Tag Archives | Pengetahuan

Kamu Sakit? Cari Tahu Penyakitmu Lewat Lidah!

Lidah, yang selama ini kita kenal sebagai indera pengecap, ternyata dapat digunakan sebagai salah satu ‘alat’ untuk mengetahui penyakit atau kondisi pada tubuh. Dalam pengobatan tradisional Cina, pengamatan lidah merupakan salah satu tonggak utama yang digunakan untuk menegakkan diagnosa penyakit.

Lidah memberikan gambaran yang obyektif terhadap suatu penyakit. Lidah juga mudah untuk diamati, meskipun kadang-kadang ‘gambaran’ antara satu penyakit dengan penyakit lainnya kadang bisa sangat membingungkan. Tetapi, pemeriksaan lidah dapat memberikan gambaran secara garis besar terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Gambaran lidah juga dapat memberikan gambaran tentang kondisi tubuh kamu.

Pengamatan yang dilakukan terhadap lidah, meliputi: Warna, Bentuk dan Selaput atau Lapisan yang terbentuk Pada Lidah.

Coba perhatikan lidah kamu di depan kaca sekarang. Apabila ada gambaran yang disebutkan diatas, segera konsultasi ke dokter. Jangan sampai terlambat menangani penyakit hingga menjadi lebih serius.

Salam hangat

(dari berbagai sumber)

Baca artikel ini

Gigi Kuning? PeDe Aja, Lagi!

Pada catatan ini akan dijelaskan bahwa gigi sebenarnya tidak harus putih untuk menjadi “sehat” dan “kuat”. Karena pada dasarnya bukan warna gigi yang menentukan hal tersebut, tapi kualitas pembersihannya.

Tapi yang pertama perlu  diketahui, untuk orang Asia, warna gigi pada umumnya adalah “kuning”. Dengan tingkatan yangberbeda-beda.

Kalau kamu penasaran ingin mengetahui seberapa “kuning” warna gigi kamu, coba lakukan hal ini

Bercerminlah saat menyikat gigi. Setelah 30 detik pertama, buang sedikit busa yang ada. Kemudian, bercerminlah. Bandingkan “warna” gigi kamu dengan “warna” busa pasta gigi. Itulah warna kuning (asli) gigi kamu.

Warna kuning tidak selalu dari bawaan kamu. Tetapi ada hal-hal lain yang bisa menyebabkannya menjadi berwarna kekuningan.

Hal-hal tersebut , diantaranya:

1. Faktor Natural/ Alami

2. Faktor Kebiasaan Membersihkan Gigi dan Mulut

3. Faktor Makanan dan Minuman

4. Faktor Usia

5. Faktor Konsumsi Obat

6. Faktor Kebiasaan Buruk

Tetapi meskipun gigi kamu tidak putih, jangan minder.

Mahkota gigi yang berwarna kuning bisa lebih sehat daripada mahkota gigi yang berwarna sehat, bila dilakukan perawatan yang tepat

Yang penting adalah kamu tetap menjaga kesehatan gigi kamu dengan cara yang tepat.

[bctt tweet=”Menyikat gigi minimal 2 kali sehari atau lebih baik, 3 kali sehari dengan cara yang tepat bisa membantu tercapainya keadaan sehat tersebut.” username=””]

Salam hangat

sumber: internet
Baca artikel ini

6 Penyebab Gigi Berwarna “Kuning”

Gigi berwarna kuning, tidak selamanya merupakan akibat dari jarang menggosok gigi. Tetapi bisa jadi warna “kuning” tersebut memang warna alami gigi kamu.

Meskipun bisa jadi, warna kekuningan gigi kamu adalah hasil dari beberapa faktor yang selama ini tidak atau kurang kamu sadari.

Gigi berwarna “kuning” atau “kekuningan” dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya:

1. Faktor Natural atau Alami

Tidak semua orang beruntung memiliki gigi yang mendekati warna putih. Karena ada beberapa orang yang memiliki warna “kekuningan”.

Sebenarnya sebagian besar dari permukaan terluar gigi (enamel) manusia berwarna putih. Namun, lapisan di bawahnya yang disebut dentin secara alami berwarna kuning.

Dalam beberapa kondisi, lapisan paling luar (enamel) yang tidak mengalami mineralisasi secara baik menyebabkan warna email menjadi kurang “tebal” (jelas). Hal ini membuat warna dentin yang (kuning) lebih jelas sehingga tampaklah gigi tersebut berwarna “kuning”

Kamu tidak dapat mengubah warna gigi alam ini, kecuali  menggunakan metode pemutihan gigi secara profesional oleh dokter gigi.

2. Kebersihan Gigi dan Mulut

Kamu dapat mengatakan “gigi kuning dapat menyebabkan berbagai macam masalah” tetapi kebersihan gigi dan mulut yang buruk selalu menyebabkan gigi berwarna kuning (bersama dengan sejumlah masalah gigi dan mulut lainnya)

[bctt tweet=”Kebersihan gigi dan mulut yang buruk adalah penyebab utama gigi yang berwarna kuning.” username=””]

3. Faktor Makanan/ Minuman

Makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat bertanggung jawab atas terjadinya perubahan warna pada gigi. Makanan seperti teh, kopi, dan soda mempunyai efek “mewarnai” gigi

4. Waktu

Kamu harus menerima kenyataan bahwa “kuning”nya gigi adalah bagian dari berjalannya waktu [baca: terjadinya penuaan]. Namun sebaiknya kamu juga berhati-hati  dalam menjaga kebersihan.

Selama jangka waktu tertentu agen stain (bahan yang melekat pada permukaan gigi) dapat menimbulkan warna kuning pada gigi kamu. Semakin banyak agen stain yang melekat pada permukaan terluar (email) gigi kamu, maka akan menutupi warna putih (email) gigi kamu dan akhirnya warna kuning gigi akan terlihat.

5. Pengaruh Obat

Beberapa pengobatan yang kurang tepat atau “terpaksa” dilakukan pada waktu kamu masih kecil bisa menyebabkan perubahan warna gigi dari putih.  Tetrasiklin adalah obat yang bertanggungjawab atas perubahan warna gigi kamu. Dan ada beberapa obat lain yang dapat dimintai pertanggungjawabannya.

6. Kebiasaan Buruk

Merokok dan mengunyah tembakau juga menyebabkan stain (warna) pada gigi oleh karena adanya deposit atau akumulasi nikotin pada gigi.

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Triclosan, Pembunuh Bakteri Yang [Bisa] Mengebalkan Bakteri

Kalo kamu ngeliat kemasan pasta gigi kamu [baca: odol] ada tertulis disitu bahan yang namanya Triclosan, senyawa yang terkandung pada pasta gigi,  berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Sebenarnya, selain dalam pasta gigi, triclosan juga sering dipakai dalam sabun cuci tangan dan kosmetik.Bahkan saat pertama kali ditemukan 50 tahun lalu, senyawa ini digunakan untuk membersihkan permukaan kulit saat operasi.

Tapi, penelitian terbaru mengungkapkan, ada kemungkinan senyawa itu dapat menyebabkan kuman-kuman makin kebal terhadap antibiotik. [Tapi antibiotik apa yang dimaksud masih belom jelas..]

Namun belakangan ini, penggunaan triclosan atau 2,4,4′-trichloro-2′-hydroxydiphenyl ether, membuat Scientific Committee on Consumer Safety di Uni Eropa dan FDA di Amerika Serikat [kedua badan ini adalah Pengawas-Makanan-dan-Obat] khawatir. Pasalnya, senyawa ini diduga bisa memicu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

Penelitian laboratorium menunjukkan, senyawa ini dapat menyebabkan mutasi gen pada beberapa jenis bakteri, di antaranya E. coli, Salmonella dan Listeria. Dikhawatirkan mutasi itu akan membuat pengobatan infeksi oleh antibiotik, menjadi tidak efektif.

Tapi untuk sementara waktu kamu masih bisa menyikat gigi dengan tenang. Soalnya, bahaya triclosan masih sebatas peringatan,sehubungan dengan masih kurangnya cukup bukti. FDA menyarankan adanya penelitian lebih lanjut untuk memastikan dugaan tersebut.

Fungsi triclosan dalam pasta gigi adalah mengurangi bakteri penyebab plak.

Karena apabila tidak dikendalikan, bakteri-bakteri tersebut bisa memicu gingivitis atau radang gusi.

Penggunaan triclosan sendiri semakin populer dari tahun ke tahun. Apalagi di negara-negara maju, misalnya seperti Amerika Serikat.

Investigasi terbaru dari US Centres for Disease Control and Prevention (CDCP) bahkan menunjukkan, 75 persen air kencing warga Amerika mengandung triclosan.

Gak tahu kalo di Indonesia 🙂

Jadi kalo pake pasta gigi, jangan banyak-banyak yaw. Sebesar kacang ijo juga udah cukupp!

Salam hangat

Baca artikel ini

Kenapa Dokter Gigi MAHAL?

Banyak pasien dan kenalan Dokter Gigi Gaul yang ‘penasaran’ menanyakan, “Kenapa ya, biaya berobat ke Dokter Gigi tuh mahal?”.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran tersebut, akan Dokter Gigi Gaul coba untuk menjawab ‘sedikit’ pertanyaan tersebut. Sedikit aja dulu, kalo kebanyakan nanti bosen bacanya. 🙂

Baiklah, begini yang sebenarnya terjadi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan biaya berobat ke dokter gigi itu mahal, atau paling tidak, tidak semurah berkonsultasi ke dokter umum.

Yang tidak mungkin bisa dihindari adalah waktu.

Pertama, waktu pendidikan

Waktu yang dibutuhkan seorang calon dokter gigi sampai menjadi dokter gigi bukanlah waktu yang singkat. Jangka waktu yang diperlukan dokter gigi sedikit lebih lama daripada dokter umum.

Karena sebenarnya, dokter gigi adalah sebuah spesialisasi keahlian dari dokter umum.

Nah, sudah menjadi pengetahuan umum, biaya berobat ke Spesialis, lebih mahal karena pengetahuan yang mereka miliki lebih spesifik dan terarah.

Ruang lingkupnya memang menjadi lebih kecil, tetapi pelayanan yang diberikan menjadi maksimal, karena para spesialis ini, lebih memahami tentang bidang yang dispesialisasikannya.

Contoh lainnya, Spesialis Kandungan, atau Spesialis Anak. Pasien, akan lebih merasa puas mendapat penjelasan dari Spesialis.

Tetapi sayangnya belom banyak pasien yang memanfaatkan ‘keuntungan’ ini.

Mereka malah takut, semakin banyak dan semakin lama mereka berdiskusi dengan dokter spesialis, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

Padahal, tidak sama sekali. Biaya yang dikeluarkan, sama dengan kepuasan yang didapat. Jadi, manfaatkan hal ini sebaik-baiknya.

Kedua, waktu kerja.

Dokter gigi memerlukan waktu kerja yang lebih lama dibandingkan dokter umum.

Contoh kasus, waktu yang diperlukan untuk pencabutan satu gigi, lebih kurang 30-45 menit, dengan catatan tidak ada penyulit, seperti akar bengkok atau gigi terbenam. Pencabutan dengan penyulit bisa memakan waktu 1-2 jam mulai dari “pembukaan” sampai penutupan.

Bayangkan dokter umum, yang memerlukan waktu lebih kurang 10-20 menit untuk menangani 1 pasiennya. Itu berarti dokter gigi akan men’charge’ pasien 3-6 kali biaya berobat standar (ke dokter umum), untuk mengganti waktu  tersebut.

catatan: waktu kerja disini belum termasuk waktu interview/ anamnesa dengan pasien di awal datang..

Mungkin bila pencabutan gigi bisa memakan waktu yang lebih sedikit, maka biaya juga bisa dikurangi.

Lalu, kualitas.

Kualitas alat dan bahan sangat mempengaruhi biaya pengobatan.  Dokter akan menutupi biaya pembelian dan perawatan alat yang mahal melalui subsidi silangbiaya berobat pasien.

Secara teori, bila telah terjadi break even point, seharusnya biaya otomatis berkurang. Tetapi rata-rata saat mencapai BEP dokter gigi harus meremajakan alat tersebut.

Tapi gag mirip peremajaan angkot ya 🙂

Selanjutnya, satu hal yang perlu digarisbawahi, dicetak tebal plus miring, LOKASI.

Kalau pasien cermat memperhatikan, ‘beberapa’ dokter gigi yang berpraktek di daerah segitiga emas akan memasang harga yang lebih mahal dibandingkan yang berpraktek di segitiga perak atau perrunggu.

Apalagi segitiga bermuda.

Karena ada biaya sewa yang harus ditutupi.

Mungkin sebaiknya mulai berpikir untuk pergi ke dokter gigi di daerah pinggiran, kalau mencari biaya yang lebih murah.

Walau tidak tertutup kemungkinan, biaya di segitiga perunggu mungkin sama atau lebih mahal dari segitiga emas, kalau didaerah tersebut, pasien tidak memiliki  alternatip.

Kemudian, tapi bukan yang terakhir, ‘merek’ atau ‘ketenaran’.

Dokter Gigi yang telah dikenal, ‘biasanya’ akan memasang biaya yang mahal, karena mereka telah memiliki fans tetap.

Tapi tidak semua. Contohnya, Dokter Gigi Gaul, bila ada pasien yang menjadi fans tetap, akan diberikan diskon tertentu untuk menjaga ‘loyalitas’nya.

Semoga ini bisa menjadi bahan masukan dan pembelajaran yang bermanfaat untuk kenalan, sahabat dan kerabat dokter gigi gaul. Hal-hal lanjutan yang berhubungan dengan saran dan pertanyaan , akan segera dibahas atau ditambahkan secara seksama  dan dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.

Atas nama pemirsa blog doktergigigaul dan rakyat Indonesia,

Terima kasih.

 

sumber: internet
Baca artikel ini

8 Permasalahan Utama Gigi dan Mulut

Kebanyakan orang tidak sadar bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan erat dengan masalah organ tubuh lainnya. Inilah permasalahan utama yang muncul seputar kesehatan gigi dan mulut.

Permasalahan gigi dan mulut merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang mengkhawatirkan di Indonesia. Permasalahan ini menduduki urutan pertama dari daftar 10 besar penyakit yang paling dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia.

Yang 9 penyakit lainnya gak akan dibahas, biar yang baca gak bosen 😀

“Berdasarkan prosedur pemeriksaan gigi dan mulut memang ada delapan permasalahan yang kerap ditemukan oleh para dokter gigi di Indonesia sebagai keluhan terhadap pasiennya,” ujar Prof DR drg Melanie S. Djamil, M.BioMed, dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti,

Permasalahan utama gigi dan mulut yang sering dikeluhkan pasien tersebut adalah:

1. Gigi berlubang

Hal ini disebabkan karena adanya kesempatan terbentuknya plak yang menjadi tempat kembang biak bakteri. Bakteri akan menghasilkan asam, hasil dari fermentasinya dengan karbohidrat dan merusak email gigi serta menyebabkan gigi berlubang.

2. Noda pada gigi

Disebabkan oleh seringnya mengonsumsi makanan dan minuman yang berwarna seperti teh, kopi dan lainnya. Kebiasaan merokok, dan atau mengunyah sirih diperkirakan juga bertanggung jawab.

3. Email gigi lemah/ rapuh

Kekurangan mineral seperti kalsium dan flouride dapat menyebabkan email gigi lemah.

Selain itu, banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar manis dan asam tinggi seperti soda, kunyit, asam jawa, cuka dan lainnya, dapat mengikis lapisan email gigi.

4. Napas tidak segar

Tidak ada yang lebih buruk dibandingkan napas tidak segar di pagi hari, yang disebabkan oleh sisa makanan yang membusuk di sela-sela gigi dan jutaan bakteri yang tumbuh di dalam mulut.

[bctt tweet=”Bau mulut atau halitosis juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit rongga mulut. ” username=””]

5. Pembengkakan gusi

Bakteri yang terkumpul disela-sela gusi dan gigi dapat mengiritasi gusi sehingga gusi infeksi dan meradang. Apabila tidak segera diobati dapat mengakibatkan gigi tanggal dan juga dapat berujung ke penyakit jantung, paru-paru dan diabetes.

6. Penumpukan plak

Plak adalah semacam lapisan tipis pada permukaan gigi yang dapat ditempeli oleh bakteri.

Bila dibiarkan, plak dengan bantuan protein dari air liur akan menyebabkan lubang pada gigi dan juga dapat menyebabkan radang gusi.

7. Penumpukan tartar

Tartar merupakan lapisan keras berwarna kuning pucat yang terbentuk dari penumpukan plak secara berkepanjangan. Tartar mengotori gusi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Kita lebih mengenal tartar dengan istilah karang gigi.

8. Permasalahan bakteri

Hal-hal yang memicu pertumbuhan bakteri secara pesat adalah karena kurangnya perawatan pada gigi dan mulut untuk menjaga kebersihan. Bakteri dapat menimbulkan bau mulut, lubang pada gigi sampai abses.

Salam hangat

sumber: internet
Baca artikel ini

Pertumbuhan Gigi Anak – Apa dan Kenapa

Banyak orangtua pasien yang dateng ke Puskesmas, harus mengakhiri kunjungannya dengan kekecewaan. Pasalnya, doktergigigaul ‘kadang’ gak meluluskan keinginan mereka untuk mencabut gigi anaknya. Meskipun sudah berada dalam kondisi goyang.

Goyang dombrettt..goyang dombret..

     Sebenernya doktergigigaul melakukan hal ini untuk kebaikan pasiennya juga -yang notabene adalah anak-anak- supaya gigi geliginya gak ‘bermasalah‘ di kemudian hari.

     Emang masalah apa yang bisa muncul? Jawabannya, SERIUS.

     Masalah serius tersebut diantaranya, gigi si anak nantinya [baca: gigi permanen] akan mengalami ketidak harmonisan dalam susunannya. Posisi si gigi dalam lengkung rahang [baca:mulut] bisa tidak teratur.

Ada yang tumbuh ke dalam ke arah lidah atau langit-langit. Berputar sekian derajat dari garis lengkung, sampai bertumpuk [baca:berjejal dan/atau ginsul]

     Padahal kerapihan susunan gigi geligi sedikit berpengaruh banyak terhadap penampilan. Orang seganteng/secantik apapun apapun kalo susunan gigi geliginya gak rapih akan mengalami pengurangan poin penampilan.

Memang fakta, memang nyata.

     Walau, beberapa kondisi ketidakteraturan gigi tersebut, bisa juga menjadi nilai plus-plus untuk nilai kemanisan penampilan.

     Kembali ke permasalahan.

     Erupsi atau pertumbuhan gigi geligi terbagi menjadi 2 periode. Pertumbuhan gigi anak, pertumbuhan gigi dewasa. Dan setiap periode memiliki batasan waktu yang telah secara tidak langsung ditentukan.

     Pada catatan ini pertama-tama doktergigigaul akan membahas soal pertumbuhan [erupsi] gigi anak dulu.

Gigi anak memiliki beberapa istilah. Ada yang menyebutnya gigi susu, ada yang menyebutnya gigi sulung. Di dunia kedokteran gigi, gigi anak ini diistilahkan dengan gigi desidui [decidous tooth].

     Untuk gigi anak/ susu pertumbuhan gigi berkisar antara usia 6 bulan sampai 3 tahun. Dimulai dari gigi seri [baca: insisif],gigi geraham [baca:molar], sampai terakhir gigi taring [baca:kanineus].

     Periode gigi susu pun dibagi lagi menjadi sub-erupsi per gigi. Untuk gigi seri dimulai usia 6 bulan sampai 1 tahun, Dilanjutkan gigi geraham  hingga usia 1,5 tahun dan diakhiri gigi taring pada usia lebih kurang 2-3 tahun.

     Pertumbuhan gigi ini memiliki ‘aturan’ umum tidak baku:

  • Setiap 6 bulan terjadi pertumbuhan jenis gigi yang berbeda [seri → geraham → taring]
  • Gigi bawah setiap jenis gigi didahului oleh gigi bawah.
  • Jenis kelamin wanita mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat.

     Pertumbuhan ini tidak boleh diintervensi -dilakukan pencabutan]- sebelum waktu idealnya tercapai, atau hingga tergantikan oleh gigi dewasanya. Karena, sejatinya, gigi dewasa muncul ke permukaan dengan mengikis akar gigi susu sebagai panduannya.

     Kalo panduannya ‘hilang’ si gigi penggantinya akan ‘tumbuh’ kemana takdir membawanya. Dan biasanya tidak berakhir pada keadaan dan tempat yang semestinya.

     Kacau beliau.

     Umumnya orangtua akan meminta gigi anaknya dicabut, karena telah goyang. Padaha hal tersebut tidak tepat.

Gigi susu yang goyang bukan syarat untuk dilakukan eksekusi pencabutan

     Beberapa [<-serius: beberapa doang] doktergigi akan menunda pencabutan karena pertimbangan tersebut diatas. Meskipun [sayangnya] ada beberapa doktergigi yang hantem kromo aja, yang penting pasien puas. Dan akhirnya si anak akan mengalami kegagalan penampilan yang menarik.

Yang terpenting, jangan melakukan pencabutan semata-mata karena si gigi tampaknya udah meminta buat dicabut. Berkonsultasi dengan doktergigi untuk tindakan pencabutan adalah hal TERBAIK dan TERBIJAKSANA yang dapat dilakukan.

     Jadikan senyum anak atau keponakan kita senyum yang sakinah mawaddah, warrohmah menawan, karena kita melakukan tindakan yang tepat seputar pertumbuhan gigi geliginya.

     Untuk pertumbuhan gigi dewasa, selengkapnya akan dibahas pada catatan terkait yaw.

     Salam MagaHaya!

sumber:internet
Baca artikel ini

Karies [Gigi] – Apa Yang Perlu dan Belum Banyak Diketahui

Doktergigigaul didatengin seorang bapak yang berencana untuk melakukan kontrol rutin kesehatan gigi dan mulutnya. Seperti biasa, setelah si pasien didudukkan di ‘kursi panas’, doktergigigaul langsung mengajukan pertanyaan pertama senilai Rp. 50.000.

     Egh, salah kuis. Maaf.

     Maksudnya doktergigigaul langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh kesehatan gigi geligi dan sekitarnya.

 untuk alasan privasi, illustrasi sengaja disamarkan #gag penting

     Dan seperti biasa juga, si bapak akan ikut berdiri di dekat anaknya untuk melihat keadaan gigi geliginya. Biasanya cuman buat senyum-senyum manja aja waktu tiba bagian doktergigigaul ngomong ‘Giginya bagus ya..’

     Tapi kali ini si Bapak terperangah, karena doktergigigaul gak melakukan bagian omongan tersebut. Alih-alih ngomong gitu, doktergigigaul bilang ‘Wah, giginya ada kariesnya, ya..’

     Akhirnya, sekarang giliran doktergigigaul [tiba juga] buat senyum-senyum manja ke si Bapak. Senyum, yang dalam bahasa Inggrisnya: income.

Kembali ke terperangah.

     Si Bapak kayaknya bingung-bingung disko sama maklumat doktergigigaul.

‘Tapi, Dok, kan gigi anak saya kayaknya gag ada yang berlubang? Bukannya karies itu berarti lubang gigi?’

     Nah, ini sesuatu yang perlu diluruskan.

Karies gigi, bukanlah istilah untuk lubang gigi. Karies adalah istilah untuk penyakit infeksi. Karies yang terjadi pada gigi, disebut dengan karies gigi.

    

     Namun karena umumnya orang datang dengan keadaan gigi yang sudah berlubang -sebagai tanda penyakit karies-, doktergigi mengistilahkan lubang ini: Gigi si Anu Berkaries.

     Doktergiginya gag salah. Lubang gigi menandakan gigi si anu  ber[baca:terkena] karies, tetapi pasien menangkapnya gigi berkaries adalah gigi berlubang. Jadi, karies=lubang.

     Analoginya, kita menyebut ‘si anu naek Vespa‘. Padahal secara literal berarti, si anu naek [motor bermerek] Vespa. Tapi kita menganggap bahwa motor  si anu=Vespa.

     Jadi termasuk wajar kalo si Bapak pun menganggap aneh gigi anaknya dibilang ‘berlubang’ padahal ‘lubang’nya gag nampak.

Awal perjalanan penyakit karies dimulai dengan bercak berwarna coklat atau putih.

     Semua gigi yang memiliki bercak kecoklatan atau keputihan di permukaan emailnya dapat didiagnosa terkena karies. Dan belum nampak secara fisik lubang pada gigi, meskipun gigi telah terkena karies.

karies insipien superfisialis

Karies adalah penyakit, bukan ‘kondisi’ lubang pada gigi

     Perkembangan selanjutnya karies menjadi lubang, dijelaskan pada artikel ini.

     Jaga terus kesehatan gigi kamu dengan rutin menyikat gigi dan kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. [Penyakit] karies dapat dicegah, jadi cegah sebelum terlambat.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes