Tag Archives | Komplikasi

Gigi Anak Goyang? Jangan Cabut Sembarangan!

Banyak orang tua datang ke puskesmas untuk meminta gigi anaknya dicabut, karena sudah goyang, atau tinggal sisa akar saja.

     Meskipun beberapa pulang dengan rasa puas [tanpa lemas], namun banyak dari mereka yang pulang dengan rasa kecewa karena anaknya tidak lulus fit and proper test Dokter Gigi Gaul untuk dilakukan pencabutan.

     Lho, mau cabut gigi aja pake fit and proper test? Ini mau cabut gigi apa pemilihan ketua KPK?

     Tenang dulu. Uji kelayakan ini berhubungan erat dengan masa depan si anak. Kalo uji kelayakan ini diabaikan, bisa dipastikan nantinya si anak akan mengalami ketidakharmonisan gigi yang selanjutnya bisa menimbulkan banyak masalah, baik kesehatan gigi mulut maupun kesehatan tubuh.

     Doktergigigaul jelaskan panjang kali lebarnya ya..

Begini.

     Kegoyangan gigi sulung gag selalu jadi pertanda bahwa gigi tersebut harus dicabut, karena gigi penggantinya akan tumbuh.  Kegoyangan gigi sulung dapat disebabkan karena adanya nanah di sekitar jaringan ikat/ pendukung giginya [baca: abses periodontal], yang menyebabkan ikatan antara gigi dengan tulang rahang terganggu untuk sementara.

Abses gigi

     Pada kasus ini, pilihan terapinya bukan pencabutan, tapi menghilangkan kumpulan nanah tersebut. begitu nanah hilang, giginya akan menguat kembali di tulang rahang.

     Penyebab kegoyangan lain, bisa karena trauma. Bukan pengalaman buruk, tapi semacam benturan fisik antara gigi dengan sesuatu [tembok, lantai atau benda keras lain sampai berantem-beranteman]. Dan si anak gag [gag mau] ngasih tahu orangtuanya. Jadi si orang tua menganggap gigi “goyang” tersebut harus dicabut. Ada 2-3 kasus yang pernah doktergigi gaul temuin yang seperti ini.

Meskipun memang salah satu penyebab kegoyangan adalah karena sebab alamiah. Pergantian gigi.

Salah satu fungsi gigi sulung yang vital adalah sebagai pemandu gigi permanen/ tetap/ dewasa keluar ke permukaan. Gigi permanen akan mengikis akar gigi sulung. Proses pengikisan ini juga yang menyebabkan si gigi sulung jadi goyang. Goyang gayung.

 

 

Pergantian Gigi

     Meskipun demikian, bukan berarti kalo gag nampak benjolan nanah atau riwayat trauma yang menandakan bahwa gigi tersebut memang hendak berganti, sebaiknya juga jangan langsung dicabut sebelum berkonsultasi dengan dokter gigi. Sebaiknya tunggu sampai si gigi permanen muncul dan nyata wujud fisiknya, baru dilakukan pencabutan.

“Apa gag jelek kalo giginya bertumpuk? Nanti giginya gag akan rapih dong?”

     Ini dua pertanyaan yang selalu keluar setelah doktergigigaul tidak meloloskan keinginan untuk melakukan pencabutan gigi sulung karena tidak layak.

     Sebenernya enggak juga. Memang mungkin kelihatannya aneh kalo gigi bertumpuk-tumpuk dan nampak tidak rapih. Tapi justru itu yang akan menjadikan gigi anak rapih pada saatnya tiba. Karena telah melalui prosedur atau tahapan yang seharusnya.

     Mengikuti prosedur kadang kurang menyenangkan, tetapi setidaknya menghindari hil-hil yang kurang diangankan.

Jadi jangan melakukan pencabutan gigi anak sembarangan. Keinginan untuk mendapatkan gigi anak dengan susunan yang rapih justru bisa berbalik. Gigi anak malah jadi berantakan atau ginsul. Berkonsultasilah segera dengan dokter gigi apabila gigi anak mengalami kegoyangan, untuk mendapatkan terapi atau pilihan pengobatan terbaik, dan gigi anak bisa rapih sesuai keinginan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Kenapa Gigi Berlubang Sebaiknya Dirawat?

Dari sekian banyak kasus yang doktergigigaul tanganin di Puskesmas, gigi berlubang adalah menu rutin yang pasti dijumpai setiap hari.

     Lebat, botak, gondrong, gak pandang bulu, semuanya  tampaknya terdistribusi rata. Kalo tiap ketemu sama orang yang punya gigi berlubang, doktergigigaul dikasi 1000 perak aja, pasti saat ini doktergigigaul dah gak perlu kerja lagi.

     Kaya Raya! Ngasih giveaway tiap hari! 😀

     Bayangin, 70% orang Indonesia mengalami gigi berlubang! Artinya dari 10 orang yang MagaHaian temuin tiap hari, 7 diantaranya punya gigi yang berlubang..

     Dan rata-rata, tindakan yang biasanya dipilih masyarakat tentang gigi berlubang ini gag jauh dari 2 hal. Dicabut atau dibiarkan aja.

     Kedua hal tersebut diatas, manapun yang dipilih, sama-sama menimbulkan masalah di kemudian hari.

     Pasien atau orang yang memilih untuk  dicabut, biasanya akan malas melakukan tindakan lanjutannya, yaitu pembuatan gigi tiruan. Umumnya mereka merasa, ngapain juga mesti bikin gigi tiruan? Yang penting kan udah gag sakit lagi.  Atow, pernah bikin gigi tiruan, tapi gag nyaman, sakit juga. Padahal gigi yang hilang, penting untuk diganti.

     Dan yang ngebiarin gigi berlubang ini, biasanya satu diantara dua golongan. Golongan pertama ngebiarin karena gag [baca: belom] menimbulkan masalah. Yang lainnya lagi, karena udah pernah sakit, tentu gag akan sakit-sakit lagi, ya udah biarin aja.

Capcay, deh..

Gigi berlubang tuh, bukan proses statis. Maksudnya bukan proses yang berhenti dan gag berkembang lagi.

     Gigi berlubang adalah proses dinamis. Akan terus berkembang, berkembang dan berkembang.

     Dan taraf terakhir yang bisa dicapai adalah mencapai tinggal sisa akar, yang harus dicabut juga. Kalo gag bisa jadi sumber infeksi untuk jaringan pendukung gigi, baik yang bersangkutan maupun yang laennya..

     Sayang kan? Nanti kembali lagi ke permasalahan yang pertama.

Padahal, gigi berlubang punya pilihan penanganan yang lain. Yaitu dirawat. Perawatan ini tergantung tingkat keparahan lubang gigi yang ada. Perawatan yang dimaksud, dibagi kedalam 3 golongan besar, yaitu: penambalan, perawatan ruang syaraf gigi, dan perawatan syaraf gigi.

Lubang atau karies gigi dibagi kedalam 4 jenis. Karies Insipien, Karies Superfisialis, Karies Media dan Karies Profunda

Penambalan dilakukan pada gigi berlubang pada keadaan karies insipien dan atau karies superfisialis. Karies jenis ini baru sebatas kerusakan pada email atau sebagian kecil dentin. Tetapi gigi dengan karies media dan profunda, juga dilakukan penambalan setelah dilakukan perawatan tambahan.

Bedakan perawatan ruang syaraf gigi dengan perawatan syaraf gigi. Perawatan ruang syaraf ditujukan untuk memperbaiki TEMPAT, sedangkan perawatan syaraf gigi ditujukan pada ISI.

Perawatan ruang syaraf gigi dilakukan pada kondisi karies media. Karies ini adalah karies atau lubang yang mengenai sebagian besar dentin dan  ruang syaraf gigi,  mengarah ke syaraf gigi.

Perawatan yang dilakukan adalah memperbaiki ruang syaraf gigi, terutama bagian atap ruangan syaraf tersebut, dengan proses yang dinamakan pulp capping. Perawatan ini biasanya dilakukan dalam 2-4 kali kunjungan.

pulp capping

Sedangkan karies profunda, sebelum akhirnya dilakukanpenambalan, harus melewati perawatan syaraf gigi. Karena pada karies tipe ini, bakteri telah berhasil masuk ke syaraf gigi dan menginfeksi bagian tersebut.

Kalo langsung ditambal, infeksi yang ada pada syaraf gigi bisa bikin kamu, minimal menggelinjang semalaman gak bisa tidur. Maksimal menggelepar-gelepar seharian.

Kaya ikan kurang aer. Kaya kasih kurang sayang. Haleuh, lebay..

Sekarang menuju ke permasalahan utama. Sebenernya, apa manfaat gigi berlubang dirawat? Wat? Wat? [baca: What]

 Hmm, ya banyaklah..

Pertama,gigi jadi ga usah dicabut. Tahu kan, komplikasi pencabutan gigi yang mungkin terjadi? Dengan  dirawat, komplikasi tersebut bisa dihindarkan.

Kedua, fungsi pengunyahan kamu gag akan terganggu dengan kehilangan anggotanya. Kalau kamu pikir 1 gigi gag banyak berpengaruh,coba lakukan hal ini. Ambil kertas dan pulpen, kemudian mulai menulis dengan kondisi jempol tangan kamu di tekuk dan gag bersinggungan dengan pulpen. Gimana?

Kemudian, dengan merawat gigi berlubang, gigi kamu gak ompong, otomatis kamu akan menghindari biaya ekstra. Udah bayar buat dicabut, kamu harus ngeluarin duit lagi buat bikin gigi palsu.

Keempat. Kamu gag akan pernah tahu kapan gigi berlubang akan mulai timbul atau datang. Sewaktu-waktu tanpa diduga. Kalo tengah hari bolong masih bisa nyari dokter gigi buat berobat. Kalo tengah malem?

Dan masih banyak manfaat laen yang didapat dari perawatan gigi berlubang.

Intinya, jangan cuma berpikir bahwa gigi berlubang itu harus dicabut, atau lebih parah lagi dibiarkan aja. Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Lebih baik dirawat.

Key? 🙂

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut
 

Baca artikel ini

Tangani Dan Cegah Karies Botol Susu, Sekarang!

Catatan ini merupakan sambungan dari catatan sebelumnya, mengenai perkenalan awal terhadap Karies Botol Susu.

     Pada catatan ini, doktergigigaul akan memberitahukan cara me-nangan-i [tanpa meng-kaki-i] karies botol susu yang [mungkin] telah terjadi. Sekaligus cara mencegah supaya gigi si kecil yang masih baik tidak terkena Karies Botol Susu.

Penanganan [tanpa pengkakian] korban karies botol susu ini bervariasi tergantung keadaan.

     Pada kerusakan yang sudah sangat parah, bila usia pasien masih terlalu muda biasanya pencabutan akan dihindarkan.

     Hal ini bertujuan agar gigi permanen yang kelak menggantikan posisinya dapat tumbuh secara baik di rahang dan tidak mengalami gangguan posisi.

     Misalnya berjejal, bertumpuk, miring atau sedikit ginsul.

     Menurut penelitian doktergigigaul terbaru, gigi yang kurang rapih bisa menurunkan “passing grade” untuk bisa diterima saat penembakan pacar [asli ngaco, jangan percaya]

     Kecuali, kalau keadaan sisa akar yang ada, mengiritasi jaringan lunak di sekitarnya seperti bibir atau pipi, atau kemungkinan akan menjadi pusat infeksi bagi gigi-gigi lain dan atau jaringan pendukung giginya, dokter gigi akan mempertimbangkan pencabutan.

Tetapi kalau tidak disarankan, sebaiknya mengikuti instruksi dokter gigi. Jangan memaksa ingin dicabut supaya “terlihat” lebih baik.

     Pada kerusakan yang ringan, dimana masih berupa lubang kecoklatan di sekitar gigi, apabila memungkinkan akan dilakukan penambalan.

       Tetapi dengan syarat tertentu.

Lubang yang terlalu dalam akan didahului dengan perawatan saluran akar sebelum dilakukan penambalan.

     Namun, apabila si pasien kurang bisa diajak bekerjasama, karena masih terlalu kecil, mungkin hanya dilakukan pencegahan kontrol diet [makanan dan minuman] untuk mengurangi asupan gula.

     Yang paling baik tentu saja mencegah supaya karies botol susu ini tidak terjadi pada anak.

     Berikut tips yang dapat dokter gigi gaul berikan, untuk menghindarkan gigi anak terkena karies botol susu.

1. Sebisa mungkin hindari anak menyusu SAMPAI tertidur. 

     Usahakan supaya si anak mau minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur, untuk mengurangi kadar gula yang menempel pada gigi.

     Apabila tidak bisa menyuruh si anak untuk minum air putih, bersihkan mulut si anak menggunakan kain lembut basah yang telah dibasahi air. tujuannya sama  yaitu untuk mengurangi kadar gula pada mahkota gigi

      Kalau bisa menghindari kebiasaan ngedot lebih baik lagi. Jangan terbawa sampai tua.

 2. Aplikasikan bahan “pelapis” pada gigi anak.

     Bahan pelapis ini bisa didapatkan di dokter gigi. Hal ini berfungsi sebagai “jaket” bagi gigi si anak. menangkal segala bentuk gula menempel pada mahkota gigi.

3. Memberikan tambahan fluor untuk gigi si anak, yang berbeda dengan “pelapis”.

     Fluor ini memiliki fungsi menguatkan gigi, supaya bakteri tidak terlalu cepat menghasilkan lubang pada mahkota gigi.

4. Kontrol rutin ke dokter gigi

     Hal ini bertujuan agar, apabila ada keadaan yang nantinya dapat menjurus pada pelubanagan mahkota gigi, dapat diatasi sesegera mungkin oleh dokter gigi dengan melakukan penambalan. 

     Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Kontrol rutin akan menimbulkan biaya yang lumayan, tetapi hal ini mencegah pengeluaran yang lebih besar nantinya sekaligus sebagai harga yang harus dibayar untuk penampilan yang menawan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Resiko Penyakit Gigi dan Mulut Pada Wanita

     Buruknya kesehatan gigi dan mulut dapat mengakibatkan munculnyaa berbagai penyakit gigi dan mulut. Mulai dari peradangan gusi sampai gigi berlubang. Pada catatan ini doktergigigaul akan menjelaskan pengaruh penyakit gigi dan mulut pada kesehatan wanita.

     Kenapa wanita?

     Sebab wanita itu mahluk halus [?] yang perlu menjaga kehalusannya, dengan senantiasa sehat..

ups,

 

     Soalnya, pada wanita sering terjadi perubahan hormon seiring siklus kehidupannya. Masa puber [subur], menstruasi, kehamilan sampai menopause.

    Perubahan hormon sangat mempengaruhi dan berpengaruh terhadap penyakit gigi dan mulut.

Tapi bukan berarti laki-laki berada dalam posisi yang lebih aman. Tunggu aja tanggal mainnya.

     Kembali ke topik awal, wanita, eh, resiko penyakit gigi dan mulut pada wanita.

     Pada catatan ini, telah doktergigigaul jelaskan pengaruh peradangan gusi pada wanita yang dapat memicu kanker payudara. Itu hal pertama yang menunjukkan pengaruh kesehatan gigi dan rongga mulut yang buruk pada wanita.

     Peradangan gusi ini ditandai dengan gusi yang berwarna lebih merah dari gusi sehat, pembengkakan dan tampak permukaan gusi yang licin. Kalau ada salah satu atau salah dua dari tanda-tanda tersebut, segera hubungi doktergigi terdekat.

     Penyakit gigi dan mulut juga mempengaruhi kesehatan wanita pada masa-masa ketidakseimbangan hormon.

Masa-masa tersebut adalah masa subur [baca: puber], masa kehamilan, saat menstruasi dan post menopause.

     Pada massa-masa ini hormon tubuh akan meningkat dan menyebabkan dimulainya proses-proses peradangan dan menyebabkan mulut menjadi rentan terhadap bakteri.

     Pada masa kehamilan, bisa muncul penyakit gigi yang namanya peradangan gusi selama kehamilan. Istilah kerennya gingivitis gravidarum.

     Yang biasanya gusi dan mulut kamu berada pada keadaan nyaman wal afiat, mendadak muncul keluhan-keluhan pada saat kehamilan. Meskipun tidak harus selalu terjadi pada setiap wanita yang hamil.

Keluhan tersebut meliputi, gusi yang terasa panass, membesar [bengkak], keluar darah tiba-tiba tanpa ada kontak fisik dengan benda apapun [tusuk gigi, sikat gigi], hingga gigi-gigi terasa goyang disko.

Meskipun bisa ‘dibiarkan’, tetapi sebaiknya jangan. Segera atasi dengan mendatangi doktergigi kamu.

     Peradangan gusi yang tidak diatasi dengan segera tersebut dapat menngakibatkan kelahiran prematur. Sebuah studi mengatakan resikonya bisa berkembang sampai 7x.

     Maksudnya kalo kamu hamil 8 kali, 7x pasti melahirkan prematur.

     Bisa dibayangkan peluangnya kalo baru pertama hamil..

     Serem? Pasti..

     Plus, bayi prematur yang dilahirkan memiliki berat badan lahir yang lebih rendah dari bayi prematur pada umumnya.

Udah prematur, berat lahir lebih rendah dari ‘prematur’.

Ngenes, nes, nes.

Ngenes Monika.

     Jadi, wahai para wanita. Jagalah kesehatan gigi dan mulut sebaik mungkin, untuk menhindari kemungkinan-kemungkinan penyakit mulut tersebut terjadi, atau semakin parah

Jangan ragu menanyakan segala sesuatu hal mengenai gigi dan mulut kamu kalau mulai
terasa tidak nyaman, ke dokter gigi.

 Salam MagaHaya!

sumber:internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Cabut Gigi Bisa Pengaruhi Syaraf?

     Kali ini doktergigigaul mau menjelaskan catatan berdasarkan pertanyaan salah satu MagaHaian yang udah khilaf konsultasi via e-mail ke doktergigigaul via tab Konsul Gratis.

 

Pandai memanfaatkan kesempatan..

     MagaHaian yang selanjutnya doktergigigaul samarkan namanya menjadi Aar ini menanyakan,

Salam Dok. Saya punya masalah dengan gigi belakang saya yang posisinya tidak tegak tapi miring dan bolong. Maksud saya ingin di cabut. Apa ada masalah terhadap syaraf yang lain?

Syaraf yang lain tidak meliputi: Syaraf Azhari, Syaraf Sechan atau Syaraf Sinclair..

     Meskipun sebelumnya doktergigigaul pernah ngebahas mengenai Pengaruh Pencabutan Gigi Terhadap Mata, tetapi hal yang ditanyakan ini menyangkut hal lain yang “serupa tapi tak sama”

Oke, begini penjelasannya.

     Gigi “miring” ini biasanya karena dua hal. Satu ada gigi di depannya yang dicabut tapi tidak diganti, atau karena giginya kekurangan ruangan, sehingga tumbuhnya miring. Biasanya hal ini terjadi pada gigi bungsu [terakhir].

     Sayang tidak diketik [baca: diberitahukan] dengan spesifik, gigi atas atau bawah yang sedang dikonsulkan ini. Kalau berdasarkan pengalaman, biasanya gigi yang dimaksud adalah gigi bawah, karena jarang ada pasien yang bisa dengan leluasa melihat gigi atasnya berada dalam keadaan miring. Jadi kita akan fokus terhadap gigi belakang bawah pada catatan ini.

     Gigi geraham bawah, terutama gigi bungsu, biasanya memiliki sejumlah penyulit.

     Akar giginya biasanya bengkok, yang bisa menyebabkan patah, pada saat pencabutan, atau dekat dengan persyarafan.

Syaraf yang dimaksud adalah syaraf yang bertanggungjawab terhadap pembukaan dan penutupan mulut,

     Kalau sampai syaraf ini “terganggu” selama proses pencabutan, maka si pasien akan mengalami kesulitan untuk membuka dan atau menutup mulutnya selama beberapa bulan ke depan.

     Iya, serius.

     Bukannya menakut-nakuti, tapi doktergigigaul membicarakan kemungkinan terburuk yang “mungkin” terjadi.

     Jadi, untuk pertanyaan diatas, apakah pencabutan gigi bisa mempengaruhi syaraf? Jawabannya, mungkin.

     Tapi itu terjadi jika dan hanya jika tidak ada foto Ro gigi yang dapat menentukan apakah syaraf tersebut bisa terganggu selama pencabutan gigi atau tidak.

     Maka, sebaiknya sebelum pencabutan gigi, dilakukan foto Ro gigi yang bersangkutan dulu. Tidak hanya sebatas pada gigi geraham bawah saja, tetapi sebaiknya semua gigi yang akan dilakukan pencabutan.

     Minimal kalau ada akar yang bengkok dan kemungkinan patah waktu pencabutan bisa disiasati.

     Memang tidak semua daerah di Indonesia sudah terfasilitasi Rontgen gigi. Biasanya minimal, setiap rumah sakit ibukota propinsi sudah memiliki fasilitas ini. Kalau kamu ngerasa gak yakin dan mau cari aman, minta dokter gigi kamu mengkonsul atau merujuk kamu ke RS tersebut.

     Yang penting, jangan semakin takut untuk melakukan pencabutan gigi. Kalau gigi rusak tidak dicabut, justru akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Gigi Geraham Pertama – Gigi Penuh Masalah?

Ada seorang bapak dateng ke Puskesmas untuk mencabut gigi anaknya yang tinggal sisa akar. Anaknya berumur lebih kurang 9-10 tahunan. Katanya, gigi tersebut sering kumat dan bikin sang anak jadi terganggu makan dan tidurnya.

     Makan gag enak, tidur gag nyenyak. [Hmm, ni sih kayaknya bukan sakit gigi, tapi kayaknya gara-gara penyakit malarindu: memikirkan si jantung hati..]

     Gigi si anak adalah gigi nomor 6 dari depan, atau gigi geraham [baca: molar] tetap pertama, di mulut bawah.

Nanti, kapan gigi penggantinya tumbuh lagi, Dok?“, tanya si bapak.

Gak ada lagi gigi penggantinya, Pak. Sayangnya, anak bapak bakalan ompong sampe tua” jawab doktergigigaul penuh pesona.

 

Si Bapak terhenyak.
Doktergigigaul jadi ngerasa gak enak.
Si Bapak meraung-raung.
Doktergigigaul nyumpel mulut si Bapak pake gayung.

Tidak ada ibu yang tersakiti dalam adegan ini.

Mungkin ada beberapa orangtua yang punya pertanyaan yang sama [dengan reaksi yang berbeda] dengan si Bapak.

Kok bisa gitu ya? 
Padahal kan, gigi tersebut baru pertama kali dicabut? 
Harusnya masih ada gigi pengganti yang keluar setelahnya?

     Gini loh,gigi susu itu jumlahnya 20 gigi. Sedangkan gigi tetap jumlahnya ada 32 gigi. Secara logika, ada 12 gigi tetap yang tumbuh tanpa menggantikan gigi susu.

     Gigi-gigi  tersebut adalah 3 gigi geraham di mulut atas sebelah kanan, di mulut atas sebelah kiri, di mulut bawah sebelah kanan dan di mulut bawah sebelah kiri.


     Gigi geraham tetap dibagi jadi 3. Salah satunya gigi geraham tetap pertama. Salah dua dan salah tiga-nya, gigi geraham tetap kedua dan ketiga.

Jadi kalo geraham tetap pertama rusak, ya gag ada gigi penggantinya.

     Si korban akan mengalami keompongan seumur hidup..

SE-U-MUR HI-DUP!

     Sebenernya menurut pengalaman pribadi doktergigigaul nanganin pasien di Puskesmas, gigi geraham tetap pertama adalah gigi yang paling sering mengalami masalah. Terutama di mulut bawah. Dan umumnya, berakhir dengan pencabutan.

     Bukan karena takdirnya bermasalah, tapi karena terkondisikan.

     Letaknya yang dekat dengan kelenjar liur, membuat bakteri mudah untuk mengolah sisa makanan yang tidak terbersihkan dengan baik, menjadi lobang di mahkota gigi, karena air liur termasuk salah satu pensupplai kebutuhan bakteri untuk melakukan hal tersebut.

     Kemudian bentuk permukaan giginya yang berparit [baca: fisur] dalam menyebabkan sisa makanan mudah terjebak didalamnya dan sulit terbersihkan dengan baik oleh sikat gigi.

     Tetapi yang lebih penting, bukan gigi geraham tetap pertama ini gigi yang penuh masalah, tetapi kitalah yang membuatnya nampak penuh masalah.

     Mari hindarkan masalah pada gigi geraham tetap pertama ini, untuk menghindarinya “hilang” terlalu cepat, ataupun hilang. Karena gigi geraham tetap pertama ini merupakan pembantu fungsi pengunyahan, untuk menghaluskan makanan yang masuk ke dalam lambung.

Bila gigi geraham sehat dan tidak bermasalah, kesehatan tubuh yang baik juga akan tercapai!

     Sayangi diri kamu, sayangi anak, ponakan, tetangga yang masih muda belia! Suruh pihak yang berkepentingan buat mantengin terus MagaHaya dan rajin kontrol ke dokter gigi per 6 bulan sekali untuk konsultasi dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk menjaga gigi geraham tetap pertama ini. Jauhkan gigi geraham pertama dari anggapan, gigi penuh masalah.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

 

Baca artikel ini

Ngebenerin “Ginsul”? Jangan!

Pada umumnya, orang yang memiliki gigi ginsul ingin gigi ginsulnya tersebut sesegera mungkin dirapihkan. Alasannya, mengganggu penampilan, bicara dan lain sebagainya. 

Sebelumnya, @doktergigigaul pernah membahas mengenai gigi ginsul di artikel ini, mengenai, apakah sebaiknya ginsul tersebut dirawat atau dicabut.

Meskipun pada intinya, kalau gigi ginsul tersebut tidak menimbulkan keluhan, sebaiknya tidak diganggu gugat sama sekali.

     Sepenuhnya kembali ke pasiennya untuk memutuskan apakah giginya ingin dicabut atau tidak.

     Tetapi sebagai bahan pertimbangan, ada hal yang ingin doktergigigaul bagi untuk MagaHaian yang ingin ginsulnya dicabut atau dirapihkan.

     Sementara beberapa orang ingin merapihkan ginsulnya dengan dicabut atau dirapihkan dengan kawat gigi, di Jepang tersedia klinik khusus yang menyediakan jasa memodifikasi gigi. Khususnya untuk mengginsulkan gigi!

     Plaisir Dental Salon di distrik Ginza laris didatangi gadis-gadis Jepang yang ingin menjajal perawatan untuk memperpanjang, menajamkan gigi hingga me-tidakrata-kan gigi mereka.

     Gigi yang tadinya rata bisa di’ginsul‘kan sesuai permintaan pasiennya.

     Mau gigi apa aja, terserah.

     Yang penting bayar.

Pake duit bukan pake daun.

     Gigi ginsul atau gigi yang tidak rata, yang dalam bahasa Jepang disebut yaeba atau ‘gigi ganda’, adalah hal yang bisa bikin mereka tampil makin eksis dan percaya diri.

Memiliki gigi yaeba dianggap lebih cantik dan cute ketimbang wanita-wanita dengan gigi rapi

     Bertentangan dengan yang terjadi di Indonesia, dimana remaja putrinya berusaha “memakai” behel sebagai tuntutan trend masa kini, di Jepang, memakai behel adalah hal yang harus dihindari karena justru dianggap tidak trendi.

Layanan ini menggunakan lapisan gigi palsu yang ditempelkan ke gigi asli dengan menggunakan lem khusus, sehingga bisa memunculkan efek “ginsul”.

     Meskipun belum diketahui tingkat keamanan lem yang digunakan ini dan berapa lama ketahanan lapisan gigi palsu tersebut, layanan ini tetap laris manis diserbu remaji [baca: remaja putri] Jepang.

     Kalau kamu ngerasa gag pe-de dengan ginsul kamu, doktergigigaul sarankan segera urus visa kamu dan mulai packing ransel ke Jepang.

Jadi gak selalu kan, gigi ginsul dianggap sebagai hal yang aneh? 😀

Salam MagaHaya!

sumber: tabloidbintang
Baca artikel ini

Mulut Kering – Ketahui dan Atasi!

Masih banyak anggapan di masyarakat kalau mulut kering adalah akibat dari penyakit panas dalam. Akibatnya banyak yang “mengobatinya” hanya dengan mengkonsumsi larutan bening  yang gencar diiklankan sebagai pereda masalah mulut kering tersebut.

Larutan yang cuman bikin kantong jadi kering.

     Padahal, banyak hal lebih serius sehubungan dengan kesehatan gigi yang berhubungan dengan mulut kering ini.

Mulut kering adalah suatu keadaan atau kondisi, dimana mulut berada dalam keadaan kering. – (^^)?

     Hal ini muncul akibat adanya gangguan pada produksi air ludah oleh kelenjar air ludah.

      Mulut kering, yang dikenal dengan istilah medis: Xerostomia, dapat disebabkan oleh berbagai hal.

Stress [baca: galau] dan konsumsi obat-obatan tertentu adalah penyebab yang paling sering dikaitkan dengan keadaan mulut kering ini.

     Meskipun sebenernya, mulut kering juga dapat disebabkan oleh kerusakan syaraf pada cedera kepala akibat trauma, penyakit stroke sampai penyakit Alzheimer.

     Jika kondisi mulut kering ini hanya muncul sesekali saja dalam rentang tahunan, masih bisa dikatakan simpangan normal. Menyimpang dari keadaan mulut normal yang seharusnya lembab dn basah, tapi masih termasuk normal.

     Namanya juga manusia. Sesekali pasti muncul galaunya juga.

Apalagi Grup 5G. Gak Galau Gak Gahol Gituloh.

     Padahal selain mulut kering, galau bisa bikin gigi jadi berlubang

Kembali, ke.. tanktop! #eaa!

     Namun, jika mulut kering terjadi sering, dan lama sembuhnya, ini harus mulai diwaspadai. Mungkin produksi air liur mengalami gangguan.

     Ingat, air liur memiliki berbagai  fungsi penting dan bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut. Jangan sampai produksinya terganggu.

Produksi air liur atau saliva yang normal dalam sehari adalah lebih kurang 1,5 liter.

Gag percaya? Berhenti membaca, siapkan baskom emak kamu dan mulai mengiler seharian..

     Bila kurang dari 1,5 liter perhari, maka kondisi mulut bisa mulai terasa mengering. Sebaiknya segera periksakan keadaan atau kondisi tersebut ke dukun dokter gigi terdekat.

     Tetapi ingat! Mulut Kering tidak sama dengan Bibir Kering, apalagi Kantong Kering..

Mulut kering adalah kekeringan yang berlaku untuk seluruh organ tubuh didalam rongga mulut.

     Mulai dari Bibir,  Lidah, Langit-langit, Pipi, Keroncongan, eh Kerongkongan sampai GIGI. Gejala yang muncul adalah haus, rasa tidak enak waktu mengunyah makan hingga mulut yang terasa bau.

     Bibir kering adalah kekeringan yang terjadi hanya dibibir saja, [layaknya janji-janji manis pejabat]. Biasanya gejala yang terlihat adalah sudut bibir berkerak dan bibir berkondisi pecah pecah hingga lecet.

     Makanya, sebelum mulut kamu kering dan muncul masalah yang udah disebutin sama doktergigigaul diatas, atau mungkin MagaHaian udah mengalamai gejala dan masalah yang doktergigigaul sebutin diatas, segera maen-maen ke praktek doktergigi terdekat dan konsultasikan masalah ini.

Cegah sebelum terlambat!

Salam Magahaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes