Tag Archives | Sikat Gigi

Berhenti Menyikat Mahkota Gigi Kamu!

Hmm, pasti banyak yang bingung [ato mungkin senang] kenapa Dokter Gigi Gaul yang notabene seorang Dokter Gigi, nyuruh berhenti menyikat mahkota gigi kamu?

Baiklah, Dokter Gigi Gaul akan menjelaskan alasannya.

Sejak blog ini mulai mendapat perhatian serius dari para aktivis dunia maya [padahal, orangnya yang merhatiin itu-itu juga], banyak yang penasaran tentang banyak hal. [Maaf yang belom terpenuhi request artikelnya] Sebagian besar tertuju pada cara menyikat mahkota gigi.

Katanya, “Saya udah nyikat gigi 3 kali sehari, tapi gigi masih berlobang juga”. “Saya nyikat gigi udah pake syahwat, tapi gigi masih kuning juga”. “Sikat gigi saya mahal, tapi mulut kok masih tetep bauk”. “Kenapa pacar saya selingkuh?” Dan lain sebagainya.

Dan semua ternyata punya kesamaan. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata kesalahan bukan terletak pada pesawat televisi anda, tetapi pada cara menyikat giginya.

Nah, untuk menambah pengetahuan MagaHaian, memperbaiki cara menyikat mahkota gigi yang salah dan mengurangi e-mail yang masuk ke inbox, Dokter Gigi Gaul akan menjelaskan bahasan SEPUTAR PENYIKATAN MAHKOTA GIGI. Jadi kamu bisa berhenti menyikat gigi kamu [karena melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini]

Siap? [belom..] Itung lagi sampe sepuluh abis itu udah ya [iyaah..] Satu..Dua..Tiga. [belom, belom, belom]. ..Sepuluh!

Siap gak siap, Dokter Gigi Gaul cari ya.. [*Dokter Gigi Stress*]

1. Terlalu Cepat Menyikat Gigi

Menyikat mahkota gigi sebaiknya dilakukan minimal selama 2 menit.

Dengan rincian 20 detik untuk menyikat mahkota gigi atas bagian belakang kiri, 20 detik untuk menyikat mahkota gigi atas bagian depan,20 detik untuk menyikat atas bagian belakang kanan.

Lalu 20 detik untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian belakang kiri. 20 detik untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian depan, dan 20 detik terakhir untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian belakang kanan.

Kalau bisa lebih lama [misalnya @30 detik per bagian, lebih baik]. Kalo kamu males karena merasa bosen kalo lama-lama, coba tips yang satu ini. Siapkan lagu favorit kamu di iPod, hape atau MP3 Player untuk menemani kamu menyikat gigi. Mulai menyikat mahkota gigi dari awal lagu sampai selesai.

Tapi jangan lagu yang 5 menit, nanti bisa berasa dower bibir kamu.

2. Terlalu Keras Menyikat Gigi

Jangan menyamakan mahkota gigi kamu dengan lantai kamar mandi. Gak perlu menyikat gigi dengan sepenuh syahwat.

Kamu sikat gigi, tetangga jarak 2 rumah bisa tahu, karena denger suara sikat gigi yang beradu sama mahkota gigi yang kamu keluarkan.

Kontrol tekanan sikat gigi terhadap mahkota gigi kamu. Jangan sampai gigi sehat, gusi bermasalah.

Tekanan berlebihan bisa mengakibatkan gusi kamu menjadi meradang.

3. Terlalu Sedikit Daerah Yang Dibersihkan

Menyikat Mahkota Gigi saja sebenarnya tidak cukup untuk menjaga mulut segar dan tidak bau. Diperlukan penyikatan pipi, lidah, dan bagian belakang gigi. Kebanyakan orang hanya menyikat mahkota gigi bagian luar dan melupakan mahkota gigi bagian belakang/ dalam.

Pada lidah terdapat “lekukan” yang bisa menyebabkan makanan terjebak, dan bila tidak dibersihkan akan diolah bakteri dan mengeluarkan “gas” yang bisa menyebabkan bau mulut.

4. Terlalu Banyak

Berkumur setelah sikat gigi cukup sekali saja. Terlalu banyak berkumur, bisa menyebabkan efek dari bahan yang ada pada odol menjadi “hilang” dan tidakberefek pada kesehatan gigi dan mulut kamu.

Menyikat gigi lebih dari 3 kali sehari bisa mengakibatkan bakteri penyeimbang [baca: flora normal] yang berfungsi menyeimbangi kerja bakteri jahat dalam mulut kamu menjadi berkurang. Kalau kamu merasa kurang bersih, gunakan obat kumur secukupnya, ato pertimbangkan pemakaian benang gigi.

5. Terlalu Percaya Iklan

Pasti kamu pernah mendengar ini

“Sikat gigi dengan 3 lekukan membersihkan gigi lebih maksimal!”.

“Sikat gigi dengan bulu bergerigi bisa membersihkan hingga sela gigi!”.

“Sekarang, ada odol khusus untuk memutihkan”

“Ada odol khusus menyegarkan nafas perokok”

“Sikat gigi dengan helem menjaga sikat gigi lebih bersih”

“Sikat gigi bergagang lentur, bisa membersihkan hingga gigi bagian ujung”.

Tidak semuanya benar. Tahukah kamu, sikat gigi yang baik adalah yang bergagang lurus. Terlalu banyak lekukan bisa menyebabkna kontrol tekanan pada sikat gigi sulit dilakukan. apalagi sikat gigi bergagang lentur.

Semua odol ada dasarnya sama. Malah bahan yang ada di odol perlu diwaspadai. Semua cuma trik copywriter bagian pemasaran.

Helm gigi sebenarnya mulai disarankan untuk ditinggalkan. Karena helm ini membuat kepala dan bulu sikat menjadi lembab, suatu kondisi yang disukai bakteri untuk berkembang biak dan beranak pinak..

Jadi, ayo perbaiki “kesalahan” kamu dari sekarang. Lebih baik terlambat daripada gak masuk kelas/ sekolah sama sekali.

Salam hangat

Baca artikel ini

Jangan Sikat Gigi Waktu Mandi Pagi!

Iklan salah satu pasta gigi menyarankan, untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Sikat gigi pagi dan malam. Tetapi ada hal “tersembunyi” yang belum banyak diketahui dan dipahami masyarakat.

Ya, iyalah, gak banyak diketahui, namanya juga “tersembunyi: [-.-“]

Jadi, apa sebenarnya hal “tersembunyi” tersebut?

Begini, lho. Iklan tersebut menyarankan menyikat gigi pagi dan malam hari. Pada malam hari jelas, tergambar kalo menyikat gigi dilakukan sebelum tidur, tapi pagi harinya, kapan?

Doktergigigalau,eh,gaul yakin, kalo MagaHaian, sebagian besar melakukannya pada saat mandi pagi.

Kayak lagu, “Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi

Kalo hal tersebut dianggap “bener”..berarti kamu mungkin berada dalam kesalahan dan masalah besar.

Seharusnya, sikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan. Tujuannya, supaya sisa makanan bekas sarapan gag ada yang nempel di gigi [dengan bantuan plak] yang bisa berpotensi menimbulkan lubang gigi.

[bctt tweet=”Menyikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan” username=””]

Bayangkan.. kalo MagaHaian sarapan jam 7 pagi, dan baru tidur jam 10 malam. Berarti bateri mendapat waktu 15 jam untuk bekerjamembolongi gigi. Padahal waktu ideal yang dibutuhkan hanya sekitar 12 jam untuk mulai berkembangbiak.

Jadi dapet bonus 3 jam. Dikali 7 hari dalam seminggu? Dikali 30 hari dalam sebulan?

Ancorr dunia persilatan.

Gigi jadi makin rentan untuk berlubang.

Tetapi kalo menyikat giginya setelah sarapan, dan makan siang sekitar jam 1, berarti gigi kamu”hanya” akan terpapar bakteri selama 9 jam. dan bangun lagi jam 5-6, akan terpapar sekitar 7-8 jam.

Bakteri tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang terlalu biak [ada gag ya istilah ini?] Gigi akan terlindungi dari kemungkinan lubang gigi.

Aman.

Lain ceritanya, kalo kamu mandinya setelah sarapan. Kalo kayak gitu skenarionya, sah-sah aja buat sikat gigi waktu mandi pagi.

Memang rasanya akan “aneh” kalo harus makan sebelum sikat gigi. Mulut berasa “asem-asem” gitu. Tapi, itu “pengorbanan” yang harus dijalankan untuk mendapat keadaan kesehatan gigi yang baik.

Saran doktergigigaul ada 2:

  1. Cuci muka dan berkumur dulu setelah bangun tidur, baru mengeksekusi sarapan, dan selanjutnya mandi pagi dan gosok gigi. [ kalo gag kesiangan bangun]
  2. Bangun tidur, mandi dan gosok gigi dulu, sarapan, setelah itu gosok gigi lagi.

Mana yang dianggap paling gag memberatkan boleh dipilih, dipilih, dipilih!

Jangan biarkan sisa sarapan tertinggal lama di gigi karena tidak dibersihkan [baca: diskiat/ digosok] setelahnya.

 

[bctt tweet=”Sikat gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.” username=””]

Ocreh!?

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Sikat Gigi Cukup 1x Sehari!

Kemaren doktergigigaul berselancar gembira di dunia maya mencari berita seputar kedokteran gigi. Gak dinyana, gag dikira, ketemu satu artikel yang menyatakan kalo sikat gigi cukup satu kali sehari aja.

Gag penting disertakan sumber berita ini, di-googling aja yaw..

     Hal ini dimungkinkan dengan adanya sikat gigi terbaru yang memakai teknologi “mineral coating”.

     Dimana ujung sikat giginya terkandung nanomineral yang menjadikan permukaan gigi bersifat hidrofilitik [lembab?].

     Gak perlu pake odol, langsung sikat gigi aja..

     Hal pertama yang terlintas di pikiran doktergigigaul adalah

“Wadeuh..ini bisa menghancurkan program pemerintah yang menggalakkan penyikatan gigi minimal 2 kali sehari yang selama ini gencar didengung-dengungkan, nih”

     Makanya, sebelom hal ini terjadi, doktergigigaul langsung ngubek-ngubek informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan hal ini secara mendetail.

     Ternyata teknologi mineral coating tersebut memang ada. Tetapi, ada yang kurang tepat dari berita ini.  Menyikat gigi teteup gag cukup [dan baik] bila hanya dilakukan 1x sehari.

Teknologi yang dimaksud, adalah teknologi yang melapisi suatu benda dengan lapisan mineral, sehingga tidak ada kotoran yang dapat menempel pada benda tersebut.

     Penemu sikat gigi ini mennganalogikan dengan adanya pelapis kaca pada bangunan-bangunan tinggi, yang memungkinkan kaca tersebut tidak perlu dibersihkan setelah hujan, karena lapisan pada kaca tersebut menghalangi kotoran menempel pada kaca yang telah dilapisi “lapisan” tersebut.

     Pada sikat gigi ini, cara yang digunakan adalah, melapisi gigi dengan mineral yang terdapat pada saliva [air liur] sehingga gigi tidak dapat terkotori oleh kotoran.

     Logikanya, kalo gigi udah terlapisi, dan gag ada kotoran yang bisa menempel pada gigi lagi, kita hanya perlu menyikat gigi 1x aja pada pagi hari, dan gag usah sikat gigilagi sampai besoknya.

Nah disini letak kengawurannya.

     Penemu sikat gigi ini, menjelaskan, bahwa tujuan pelapisan ini hanya untuk membantu orang yang tidak mungkin melakukan penyikatan gigi pada siang hari setelah makan siang. Dan sama sekali gag menyarankan sikat gigi hanya 1x dalam sehari.

     Coba lihat video yang ada ini

     Di video tersebut jelas dipaparkan tujuan utama pembuatan sikatgigi ini.

Jadi intinya, penyikatan gigi tetap dilakukan “minimal” 2 kali sehari, yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur malam. 🙂

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Hindari Pemakaian Pasta Gigi Berlebihan!

kisah kasih pasta sikat gigi
sumber gambar: internet

     Ini yang sebenarnya terjadi kalo kita naruh odol sepanjang bulu kepala sikat gigi..

Siapa yang mau bertanggungjawab kalao sampe terjadi “apa-apa” ?

     Jadi pake odol secukupnya aja..sebesar kacang hijau atau sebesar kacang merah.

Yang penting bukan busanya, tapi kualitas pembersihan mahkota giginya

sumber: internet
Baca artikel ini

Panduan Memilih Sikat Gigi – Bebas Pengaruh Iklan

     Masih banyak pertanyaan yang datang ke #doktergigigaul mengenai cara memilih sikat gigi yang baik. Sebab banyak iklan sikat gigi yang tidak sesuai dengan beberapa bahasan di MagaHaya.

     Bagaimana bentuk gagang yang baik, bagaimana bentuk bulu yang baik, serta hal-hal apakah yang harus diperhatikan dari sebuah sikat gigi?

Berikut ini adalah cara memilih sikat gigi yang baik.

1. Pilih kepala sikat gigi yang rata.

     Tidak perlu memilih kepala sikat gigi yang mengecil, yang katanya “dapat membuat kepala sikat gigi lebih maksimal menjangkau hingga kebagian belakang mulut“.

 

Mulut kita tidak berbentuk mengecil kebelakang.

     Kepala sikat yang kecil, justru menyebabkan jumlah bulu sikat menjadi lebih sedikit dan tidak memaksimalkan pembersihan.

2. Pilih gagang yang lurus dan kokoh.

     Gagang yang lentur yang katanya “berfungsi untuk mengikuti lengkung gigi” = omong.kosong.tingkat.tinggi.

     Gagang yang lentur malah menyulitkan kita untuk mengontrol tekanan yang akhirnya dapat mengiritasi gusi.

     Gagang yang bersudut juga memberikan efek “kurang kontrol” yang sama akibat gagang lentur.

Pilih gagang yang nyaman digenggam.

     Gagang berkaret dapat memberikan bantuan “anti selip” waktu menyikat gigi.

3. Pilih bulu sikat sesuai kebutuhan.

     Tidak semua orang baik memakai bulu sikat dengan kategori soft. Sebaliknya tidak semua orang perlu memakai bulu dengan kategori medium.

     Dan ada beberapa orang yang memerlukan bulu sikat dengan kategori hard.

Berkonsultasilah dengan dokter gigi kamu.

     Sikat gigi yang tepat dapat menyelamatkan banyak jiwa [*yang terakhir ini memang semata-mata hiperbola]

4. Pilih bulu sikat yang rata.

     Bulu sikat yang bergerigi atau bergelombang, akan menyebabkan beberapa bagian gigi terlewat tanpa terbersihkan pada saat enyikatan mahkota gigi.

     Selain itu, bulu sikat yang “tidak rata” akan memiliki kemampuan untuk mengiritasi gusi lebih besar, yang bisa menyebabkan masalah pada kesehatan gigi, gusi dan mulut.

5. Hindari Sikat Gigi dengan “Helm.

Sikat gigi tidak akan kena razia, jadi gak perlu helm.

     Lagipula helm akan membuat suasana kepala sikat yang dipenuhi bulu sikat menjadi lembab dan akhirnya menjadi rumah yang nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak dan beranak pinak.

     Ada penemuan baru yang sekarang bisa membunuh bakteri di kepala sikat gigi.

     Penemuan ini menggunakan sinar UV untuk melemahkan bakteri.

     Alat ini tidak membuat suasana kepala sikat menjadi lembab, karena kondisi lembab tadi terkeringkan oleh sinar UV yang dihasilkan.
 
     Semoga Bermanfaat. 
Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Elektrik atau Manual? – Panduan Memilih Sikat Gigi

      Banyak yang mulai berpindah memakai sikat gigi elektrik karena berpendapat sikat gigi elektrik lebih baik daripada sikat gigi manual. Namun masih ada beberapa kalangan yang menganggap kalau sikat gigi manual masih lebih baik daripada sikat gigi elektrik. Bingung yang mana yang benar?

     Jangan bingung lagi, karena #doktergigigaul akan menjelaskan hal tersebut.

     Sebenarnya sikat gigi manual atau elektrik memiliki kelebihannya masing-masing. Sikat gigi manual memiliki permukaan bulu sikat [baca: kepala sikat gigi] yang lebih lebar, sedangkan sikat gigi elektrik memiliki permukaan yang lebih kecil.

Pada orang bermulut kecil, kadang kepala sikat gigi yang besar membuat rasa tidak nyaman waktu menggosok gigi.

     Pada sikat gigi elektrik, tekanan yang dihasilkan tidak terlalu besar dan terkontrol karena gerakan memutarnya yang statis. Pengguna juga tidak perlu mengeluarkan tenaga “sebesar” penggunaan sikat gigi manual.

     Sikat gigi elektrik juga menghasilkan gerakan memutar yang sedikit lebih baik dari sikat gigi manual untuk tujuan “pemijatan gusi”. Pemijatan gusi diperlukan untuk menjaga jaringan pendukung gigi supaya tidak mudah meradang.

     Tetapi sikat gigi manual, meiliki keuntungan pergerakan yang tepat untuk setiap bagian mulut. Naik turun untuk bagian depan dan gerakan memutar serta maju mundur untuk  gigi belakang. Gerakan ini lebih baik dari gerakan statis memutar sikat gigi elektrik.

     Gerakan memutar pada gigi depan dapat menyebabkan gusi “menjauh” dari leher mahkota gigi, membuka perlindungan “akar” gigi, dan menimbulkan penyakit yang populer di masyarakat dengan sebutan “gigi sensitif

     Tetapi yang perlu MagaHaian ketahui, sikat gigi elektrik, sebenarnya ditujukan untuk orang yang memiliki gangguan motorik [baca: gerak] karena menderita penyakit tertentu. Diantaranya adalah arthritis [baca: radang sendi] yang menyebabkan dia tak bisa melakukan pergerakan dengan gerakan yang kompleks, seperti gerakan menyikat gigi.

Tapi jangan memberikan sikat gigi elektrik untuk anak-anak, karena mereka belum dapat menggunakan benda itu dengan tepat, yang dikhawatirkan dapat “melukai’ dan mengiritasi gusi mereka.

Jadi kalau kamu masih merasa dan sedang dalam keadaan sehat, #doktergigigaulmenyarankan, sebaiknya menggunakan sikat gigi manual.

Pilih sikat gigi manual dengan kriteria yang tepat, untuk hasil pembersihan mahkota gigi yang maksimal.

     Tetapi kalau kamu ingin “penasaran” dengan sikat gigi elektrik, #doktergigigaul tidak melarang. Konsultasi dengan dokter gigi kamu, mengenai sikat gigi mana yang tepat bagi kamu sangat disarankan. Keputusan akhir ada di tangan MagaHaian.

Yang penting tetep sikat gigi minimal 2x sehari yaw.. 😀

Elektrik atau Manual? – Panduan Memilih Sikat Gigi > sumber: internet
Baca artikel ini

Bersiwak = Menyikat Mahkota Gigi?

     Selama ini orang selalu menyamakan istilah bersiwak dengan menyikat mahkota gigi. Padahal, kedua hal itu adalah hal yang sangat berbeda.

     Siwak memiliki 2 arti. Yang pertama adalah sebagai kata benda [kalo belajar bahasa ada jenisnya: kata benda, kata sifat, kata keterangan, kata kerja, dll], yaitu ALAT. Kayu yang berasal dari pohon araak ini disarankan oleh Rasulullah SAW sebagai ALAT untuk membersihkan mahkota gigi.
السِّوَاكُ مُطَهَّرَةٌ لِلْفَمِ، مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
  
“Siwak itu membersihkan mulut, diridhai oleh Ar-Rabb”
     Kemudian arti siwak yang kedua adalah sebagai kata kerja, yaitu membersihkan mahkota gigi untuk menghilangkan kotoran yang ada sehingga mahkota gigi dan mulut menjadi bersih. Inilah yang disebut dengan “bersiwak“.
     Di Indonesia sudah ada produsen yang telah memproduksi kayu siwak secara komersil ataupun menjualnya sebagai alat pembersih mahkota gigi bagi yang berminat.

     Dimana bisa dapetinnya? Googling aja ya..:D Dah banyak kok yang ngejual online.

     Perlu diingat, bahwa bersiwak hanya membersihkan mahkota gigi dengan kayu siwak saja, tanpa ada bantuan bahan lain. 
     Jadi bedakan membersihkan mahkota gigi dengan bersiwak dan menyikat mahkota gigi dengan pasta gigi merek Siwak.
     Membersihkan mahkota gigi dengan pasta gigi Siwak berarti bukan bersiwak tetapi “menyikat mahkota gigi“.
     Menyikat mahkota gigi adalah membersihkan mahkota gigi dengan alat dan bahan. Alatnya sikat gigi, bahannya pasta gigi. Sedangkan bersiwak adalah membersihkan mahkota gigi hanya dengan alat saja, yaitu kayu SIWAK tanpa bantuan bahan tambahan.
Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Waktu Membersihkan ‘Mahkota Gigi’ Yang Baik dan “Benar”

Kalo ditanya, berapa kali kamu sikat gigi dalam sehari, pasti jawabannya bervariasi. Mulai dari 3 kali sehari, 2 kali sehari, 1 kali sehari atau bahkan ada yang menjawab 3 hari sekali!

menyikat gigi

     Kalo kamu termasuk golongan yang menyikat gigi 3 hari sekali, cepet kirim e-mail ke Dokter Gigi Gaul, berisi nama, alamat dan ukuran sepatu kamu, biar nanti Dokter Gigi Gaul beliin sepatu se-ukuran kaki kamu dan dateng ke rumah, ..buat ngelempar jidat kamu..

     Baiklah, kembali ke leptop!

     Selanjutnya Dokter Gigi Gaul menggunakan istilah, “menyikat mahkota gigi” untuk kalimat “menyikat gigi”.

Menyikat mahkota gigi yang baik adalah 3 kali sehari. Tetapi yang dianjurkan adalah melakukan  penyikatan mahkota gigi minimal 2 kali sehari.

Tetapi pernah gak, kamu [yang udah sikat gigi 3 kali sehari, bahkan mungkin lebih] bingung, kenapa gigi kamu masih aja ada yang berlobang?

      Kalau kamu belum tahu bagaimana proses pelubangan gigi, cari catatan bersangkutan di blog doktergigigaul.com ini pake keyword “LUBANG” ya..

     Gigi berlubang walaupun sudah rajin dan [setidaknya menurut pendapat kamu] benar, dapat disebabkan berbagai hal.

 Salah satunya cara menyikat gigi yang kurang benar dan kurang bauk baik.

     Kamu menyikat gigi, kalo yang 3 kali sehari, “biasanya” waktu mandi pagi, waktu mandi sore dan waktu mau tidur. Kalo yang 2 kali sehari waktu mandi pagi dan waktu mau tidur.

Guess what? Itu SALEH! SALAH!

     Waktu yang benar-benar baik [baca: tepat] untuk menyikat mahkota gigi kamu adalah sebagai berikut:

1. Saat bangun tidur atau setelah selesai sarapan di pagi hari. 

     Kalau kamu bangun tidur langsung mandi dulu baru sarapan, selesaikan mandi kamu tanpa menyikat mahkota gigi. Jorok ya kedengerannya. Tapi itu ada alasannya.

Kalau kamu menyikat mahkota gigi waktu mandi baru sarapan, sisa makanan bekas sarapan kamu akan menempel untuk beberapa jam [mungkin sampai malam hari, waktu kamu menyikat gigi sebelum tidur], tanpa terbersihkan.

     Sedangkan pengolahan sisa makan yang menempel di plak oleh bakteri dimulai sesegera mungkin.

Bakteri itu memegang prinsip, Ikan Sepat Ikan Gabus. Makin Cepat, Makin Bagus!

Jadi, mandi, sarapan, baru sikat gigi.

*UPDATE*

    Tapi kalo kamu udah biasa nyikat gigi pas bangun tidur, gag apa-apa juga, asal jangan lupa, setelah sarapan, minimal kumur-kumur buat ngebersihin sisa makanan yang ada di sekitar gigi mulut, kalo males mo sikat gigi lagi.

2. Saat selesai makan siang, atau mandi sore. 

    Biasanya dianjurkan minimal berkumur dengan obat kumur atau air putih kalau sulit untuk menyikat mahkota gigi setelah makan siang. Hal ini cukup efektif, karena, situasi mulut tidak sekondusif [baca: baik untuk perkembangan bakteri] dibandingkan waktu baru bagun tidur.

3. Saat mau tidur. 

     Menyikat mahkota gigi harus, wajip, kudu, mesti dilakukan sebelum tidur. Karena bakteri mulut berkembang dengan sangat baik, pada saat mulut tidak melakukan aktivitas apapun [karena suasana mulut menjadi sangat asam].

Aktivitas mulut itu, misalnya: bicara, makan atau komat-kamit sendiri baca mantra [awas jangan sampai mati lilinnya]

     Jadi suasana mulut harus dibuat basa, untuk mengurangi kenyamanan bakteri untuk “berkarya membuat lubang”

    Jadi, mulai sekarang ganti waktu menyikat mahkota gigi kamu, supaya jadi benar-benar baik dan dapat mengurangi pembentukan lubang di gigi kamu ya..

     Masih kurang jelas? Tanya lewat Kontak Dokter Gigi Gaul atau lewat komen.

Waktu Menyikat ‘Mahkota Gigi’ Yang Baik dan “Benar” > sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes