Tag Archives | mulut

Membersihkan Plak Tanpa Ke Dokter Gigi

Hmm.. Lagi jalan-jalan di dunia maya, mencari informasi terhangat yang perlu dikumpukan untuk dibagikan kepada pemirsah, tiba-tiba tersangkut pada sebuah situs dari harian di pulau Kalimantan. Ternyata harian ini menyediakan sebuah forum konsultasi kesehatan gigi yang diasuh seorang dokter gigi.

Dokter Gigi Gaul seneng banget ngeliat hal ini. Ada alternatif untuk berbagi ilmu  tentang kedokteran gigi bagi yang membutuhkan. 😀

Tapi Dokter Gigi Gaul sedikit tergelitik membaca hasil Pertanyaan dan Jawaban yang ada di “kolom” tersebut.

Tanpa direkayasa, kecuali format tampilan dan identitas pribadi, agar lebih menyatu dengan blog ajaib ini dan etika sejawat serta pers, bisa disimak forum tanya jawab yang ada berikut ini: 

Bisakah Jigong Dibersihkan Sendiri Tanpa ke Dokter Gigi? 

Tanya:

Dok, bagaimana cara membersihkan plak gigi tanpa harus berobat ke Dokter? Apa saja yang harus dilakukan? Terimakasih.

Sxxxxx (Pria Lajang, 20 Tahun), xxxxx.xxxxxxx@gmail.com,Tinggi Badan 167 Cm dan Berat Badan 50 Kg

Jawaban:

Plak atau jigong (kotoran) yang sudah mengeras tidak bisa dibersihkan dengan pasta gigi biasa atau obat kumur. Tetapi plak yang sudah mengeras harus dibersihkan oleh dokter gigi dengan alat khusus (scaler) karena tingkat kekerasan plak yang sudah sangat menempel. Tapi proses itu tidak sakit, jadi Bapak tidak perlu khawatir atau takut untuk datang membersihkan gigi ke dokter gigi

?Lho?

Entah, apa perasaan Dokter Gigi Gaul aja, atau emang jawaban yang diberikan sedikit meleset dari harapan sang penanya. Yang doktergigigaul tangkap, si penanya berusaha nyari informasi “Apa yang harus dia lakukan untuk membersihkan plak gigi (tanpa harus berobat ke dokter)”, tapi kok jawabannya langsung mengenai scaling ya?

Membingungkan. 🙁

Tapi kalo doktergigigaul yang dokter gigi aja bingung, gimana nasib si penanya ya? 😡

Heu, maaf, bukan untuk mendiskreditkan sesuatu apapun, atau bahkan seseorang. Tetapi, sedikit membantu mengingatkan sejawat, untuk selalu bisa memberikan informasi yang singkat dan tepat guna kepada pasien.

 Sebab informasi yang rancu bisa menyebabkan 2 hal:

  • Pasien kehilangan “hak”nya untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan, khususnya gigi dan mulut.
  • Dokter gigi melupakan “kewajiban” untuk membuat ilmu yang dia miliki supaya dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Plak, selama belum mengeras, masih bisa dibersihkan, dan memang tidak harus berobat ke dokter gigi. Menyikat gigi secara teratur dan tepat, bisa menjadi salah satu cara membersihkan plak. Bahkan plak bisa dibersihkan dengan mengerok gigi, menggunakan kuku.

Tidak ada istilah “plak yang mengeras”. Sisa makanan yang tertempel pada plak-lah yang menjadi “keras”. Coba cari dan baca artikel mengenai plak di situs ini melalui kotak pencarian untuk lebih jelasnya

Kalau ada yang merasa ter’dzalimi’, mohon maaf, Dokter Gigi Gaul sama sekali gak ada maksud begitu.

Kalau ada yang merasa ingin diomongin, karena artikel ini juga ngawur, bisa diskusi lewat kolom komentar. Mudah-mudahan bisa dilayani dengan senang hati, tanpa ada yang sakit hati 😀

Terima kasih..

 Salam hangat

Baca artikel ini

Waspadai Bau Mulut (Halitosis) Yang Muncul Akibat Diet!

Tren saat ini orang rajin ngapdet soal lari. Intinya ngebakar kalori, biar terlihat lebih langsing. Ngomong ngomong soal terlihat langsing, enggak bisa dipungkiri pasti langsung kebersit kata diet.

Nah soal diet, ada hal menarik yang perlu diketahui. Tahu enggak, kalau diet bisa bikin mulut jadi bau. Hloh, ciyusss.. Gimana hubungannya?

Jadi gini, diet, terutama diet rendah karbohidrat -dimana kamu ngurangin asupan nasi, kentang dan karbo lainnya- menyebabkan tubuh ngebakar lemak yang ada di tubuh.

Seharusnya karbohidrat yang dibakar, untuk mendapatkan energi gerak bagi tubuh. Tapi karena asupan ke tubuh kamu batasi, tubuh mencari hal lain yang bisa dibakar supaya energi kamu tetap terbentuk. Pilihan yang ada, lemak.

Bedanya pembakaran lemak dan karbohidrat adalah, pada proses pembakaran lemak, bahan kimia  yang disebut keton, terbentuk. Keton yang terbentuk selanjutnya dilepaskan tubuh di nafas dan urin (air kencing). Dan keton ini baunya, eeew..!

halitosis

Keton juga salah satu bau penanda penyakit, seperti diabetes (penyakit gula)

Meskipun keton enggak bisa juga disalahkan sebagai aktor utama penyebab bau mulut pada diet. Jenis makanan yang dimasukin ke tubuh juga berpengaruh.

Maksudnya gini, anggaplah kamu diet, enggak makan nasi. Tapi tiap hari makan jengkol, pete ama ngegadoin bawang bombay. Enggak perlu ada pembentukan keton, mulut dan nafas kamu pasti bau 😀

Atau kalau butuh penjelasan yang lebih ilmiah, misalnya kamu ngehindarin karbo, dan memutuskan memperbanyak protein. Makanan dengan kandungan protein memproduksi kompon sulfur yang baunya juga naujubilah.

Tau wangi belerang kan? Kurang lebih kayak gitu ‘bau’ sulfur.

Eits, last but not least, inget, bisa aja kamu diet, dan muncul bau mulut, tetapi bau mulutnya bukan gegara diet kamu. Saran doktergigigaul, kalau kamu ada bau mulut, segera periksakan ke dokter gigi.

[bctt tweet=”Ngerasa ada bau mulut? Segera periksakan ke doktergigi(gaul)..” username=”DokterGigiGAUL”]

Biar jelas ketahuan penyebabnya, biar tepat cara penanganannya.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Baca artikel ini

Jangan Taruh Sikat Gigi Terlalu Dekat Dengan Toilet!

Tahu gak kalo sikat gigi gak boleh ditaro sembarangan di kamar mandi? Salah taro, gak cuman kesehatan gigi tapi kesehatan gigi dan mulut kamu bisa bermasalah.

Toilet bisa dianggap sebagai salah satu tempat yang paling berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Gimana enggak, jutaan bakteri, dari bermacam jenis (mungkin) ada di toilet. Udah bakterinya banyak, proses perpindahan bakteri dari toilet ke berbagai benda juga gampang banget, diperantarai percikan air dan pelepasan substansi kimia via udara. Tubuh kamu, handuk sampai sikat gigi berpotensi besar terpapar ‘transferan’ kuman bakteri tersebut.

Tubuh sih, ada pelindung terhadap serangan bakteri yang mungkin ada. Tentara-tentara sistem pertahanan tubuh umumnya siap bertugas menjalankan perlindungan terhadap tubuh. Yang jadi masalah, apa kabarnya kalo sikat gigi yang diserang bakteri tersebut?

Gimana caranya bakteri bisa berkontak dengan sikat gigi?

Jadi begini ceritanya. Menurut penelitian di Harvard, partikel kimia dan biologis dari toilet bisa menyebar hingga radius jarak 1,5 meter. Jadi seluruh benda dalam radius ‘tembak’ tersebut bisa terkena partikel kmia dan biologis toilet yang ada.

Nah, kalo kamu naro sikat gigi kamu di jarak 1,5 meter dan berpikir gak ada masalah yang timbul.. well, think again!

Tetapi, ada poin tertentu yang harus dipenuhi. Gak mentah-mentah kejadian ini bersifat pasti. Diantara poin tersebut, WC gak berada dalam keadaan tertutup. Atau sikat gigi berada dalam keadaan lembab dan kotor yang mendukung bakteri untuk bertahan hidup. Kalo satu atau lebih poin yang ada gak terpenuhi, kemungkinan buruk yang ada bisa terminimalisir, kok

Partikel kimia dan biologis toilet dapat menyebar dalam radius 1,5 meter

Kalau jarak sikat gigi-WC dalam jarak (tembak) 1,5 meter, sikat bisa jadi sarang (kuman) penyakit. Terus, dimasukin mulut, gitu? Hiiy!

Buat tindakan pencegahan. Kalo gak mungkin ngejarakin sikat gigi-WC 1,5 meter, biasain nutup WC, saat dan setelah atau lagi gag dipakai. Jangan lupa, untuk rutin juga ganti sikat gigi per 2-3 bulan kalo jarak sikat gigi-WC kamu terlalu dekat

Siap mengurangi masalah kesehatan gigi dan mulut kamu?

Salam hangat,

DokterGigiGAUL (@DokterGigiGAUL)

Baca artikel ini

Sariawan Karena Kekurangan Vitamin C, Mitos atau Fakta?

Banyak orang percaya, ulser atau sariawan muncul karena kekurangan vitamin C. Namun, menurut ahli penyakit mulut dari Departemen Gigi dan Mulut FKGUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, meskipun banyak faktor yang berperan dalam proses terjadinya ulser, tetapi kekurangan vitamin C bukan salah satunya.

Penyebab sariawan itu biasanya ada beberapa, diantaranya:

  1. Faktor genetik (keturunan)
  2. Stres
  3. Trauma
  4. Kelelahan
  5. Hormonal
  6. Penyakit tertentu seperti anemia
  7. Manifestasi reaksi alergi
  8. Gangguan imunitas
  9. Defisiensi nutrisi; dan atau
  10. Gangguan pencernaan

Kekurangan vitamin C tidak menyebabkan ulser melainkan dapat membuat gusi berdarah atau gingivitis kronis (peradangan gusi). Jadi vitamin C tidak berkaitan dengan hal tersebut.

[bctt tweet=”Kekurangan vitamin C tidak menyebabkan sariawan/ulser melainkan dapat membuat peradangan gusi kronis” username=”doktergigigaul”]

Kalaupun mengalami ulser  dan ingin menambah asupan vitamin ke dalam tubuh, bukanlah mengkonsumsi vitamin C, melainkan vitamin B seperti B1, B6, B12 dan asam folat.

sumber: dari sini

Baca artikel ini

Kebiasaan Ngedot: Baik atau Buruk Untuk Gigi Anak?

Ngedot merupakan salah satu kebiasaan yang perlu mendapat perhatian. Perlu perjuangan bagi beberapa orang tua untuk ngelepas anak mereka dari kebiasaan ngedot ini.

Ngedot Penggunaan dot untuk anak emang masih dalam proses perdebatan, seiring dengan pro dan kontra yang ditimbulkan, seperti yang dijelaskan pada penelitian yang diterbitkan dalam Academy of General Dentistry’s (AGD) clinical, peer-reviewed journal edisi Januari/ Februari.

Enggag seperti mitos yang berkembang di masyarakat kalo ngedot itu selalu “buruk”, ada beberapa hal positif yang didapat dari ngedot. Pertama, ngedot bisa mengurangi dan atau mencegah terjadinya sudden infant death syndrome (SIDS) alias kematian bayi mendadak.

Soalnya, ngedot mencegah bayi tidur terlalu nyenyak yang menjadi penyebab SIDS. Ngedot membuat bayi melakukan gerakan menghisap yang menjaga mereka pada keadaan tidur yang tidak terlalu lelap.

[bctt tweet=”Ngedot mencegah bayi tidur terlalu nyenyak yang menjadi penyebab Sudden Death Infant Syndrome (SIDS)” username=”doktergigigaul”]

Kedua, ngedot memberikan rasa nyaman yang dibutuhkan bayi untuk beristirahat dengan baik, sekaligus memenuhi kebutuhan pada fase menghisap bayi.

Tapi, sesuai bahasan sebelumnya ada hal negatif dari ngedot yang perlu mendapat perhatian orangtua.

Ngedot sebaiknya dihentikan apabila bayi telah berumur 2 tahun atau lebih. Kebiasaan ngedot yang terlalu lama diatas umur 2 tahun dapat menimbulkan masalah pada daerah gigi dan mulut. Apalagi kalo kebiasaan ngedotnya ditemenin sama kebiasaan menghisap ibu jari.

Lengkap, kap, kap, efek kurang baik yang didapat.

Penggunaan dot yang terlalu lama lebih dari umur 2 tahun dapat menghambat pertumbuhan tulang rahang bayi, akhirnya menyebabkan kondisi gag ormal dari langit-langit hingga menggangu pertumbuhan gigi geligi saat beranjak gede.

Terdapat hubungan antara ngedot dengan infeksi telinga akut (otitis media)

Ngedot menyebabkan tuba auditorius terbuka secara tidak wajar, memungkinkan sekresi dari tenggorokan menyusup ke telinga tengah. Bakteri yang ada pada sekresi tenggorokan tersebut menyebabkan infeksi pada telinga.

Ngedot terlalu lama dapat menyebabkan infeksi telinga bagian tengah

Kalo dibiarin aja, tanpa diperhatikan, nantinya infeksi telinga tersebut memerlukan pemakaian antibiotik jangka panjang, atau yang paling ekstrim, memerlukan tindakan bedah membedah

Oke? Ada yang masih kurang jelas atao ingin ditanyakan? Cari DokterGigiGAUL via Social Media yang ada di bilah sisi blog ini.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

PS:

Menghentikan kebiasaan ngedot emang gag gampang, tetapi beberapa hal berikut dapat dicoba untuk dilakukan oleh orangtua dalam rangka menghentikan kebiasaan ngedot tersebut.

Coba rendam dot dalam cuka supaya rasanya jadi gag enak. Ato larutan brotowali bisa menjadi alternatif pilihan. Orangtua juga dapat memotong dot supaya bentuknya jadi gag enak buat diisep-isep.

Berikut beberapa tip dari DokterGigiGAUL seputar ngedot:

  • Gunakan dot hanya sampai bayi tertidur. Kalo udah tidur sebisa mungkin lepas dotnya. Supaya gag terlalu tinggi rasa ketergantungan bayi terhadap dot tersebut.
  • Pilih dot dengan disain berlubang untuk memunginkan jalan udara tetap terbuka seandainya dot ketelen sama dedek bayi.
  • Hindari menggunakan dot dengan gantungan tali. Tali tersebut bisa jadi nyekek leher si bayi seandainya dotnya kebawa tidur, karena gerakan yang ditimbulkan saat tidur.
  • Buang dot setelah mengalami robek karena digigit-gigit dan atau setelah tidak digunakan. Jangan dikoleksi atao diberikan ke orang lain.
Sumber: dari sini

 

Baca artikel ini

Sikat Habis Plak Gigimu? Gunakan Disclosing Agent!

Umumnya orang mengenal plak sebagai jigong. Padahal ini adalah 2 hal yang berbeda. Jigong adalah kumpulan sisa makanan yang tidak terbersihkan di gigi, sedangkan plak adalah lapisan bening yang tipis banget, berupa mucus, dipenuhi oleh bakteri-bakteri yang ada di rongga mulut.

Mucus?

Bukan. Ini bukan aktor terkenal mantan bintang serial Losmen dulu.

Mucus adalah kumpulan dari mucin, salah satu zat yang terkandung dalam saliva (air liur). Bisa  dibilang kalo, mucus merupakan sarana perlekatan bakteri ke gigi.

Gini, permukaan gigi itu  kan sejatinya licin banget, kayak muka kebanyakan bedak kalo mau wisudaan. Bakteri gak bisa menempel ke gigi. Tetapi, adanya mucus pada gigi memudahkan bakteri yang ada di rongga mulut menempel ke permukaan gigi.

Mucus merupakan sarana perlekatan bakteri ke gigi

Gag ada mucus = gag ada bakteri di gigi.

Nah, kalo ada sisa makanan yang nyangkut di sela gigi misalnya atau di leher gigi, bakteri yang ada di mucus ini akan langsung beraksi memfermentasi karbohidrat yang mungkin ada di sisa makanan tersebut, yang pada akhirnya merusak struktur enamel (email) gigi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sisa makanan inilah yang sebenernya tepat diistilahkan untuk jigong.

[bctt tweet=”Jigong bukan Plak. Jigong adalah kumpulan sisa makanan yang menempel di gigi melalui perantaraan plak” username=”doktergigigaul”]

Sekarang aturannya gampang. Kalo gak mau gigi berlubang, ya bersihkan mucus yang ada di gigi. Masalah timbul, karena mucus ini sudah bening, tipis pula, jadi kadang sulit menentukan apakah mucus sudah terbersihkan dengan baik saat menyikat gigi.

Sudah begitu, plak juga terbentuk secara teratur dalam periode waktu tertentu meskipun sudah menyikat gigi dengan baik. Karena itu menyikat gigi gak cuman harus tepat tehnik tapi juga harus tepat waktunya, sekian kali sehari.

Terus bagaimana cara memastikan banyak enggaknya plak yang ada di dalam mulut kita? Kan plak warnanya bening, jadi gak bisa jelas ngeliatnya?

Jawaban pertanyaan ini sesuai dengan judul artikel diatas. Pakai disclosing agent. Jadi si plaknya diwarnain supaya kelihatan. Disclosing agent ini mewarnai plak yang bening jadi berwarna merah sehingga jelas terlihat.

Kalau sudah ‘terlihat’ nanti jadi gampang memastikan kebersihannya.

Caranya, tetesin disclosing agent ke bawah lidah, selanjutnya diamkan sebentar supaya makin cair oleh saliva. Sekitar 5-10 detik. Kalau sudah langsung diulasin ke gigi dengna bantuan lidah.

Jangan langsung berkumur, dan tadaa. Keliatan deh nanti warna gigi jadi merah kalo ada plak disana. Kurang lebih hasilnya seperti yang terlihat pada gambar yang ada.

disclosing agent plak

Warna merah yang ada di gigi kamu itu yang disebut plak. Variasi warna merah yang ada di gigi tergantung banyak sedikitnya plak yang ada.

Sekarang baru ambil sikat gigi dan mulai menggosok gigi. Kalau setelah menggosok gigi dan berkumur gigi masih ada yang berwarna merah, berarti plak belum terbersihkan dengan baik.

Enak kan memastikan kebersihan plaknya?

Yang jual disclosing agent ini dimana?

Disclosing agent ada di dental depot. Toko yang khusus ngejual bahan kedokteran gigi.

Tapi tenang, kamu bisa bikin sendiri larutan disclosing agent ini di rumah.Penasaran caranya? Hehe, ada di buku doktergigigaul yang ini

Beli bukunya ya. Gratis dapet cara bikin sendiri disclosing agentnya loh! 😃

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Baca artikel ini

Turunkan Kolesterol Tinggi Dengan Gosok Gigi Yang Benar

Kolesterol, bersama-sama dengan trigliserida, merupakan dua lemak utama dalam darah. Lemak (disebut juga lipid) adalah zat kaya energi yang sangat dibutuhkan dalam metabolisme tubuh.

Agar dapat diangkut dalam sirkulasi darah dan didistribusikan ke jaringan tubuh, lemak mengikat dirinya dengan protein; ini disebut sebagai lipoprotein. Lipoprotein terdiri dari beberapa jenis. High density lipoprotein/HDL dan low density lipoprotein/LDL adalah lipoprotein yang berperan penting dalam pendistribusian kolesterol.

HDL, yang sering juga disebut sebagai “kolesterol baik”, berfungsi mengangkut kolesterol dari jaringan kembali ke hati untuk proses metabolisme.

Sementara, LDL yang sering disebut “kolesterol jahat”, membawa kolesterol ke sel yang mengandung reseptor LDL, dan dapat menumpuk jika kadar kolesterol melebihi jumlah yang dibutuhkan. Penumpukan lemak dalam darah ini disebut dengan hiperlipidemia

Hiperlipidemia adalah kondisi kadar lipid dalam darah melebihi normal, dengan ciri khas peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL dalam darah, serta penurunan konsentrasi HDL.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor herediter atau penyakit keturunan. Selain diturunkan, penyakit ini juga dapat disebabkan akibat konsumsi alkohol berlebihan, diabetes tidak terkontrol, dan pada penderita obesitas.

Hiperlipidemia merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya penyakit kardiovaskular. Penumpukan lemak dapat menyumbat pembuluh darah dan menjadi penyebab utama kematian mendadak pada negara-negara maju dan berkembang.

Hiperlipidemia merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya penyakit kardiovaskular.

Hubungan kolesterol tinggi dan kesehatan gigi mulut?

Telah diketahui secara luas bahwa salah satu cara pencegahan hiperlipidemia adalah memperbaiki gaya hidup dan pola makan. Namun ternyata, kondisi hiperlipidemia ini juga berhubungan timbal balik dengan kesehatan gigi dan mulut.

[bctt tweet=”Perawatan gigi dapat berpengaruh positif terhadap metabolisme lemak, demikian juga sebaliknya, pengendalian kadar lemak dapat meningkatkan kesehatan jaringan pendukung gigi.” username=”doktergigigaul”]

Suatu penelitian yang melibatkan 30 penderita hiperlipidemia dan juga menderita periodontitis kronis (penyakit pada jaringan pendukung gigi) dilakukan untuk melihat pengaruh perawatan gigi terhadap kadar lipid. Pasien diberikan instruksi cara menjaga kebersihan gigi serta menjalani pembersihan karang gigi. Setelah 3 bulan, setiap pasien kembali menjalani pemeriksaan gigi dan pemeriksaan darah.

Dari hasilnya terungkap bahwa pasien yang memperbaiki kebersihan gigi dan mulutnya serta menjalani pembersihan karang gigi menunjukkan peningkatan kesehatan jaringan pendukung gigi, dan juga menunjukkan kadar LDL yang menurun secara signifikan.

Meski perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subyek penelitian yang lebih banyak, dari penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa selain konsumsi obat dan perbaikan gaya hidup, peningkatan kebersihan gigi dan mulut serta pembersihan karang gigi secara rutin dibutuhkan untuk membantu mengontrol hiperlipidemia.

Sumber: dari sini

Baca artikel ini

Bakteri Di Dalam Mulut Bisa Sebabkan Penyakit Ini Selain Sakit Gigi

Mulut adalah salah satu anggota tubuh yang paling rentan bersinggungan dengan bakteri. Sebabnya, mulut menjadi pintu gerbang masuknya makanan atau minuman dari luar yang bisa saja mengandung bakteri di dalamnya.

Akibatnya bakteri bisa bertumpuk. Termasuk spesies Klebsiella pneumoniae yang mudah merusak kesehatan usus.

Menurut penelitian yang berasal dari Waseda University, Tokyo, bakteri ini suka menjajah keseimbangan mikroba di usus yang membuat sel yang disebut dengan T helper 1 (Th1) menjadi terlalu aktif dalam usus dan mengakibatkan penyakit radang usus.

“Setiap harinya manusia bisa memproduksi air liur rata-rata sebanyak 1,5 liter yang mengandung bakteri di dalamnya. Termasuk spesies Klebsiella pneumoniae.” jelas Masahira Hattori, profesor dari universitas tersebut.

[bctt tweet=”Setiap harinya manusia bisa memproduksi air liur rata-rata sebanyak 1,5 liter.” username=”doktergigigaul”]

“Bakteri ini sebenarnya tidak terlalu membahayakan tubuh. Namun konsumsi obat antibiotik dalam jangka panjang akan membuatnya ini bertahan di usus dan kemudian mengakibatkan aktifnya TH1 yang membahayakan kesehatan usus,” lanjut Masahira Hattori.

Selain penyakit usus, bakteri yang ada di dalam mulut dan mengakibatkan penyakit gusi mampu memberikan dampak buruk pula pada kesehatan jantung. Sebabnya penyakit gusi kronis akan meningkatkan ketebalan pembuluh darah yang ikut membahayakan jantung.

Selain penyakit usus, bakteri yang ada di dalam mulut dan mengakibatkan penyakit gusi mampu memberikan dampak buruk pula pada kesehatan jantung.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

sumber: dari sini

 

Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes