan menjelaskan apa yang se’baik’nya dilakukan.

Kadang, pada penampakan yang “ringan” gigi impaksi tidak menimbulkan keluhan, sehingga tidak begitu diindahkan oleh si pemilik [keadaan impaksi] bersangkutan. Tapi pada kasus yang parah, bisa menimbulkan BANYAK masalah.

Iya, BANYAK masalah.

Salah satunya..,
:latar: musik horor, suara bergema:
” ..Lock Jaw.. “
:latar: musik keroncong alternatif: [okeyh, ini beneran gak nyetel ama situasi sebelumnya]

Lock Jaw, dikenal juga sebagai Trismus, atau juga dengan stilah closed-lock, adalah suatu keadaan dimana terjadi keterbatasan pembukaan mulut karena berbagai hal.

Salahsatunya gigi impaksi.

Gigi impaksi kadang menimbulkan gejala peradangan yang bisa mempengaruhi sendi temporo-mandibular [baca: bagian dari alat pembuka-penutup mulut]. Kalo sendi temporo-mandibular terganggu, pembukaan mulut jadi terganggu.

Dalam hal ini diistilahkan pembukaan-mulut-yang-terbatas.

Gejala yang ditimbulkan dari lockjaw antara lain: sakit dekat telinga, sakit kepala, sulit mengunyah sampai tidak bisa membuka mulut!

Sebenernya masih banyak yang mau dibahas, terutama soal gigi terpendam. Tapi di catatan lain di kesempatan lain aja yah.. Sementara ini, sekian dulu aja ya.

Semoga bermanfaat.

 sumber: internet
Kategori
Kesehatan Gigi Umum

Alternatif Diet: Mengunyah Permen Karet

Konferensi yang diadakan oleh Obesity Society [Perkumpulan Kegemukan?] (New Orleans Louisiana) menyatakan bahwa, program untuk mengendalikan berat badan [baca: diet gila-gila-an untuk beberapa wanita] dapat dilakukan dengan mengunyah permen karet.

Tapi, darimana sejarah dan caranya, mengunyah permen karet yang -bahkan katanya- gak boleh di’telan’ itu, bisa dijadikan sebagai alternatif diet?

Penasaran, kan? [:gak juga:] Yakin? [:iya, yakin:] Baiklah, apapun jawaban kamu, Dokter Gigi Gaul tetap dengan senang hati akan menjelaskan bagaimana caranya menjadikan permen karet sebagai alternatif diet. [:terserah elu aja deh Dok, kayaknya elu juga dah gak peduli sama jawaban gua dari tadi:]

Yang pertama yang perlu ditekankan disini adalah, bukan permen karetnya yang berperan dalam menurunkan berat badannya, tapi, gerakan MENGUNYAH-nya.

Peneliti yang melakukan penelitian di Caledonian University di Skotlandia menemukan hal menarik, bahwa dengan MENGUNYAH permen karet diyakini dapat menekan rasa lapar, rasa ingin makan, dan rasa hasrat ingin mengkonsumsi makanan-makanan kecil lainnya [baca: ngemil tidak terkontrol].

Beberapa studi lainnya menemukan bahwa dengan MENGUNYAH [sesuatu] dapat membuat kita menjadi ‘cepat kenyang’.

Jadi lebih baik mengkonsumsi buah dengan cara dimakan (dalam bentuk potongan), dibandingkan dengan meminumnya (dijadikan dalam bentuk jus).

Meskipun, jumlah kalori jus buah sama dengan jumlah kalori buah utuh yang dipotong-potong, namun orang-orang yang makan setelah mengkonsumsi potongan buah akan mengkonsumsi makanan yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang mengkonsumsi jus buah tersebut.

Selain itu mengunyah permen karet dapat membantu mengangkat sisa makanan yang menyelip diantara “parit kecil” permukaan kunyah gigi yang kadang sulit ‘dibersihkan’ dengan sikat gigi.

Perlu diingatkan sekali lagi, sebenarnya bukan permen karet yang dapat dijadikan alternatif diet, tetapi gerakan mengunyah permen karet nya.

Nahh karena permen karet adalah salah satu makanan yang nasibnya memang untuk dikunyah [sebnernya boleh aja ngunyah karet gelang kalo gak suka permen karet] dan cukup ‘populer’ maka disarankan untuk melakukan gerakan pengunyahan menggunakan media permen karet.

Berikut, sedikit tips dari Dokter Gigi Gaul mengenai alternatif diet dengan mengunyah permen karet:

1. Jangan makan permen karet dengan bungkus kertas ataupun alumuniumnya. 

     Sebaiknya dibuka dulu. Mengunyah kertas dan bungkus alumunium sama sekali gak termasuk cara diet yang disarankan.

2. Jangan makan/ mengunyah permen karet yang [sebelumnya] kamu temukan menempel di bawah meja atau di bawah sendal/ sepatu.

     Beli di warung atau supermarket terdekat. Berhemat boleh saja, tapi pikirkan sisi higienisnya juga.

3. Jangan mengunyah permen karet ganti-gantian, sama temen yang pengen diet juga.

     Saling berbagi itu baik. Berhemat juga baik. Tapi jangan hal yang satu ini.

4. Mengunyah permen karet sebagai alternatif diet hanya sebagai selingan [di waktu luang] saja.

     Jangan sehari semalam, kerjaannya cuman ngunyah permen karet aja biar cepet kurus. Kesian orangtua kamu, bingung nyari orang yang bisa disuruh ke warung beli gula pasir ama telor.

5. Mengunyah menggunakan gigi.

     Jangan menggunakan hidung, nanti susah bernafas. Gagal diit, langsung ko’it

     Kalau merasa ada tips yang ingin ditanyakan atau ingin ditambahkan, Dokter Gigi Gaul siap menerima segala kritik, saran sampai sumbangan.

Salam Hangat!

Sumber: internet
Kategori
Kesehatan Gigi Umum

Mulut Kamu Bau? Ketahui, Atasi Dan Cegah Sekarang Juga!

Banyak orang yang tidak sadar kalo memiliki masalah yang namanya bau mulut. Jadi mereka tidak berusaha untuk mengatasi bau mulut yang [mungkin] mereka miliki.

Apalagi berusaha untuk mencegah.

Mau tahu bagaimana caranya untuk mengetahui apakah kita kamu memiliki bau mulut atau tidak?

Iya? Oke, terima kasih. Ini dia caranya..

Keringkan jari kamu, lalu buka lebar-lebar mulut kamu. Selanjutnya, letakkan jari kamu [terserah, mau jari apa aja, asal jangan jari kaki] di bagian belakang lidah [pelan-pelan, supaya gak muntah]. Sekarang, keluarkan lagi jari kamu, dan keringkan di udara selama 5-10 detik.Lalu, hirup aroma jari kamu..

Gimana?

Kalo kamu berasa mau muntah abis mencium bau jari kamu sendiri tadi, kamu bisa dipastikan positif mengalami Bau Mulut.

Kalo enggak, coba lagi. Kalo enggak juga, berarti kamu gak menderita bau mulut. Kalo kamu ragu, kamu memiliki bau mulut atau enggak, segera silaturahmi ke Dokter Gigi.

Lalu apa yang dapat dan atau harus kamu lakukan untuk mencegah dan atau mengatasi bau mulut? Gampang kok!

Berikut tips mengatasi dan mencegah Bau Mulut dari Dokter Gigi Gaul:

1. Bersihkan mahkota gigi dan kawan-kawannyaSewaktu kamu menyikat  mahkota gigi, jangan cuma membersihkan mahkota gigi, tetapi bersihkan juga lidah dan pipi kamu.

Semua penghuni rongga mulut, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk dibersihkan. Bakteri penyebab bau mulut menempel di seluruh permukaan benda yang ada di mulut kamu. Mulai dari pipi, bibir, lidah sampai ke langit-langit.

2. Hindari makan [beraroma] tajam di pagi hari.

Hindari makan bawang, jengkol ataupun pete. Juga pisau dapur, silet ataupun jarum pentul.

Lagian gak enak juga, kan?

3. Makan permen karet disaat-saat tertentu

Utamanya saat sulit membersihkan gigi dengan cara penyikatan. Misalnya pada saat setelah makan siang atau jalan-jalan sore bersama teman-teman.

Atau saat mendadak mau ketemuan sama calon mertua.

4. Banyak minum air putih.Bukan susu, tapi air minum yang warnanya -lebih tepatnya- bening.

Air dapat melarutkan sebagian bahan makanan yang mungkin menempel di permukaan lidah dan gigi.

5. Sering berpuasa.

     Menurut hukum logika ataupun sebab akibat yang terbaru, semakin sedikit jumlah makanan yang kamu konsumsi, maka semakin sedikit pula sisa makanan yang mungkin menempel di permukaan-permukaan anggota mulut kamu. Organ pencernaan memiliki kesempatan yang cukup untuk beristirahat dan mendapat energi baru untuk melakukan tugasnya secara baik dan benar.

Dapet pahala lagi 😀 [tapi ingat ya, bau mulut yang dihasilkan saat berpuasa berbeda dengan penyakit Bau Mulut.]

6. Kunjungi Dokter Gigi secara teratur.

     Hal ini bukan promosi. Tetapi Dokter Gigi dapat membantu kamu mengurangi dan mengatasi bau mulut. Dengan pembersihan karang gigi dan penambalan gigi kamu yang berlubang. Kalo gak percaya, coba datangi Dokter Gigi kamu. Kalu masih meragukan datengi Dokter Gigi Gaul! Hikhikhik..

Tapi..walaupun sudah kenal dengan bau mulut, jangan disayang ya 😀 [Khusus penganut paham – Tak kenal maka tak sayang]

Salam Hangat,

sumber: internet
Kategori
Kawat Gigi

Jangan Pake Kawat Gigi [Behel]!

Kemaren, ada pemirsah yang request pembahasan mengenai kawat gigi. Dokter Gigi Gaul sebenernya kurang paham, yang dimauin itu ngebahas soal perawatan kawat gigi secara keseluruhan atau soal kawat gigi cekat yang lebih populer dengan sebutan behel.

Tetapi, mengamati trend yang sedang berkembang di masyarakat mungkin yang dimaksud adalah behel. Nah, buat yang pengen tau juga, silahkan disimak bersama-sama.

MAsyarakat saat ini sedang berlomba-lomba untuk memakaikan behel ke gigi mereka. Simbol gaul konon katanya.

Untuk mencegah hal yang kurang baik di kemudian hari, doktergigigaul , ngerasa perlu memberikan sedikit wejangan kepada para calon pemakai behel untuk alasan selain kesehatan.

Hal-hal berikut adalah alasan kenapa Dokter Gigi Gaul mengeluarkan larangan, Jangan Pakai Kawat Gigi!:

1. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi online.

 Yang masang kawat gigi ni, paling jelek statusnya Tukang Gigi. Paling bagus, dokter gigi umum, tanpa basic pemasangan kawat gigi cekat.

Bisa dipastikan kalo yang masang tukang gigi, hasilnya akan ancurr! 😀

2. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi di Ahli Gigi

 Ini versi non-profesional-nya. Gak perlu diomongin lebih lanjut, pokoknya masang kawat gigi cuman ke Dokter Gigi Spesialis Kawat Gigi, titik!

3. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman buat gaya-gayaan

Hadeuh, jangan deh. Walaupun cuman gaya, tetep aja gigi kamu bergerak kalo udah dipasang si behel nih. Dan kalo gak terkontrol, nanti gigitan gigi atas dan bawah kamu bisa berubah, yang bisa berakibat, sakit pada sendi TMJ [sendi penghubung antara mulut atas dengan bawah yang ada di depan telinga].

Soalnya yang pasang buat gaya ini, rata-rata setelah kepasang gak akan kontrol lagi ke dokter giginya.

Lagipula hukumnya di Islam kan haram. Baca artikel Kawat Gigi Dari Sudut Pandang Islam.

4. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang murah.

 Ada barang ada kualitas. Percaya deh.

Biasanya pilihan tergantung bahan yang digunakan. Ada orang yang alergi sama barang murah, terpaksa pake yang mahal. Ada yang pengen cepat, bahan yang dipake pun Bukan Bahan Biasa [BBB].

Apapun, selalu berkonsultasi sejelas-jelasnya sama Dokter gigi kamu.

5. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang cepat masangnya.

Pemasangan kawat gigi melewati banyak sekali tahapan, perhitungan dan perawatan.

Semua harus dilakukan dengan hati-hati mengingat resiko yang ada, seperti disebutkan diatas.Jadi harus lama. Kalo ada yang cepet, bisa jadi resiko yang ada tidak diperhitungkan dengan seksama.

 Jadi tanya ke Dokter Gigi kamu mengenai hal ini. Jangan ke Ahli Gigi, ya..

6. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman yang atas aja atau yang bawah aja.

Yang masang atas bawah buat gaya-gayaan aja di nomor 3 enggak boleh, apalagi yang cuman setengah.

Kawat gigi cekat sebaiknya dipasang atas dan bawah lengkap.

Untuk penyesuaian gigitan rahang atas dan rahang bawah yang telah disebutkan sebelumnya.

     Sebenernya masih banyak yang mau dibahas. Kalo ada yang mau ditanyakan lebih lanjut bisa via komen atau e-mail ke doktergigigaul@gmail.com aja.

Terimakasih atas perhatiannya.

Salam Hangat,

sumber dan gambar: internet
Kategori
Kawat Gigi

Kawat Gigi Dari Sudut Pandang Islam

Sekarang ini, behel menjadi suatu tolok ukur status sosial. Pemakai behel, -walaupun hanya perasaannya sendiri- meningkat status sosialnya di mata masyarakat. Karena dulunya behel adalah barang ekslusif.

Sebenarnya tujuan utama pemakaian behel adalah untuk alasan kesehatan. Beberapa kondisi gigi yang bertumpuk dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius bila tidak ditangani dengan pemakaian behel. Ingat ya, beberapa, tidak semua.

Tapi kini behel mulai bergeser trend-nya. Seperti yang dibahas sebelumnya behel menjadi tolok ukur sosial baru. Tidak ada permasalahan kesehatan yang perlu ditangani.

Tetapi, ujung-ujungnya timbul efek negatif di masyarakat. Karena sekarang pemasangan behel tidak lagi terbatas pada dokter gigi, tetapi bisa di tukang gigi atau ahli gigi – tentunya dengan biaya yang lebih murah –

Prinsip kesehatan sudah tidak dipertimbangkan.

Semua jadi menjurus ke ‘buang-buang duit’ aja.

Yang namanya mubazir pasti ada unsur mudharatnya dalam semua agama dan keyakinan.

Pada dasarnya, merapikan gigi atau mengubah keadaan gigi geligi lainnya (seperti mengikir gigi) tanpa ada manfaat yang tepat, hukumnya haram.

Karena berarti mengubah nikmat Allah SWT. Itu bisa disamakan dengan kufur nikmat. Tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.

Pekerjaan tersebut juga digolongkan sebagai pekerjaan sia-sia. Dan Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memanjemen waktunya dengan mengisi dengan hal-hal yang berguna.

Tetapi buat alasan kesehatan, hukumnya jelas diperbolehkan. Hal ini bisa dikonfirmasikan sebelumnya dengan Dokter Gigi kamu.

Semoga Dokter Giginya enggak money-oriented ya. Jadi maksain, walaupun kebutuhannya bukan karena alasan kesehatan. Kalo iya, itu sih bukan salah kamu lagi 😀

Jadi, yang mau pasang behel untuk gaya-gayaan, ataupun yang terlanjur udah, coba direnungkan lagi isi artikel ini. Sesama saudara kan kita harus saling mengingatkan.

Keputusan akhir ada di tangan kamu semua.

Salam Hangat!

sumber & gambar: internet

Kategori
Artikel

Kenapa Dokter Gigi MAHAL?

Banyak pasien dan kenalan Dokter Gigi Gaul yang ‘penasaran’ menanyakan, “Kenapa ya, biaya berobat ke Dokter Gigi tuh mahal?”.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, akan Dokter Gigi Gaul coba untuk menjawab ‘sedikit’ pertanyaan tersebut. Sedikit aja dulu, kalo kebanyakan nanti bosen bacanya. 🙂

Baiklah, ini yang terjadi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan biaya berobat ke dokter gigi itu mahal, atau paling tidak, tidak semurah berkonsultasi ke dokter umum.

Yang tidak mungkin bisa dihindari adalah waktu.

Waktu yang dibutuhkan seorang calon dokter gigi sampai menjadi dokter gigi bukanlah waktu yang singkat. Jangka waktu yang diperlukan dokter gigi sedikit lebih lama daripada dokter umum.

Karena sebenarnya, dokter gigi adalah sebuah spesialisasi keahlian dari dokter umum.

Sudah menjadi pengetahuan umum, biaya berobat ke Spesialis, lebih mahal karena pengetahuan yang mereka miliki lebih spesifik dan terarah. Ruang lingkupnya memang menjadi lebih kecil, tetapi pelayanan yang diberikan menjadi maksimal, karena para spesialis ini, lebih memahami tentang bidang yang dispesialisasikannya.

Contoh lainnya, Spesialis Kandungan, atau Spesialis Anak. Pasien, akan lebih merasa puas mendapat penjelasan dari Spesialis.

Tetapi sayangnya belom banyak pasien yang memanfaatkan ‘keuntungan’ ini.

Mereka malah takut, semakin banyak dan semakin lama mereka berdiskusi dengan dokter spesialis, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

Padahal, tidak sama sekali. Biaya yang dikeluarkan, sama dengan kepuasan yang didapat. Jadi, manfaatkan hal ini sebaik-baiknya.

Kemudian, waktu kerja.

Dokter gigi memerlukan waktu kerja yang lebih lama dibandingkan dokter umum.

Contoh kasus, waktu yang diperlukan untuk pencabutan satu gigi, lebih kurang 30-45 menit, dengan catatan tidak ada penyulit, seperti akar bengkok atau gigi terbenam. Pencabutan dengan penyulit bisa memakan waktu 1-2 jam mulai dari “pembukaan” sampai penutupan.

Bayangkan dokter umum, yang memerlukan waktu lebih kurang 10-20 menit untuk menangani 1 pasiennya. Itu berarti dokter gigi akan men’charge’ pasien 3-6 kali biaya berobat standar (ke dokter umum), untuk mengganti waktu yang terbuang tersebut.

Catatan: waktu kerja disini belum termasuk waktu interview/ anamnesa dengan pasien di awal datang..

Mungkin bila pencabutan gigi bisa memakan waktu yang lebih sedikit, maka biaya juga bisa dikurangi.

Kemudian kualitas.

Kualitas alat dan bahan sangat mempengaruhi biaya pengobatan.  Dokter akan menutupi biaya pembelian dan perawatan alat yang mahal melalui subsidi silangbiaya berobat pasien.

Secara teori, bila telah terjadi break even point, seharusnya biaya otomatis berkurang. Tetapi rata-rata saat mencapai BEP dokter gigi harus meremajakan alat tersebut.

Tapi gag mirip peremajaan angkot ya 🙂

Satu hal yang perlu digarisbawahi, dicetak tebal plus miring, LOKASI.

Kalau pasien cermat memperhatikan, ‘beberapa’ dokter gigi yang berpraktek di daerah segitiga emas akan memasang harga yang lebih mahal dibandingkan yang berpraktek di segitiga perak atau perrunggu.

Apalagi segitiga bermuda. 

Karena ada biaya sewa yang harus ditutupi.

Mungkin sebaiknya mulai berpikir untuk pergi ke dokter gigi di daerah pinggiran, kalau mencari biaya yang lebih murah.Walau tidak tertutup kemungkinan, biaya di segitiga perunggu mungkin sama atau lebih mahal dari segitiga emas, kalau didaerah tersebut, pasien tidak memiliki  alternatip.

Seperti daerah perbatasan yang jauh dari perkotaan. 

Selanjutnya, tapi bukan yang terakhir, ‘merek’ atau ‘ketenaran’.

Dokter Gigi yang telah dikenal, ‘biasanya’ akan memasang biaya yang mahal, karena mereka telah memiliki fans tetap.

Tapi tidak semua. Contohnya, Dokter Gigi Gaul, bila ada pasien yang menjadi fans tetap, akan diberikan diskon tertentu untuk menjaga ‘loyalitas’nya.

Semoga ini bisa menjadi bahan masukan dan pembelajaran yang bermanfaat untuk kenalan, sahabat dan kerabat dokter gigi gaul. Hal-hal lanjutan yang berhubungan dengan saran dan pertanyaan , akan segera dibahas atau ditambahkan secara seksama  dan dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.

Atas nama pemirsa blog doktergigigaul dan rakyat Indonesia,

Terima kasih.

sumber & gambar: internet

Kategori
Penyakit Gigi dan Rongga Mulut

Hubungan Kehamilan dan Kesehatan Gigi

Katanya, setiap kehamilan bakal nyebabin seorang wanita kehilangan satu giginya. Ini mitos atau fakta? Emang kehamilan bisa berpengaruh terhadap kesehatan gigi? Gimana caranya?

Kategori
English

Tot Toothbrushes Promote Good Brushing Habits

Many parents don’t know that children’s teeth must be cleaned as soon as they start coming in. What they also may not know is that traditional toothbrushes may not be safe for toddlers to use themselves because they can be overinserted in the mouth or even swallowed.

Today, safer toddler toothbrushes are available that prevent the build-up of plaque and bacteria. Using toddler toothbrushes can help children establish good oral health habits at an early age.

A dental hygienist designed and introduced the first toddler toothbrush in 1993. It resembles an oblong-shaped teething toy, with one wide end for easy gripping and a narrow end with a small head of bristles. The shape prevents it from being overinserted in the mouth or swallowed, and some models have bumps around the gripping end on which infants can teeth.

Even before children’s primary teeth come in, parents should start promoting oral health in infants by wiping the baby’s mouth with a washcloth or gauze pad to prevent the build-up of plaque and bacteria.

It’s never too early for parents to encourage their youngsters to start using toddler toothbrushes.

“As soon as they’re reaching and grabbing for things, they’re ready for it,” says Academy of General Dentistry spokesperson Bob Roesch, DDS, MAGD. “It familiarizes children with having a toothbrush in their mouths, and they like to mimic their parents.”

Parents need to be good role models

Dr. Roesch says, “They need to take good care of their own teeth and make dental care part of the daily routine for the whole family. Adults should supervise children while brushing. Adults also should help children have fun with oral care by singing songs to keep them brushing longer or making brushing a game by naming the individual teeth being cleaned.”

Source link