Tag Archives | Komplikasi

6 Penyebab Gigi Berwarna “Kuning”

Gigi berwarna kuning, tidak selamanya merupakan akibat dari jarang menggosok gigi. Tetapi bisa jadi warna “kuning” tersebut memang warna alami gigi kamu.

Meskipun bisa jadi, warna kekuningan gigi kamu adalah hasil dari beberapa faktor yang selama ini tidak atau kurang kamu sadari.

Gigi berwarna “kuning” atau “kekuningan” dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya:

1. Faktor Natural atau Alami

Tidak semua orang beruntung memiliki gigi yang mendekati warna putih. Karena ada beberapa orang yang memiliki warna “kekuningan”.

Sebenarnya sebagian besar dari permukaan terluar gigi (enamel) manusia berwarna putih. Namun, lapisan di bawahnya yang disebut dentin secara alami berwarna kuning.

Dalam beberapa kondisi, lapisan paling luar (enamel) yang tidak mengalami mineralisasi secara baik menyebabkan warna email menjadi kurang “tebal” (jelas). Hal ini membuat warna dentin yang (kuning) lebih jelas sehingga tampaklah gigi tersebut berwarna “kuning”

Kamu tidak dapat mengubah warna gigi alam ini, kecuali  menggunakan metode pemutihan gigi secara profesional oleh dokter gigi.

2. Kebersihan Gigi dan Mulut

Kamu dapat mengatakan “gigi kuning dapat menyebabkan berbagai macam masalah” tetapi kebersihan gigi dan mulut yang buruk selalu menyebabkan gigi berwarna kuning (bersama dengan sejumlah masalah gigi dan mulut lainnya)

[bctt tweet=”Kebersihan gigi dan mulut yang buruk adalah penyebab utama gigi yang berwarna kuning.” username=””]

3. Faktor Makanan/ Minuman

Makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat bertanggung jawab atas terjadinya perubahan warna pada gigi. Makanan seperti teh, kopi, dan soda mempunyai efek “mewarnai” gigi

4. Waktu

Kamu harus menerima kenyataan bahwa “kuning”nya gigi adalah bagian dari berjalannya waktu [baca: terjadinya penuaan]. Namun sebaiknya kamu juga berhati-hati  dalam menjaga kebersihan.

Selama jangka waktu tertentu agen stain (bahan yang melekat pada permukaan gigi) dapat menimbulkan warna kuning pada gigi kamu. Semakin banyak agen stain yang melekat pada permukaan terluar (email) gigi kamu, maka akan menutupi warna putih (email) gigi kamu dan akhirnya warna kuning gigi akan terlihat.

5. Pengaruh Obat

Beberapa pengobatan yang kurang tepat atau “terpaksa” dilakukan pada waktu kamu masih kecil bisa menyebabkan perubahan warna gigi dari putih.  Tetrasiklin adalah obat yang bertanggungjawab atas perubahan warna gigi kamu. Dan ada beberapa obat lain yang dapat dimintai pertanggungjawabannya.

6. Kebiasaan Buruk

Merokok dan mengunyah tembakau juga menyebabkan stain (warna) pada gigi oleh karena adanya deposit atau akumulasi nikotin pada gigi.

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

“Masalah” Tumbuh Gigi Pada Anak: Demam – Ketahui dan Atasi

Alkisah, 3 hari yang lalu, ada seorang ibu, mantan pacar pasien yang datang ke praktek rumah. Kedatengan pasien sebenernya hal biasa, tapi kali ini “masalah” yang dibawa..RUAR BIASA!

     Si ibu dateng mo konsultasi, soal anaknya yang udah 3 hari demam gag sembuh-sembuh. Padahal udah ke puskesmas buat berobat.

     Terlepas dari pasien yang notabene adalah fans berat yang khilaf terpesona pada doktergigigaul – sampe nyuruh ‘doktergigi’ ngobatin demam -, mungkin kelihatannya agak gag nyambung, antara gigi dengan demam pada anak-anak. Tetapi, percaya gag percaya, sebenernya ADA.

     Khususnya pada saat periode pertumbuhan gigi susu atau pergantian dari gigi susu ke gigi tetap.

     Karena pada periode-periode ini terjadi proses “perobekan” gusi oleh gigi yang keluar dari dalamnya.

    

     Analogikan seperti bayi yang baru lahir dan merobek *tiiit*.

Perih, temans..perihs..

     Nah, proses perobekan tersebut menyebabkan timbulnya reaksi yang diistilahkan inflamasi. Dan secara ilmiah, disetujui, bahwa proses inflamasi memiliki 5 gejala. Salah satunya menghasilkan panas. Panas ini yang dikenal dengan DEMAM. [Meskipun, waktu tubuh kita kekurangan cairan, tubuh juga akan mengeluarkan alarm berupa DEMAM supaya kita segera menambah asupan aer ke tubuh]

     Nah,banyak orangtua yang masih belum memahami hubungan ini.  Demam yang ada dianggap sebagai tanda PENYEBAB penyakit.

     Padahal bukan..

     Demam ini adalah gejala penyerta, bukan penyebab. Jadi selama proses inflamasi masih berlangsung, ya demamnya akan selalu ada. Tapi begitu proses berhenti [baca: gigi telah berhasil menembus gusi, ya demamnya hilang dengan sendirinya.

Jadi, secara kasarnya, kalo si anak kuat menahan sakit yang ada, gag perlu dikasih obat demam buat ngilangin sakitnya.

     Tetapi untungnya, obat demam dan penahan sakit berada dalam satu paket. 1 obat bisa mengatasi 2 keluhan tersebut sekaligus :menyeringai: jadi obat yang dikasih buat nahan sakit bisa untuk ngilangin demam yang ada juga.

Tipikal orang Indonesia. Selalu ‘beruntung’ dalam segala suasana..

     Namun yang sering terlupakan juga adalah, bahwa asal proses ini bukanlah HANYA demam biasa, melainkan adanya proses inflamasi. Dan obat yang diberikan kadang tidak mengatasi proses inflamasi yang ada. Mangkanya [<- bukan buah] demamnya akan selalu ada walaupun udah minum obat penurun panas.

Yang diperlukan, selain obat penurun panas adalah obat pereda gejala inflamasi

     Sekarang udah tau, jadi, kalo ada anak, keponakan, cucu deelesbe [dlsb – dan lain sebagainya] yang mengalami demam berkepanjangan, dan “kebetulan” berada dalam periode pertumbuhan atau pergantian gigi susu, coba konsultasikan kemungkinan ini dengan dokter yang merawatnya.

     Siapa tau..jodoh..#ehh

     Siapa tau..bener, maksudnya..

“Masalah” Tumbuh Gigi Pada Anak: Demam – Ketahui dan Atasi > sumber: internet
Baca artikel ini

Cabut Gigi Mengakibatkan Kematian

Catatan ini, dari satu sisi pandang, mungkin bisa menyebabkan ketakutan untuk melakukan pencabutan gigi pada beberapa orang. Meskipun, dari sisi pandang yang lain, catatan ini bisa lebih menyadarkan MagaHaian, betapa pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

 

PERHATIAN!

Jangan melanjutkan membaca catatan ini kalau merasa akan “terpengaruh” negatif soal pencabutan gigi.

Lanjutkan jika dan hanya jika MagaHaian merasa “siap”.

     Pencabutan gigi sebenernya adalah pilihan terakhir yang ditawarkan oleh dokter gigi. Inipun dilakukan setelah doktergigi menilai bahwa gigi yang bersangkutan tidak lagi memungkinkan untuk dilakukan penambalan atau perawatan syaraf.

cabut gigi mati

       Tetapi sayangnya, pencabutan gigi justru menjadi pilihan “utama” masyarakat.

       Pemikiran yang berkembang, kalo gigi yang menyebabkan sakit sudah hilang, penyakit otomatis juga akan hilang.

Walaupun beberapa lebih suka “melihara” sakit gigi yang ada

     Tetapi yang tidak dipikirkan lebih lanjut adalah komplikasi yang mungkin ditimbulkan dari pencabutan gigi.

     Sebelumnya doktegigigaul pernah membhas komplikasi-komplikasi ini. Komplikasi ke mata dan ke syaraf adalah salah duanya.

     Pada dasarnya, pencabutan gigi adalah prosedur bedah kecil yang aman. Tetapi pada beberapa kondisi, hal ini bisa mengarah ke hal yang serius. Salah satunya kematian!

     Kondisi yang menyebabkan hal ini, antara lain:

1. Pasien tidak atau kurang jujur mengenai kondisi kesehatan tubuhnya secara umum.

     Pasien tidak mengetahui secara pasti apakah dirinya menderita penyakit tertentu yang bisa menimbulkan komplikasi pada pencabutan gigi seperti, diabetes, darah tinggi atau jantung. Atau pasien berbohong pada doktergigi -bahwa giginya sedang kumat sakit- agar pencabutan gigi bisa dilaksanakan secepatnya.

     Padahal, gigi yang sedang kumat, mengindikasikan adanya bakteri yang masih aktif dalam bentuk pus [nanah]. Kalo bakteri aktif inibercampur dengan darah, dan tersebar sampai ke jantung, hal ini bisa menyebabkan jantung berhenti bekerja dan menyebabkan kematian

2. Pasien menganggap sepele sakit gigi yang dideritanya.

     Pasien merasa sakit gigi bukan masalah serius, meskipun telah menyebabkan bengkak.

     Padahal bengkak ini adalah nanah yang bisa menyebar ke dalam rongga-rongga yang ada di kepala.

     Beberapa rongga-rongga di kepala seharusnya tidak terisi apapun. Bila rongga yang seharusnya tidak terisi ini, terisi, maka bisa menyebabkan kematian.

3. Pasien menganggap remeh kejadian ikutan setelah ekstraksi.

     Salah satu yang paling fatal adalah perdarahan. Perdarahan yang tidak berhenti setelah 24 jam adalah hal yang serius. Segera berkonsultasi dengan dokter gigi yang melakukan pencabutan apabila hal ini terjadi.

Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak bisa berakibat fatal.

     Salah duanya adalah sakit yang tak kunjung padam. Sakit atau nyeri berkelanjutan juga merupakan hal serius yang harus segera dikonsultasikan dengan doktergigi yang melakukan pencabutan.

4. Pasien memaksa doktergigi untuk melakukan pencabutan, atau melakukan “pencabutan” sendiri.

     Meskipun prosedur cabut gigi termasuk prosedur aman, hal ini hanya berlaku apabila dilakukan oleh orang yang tepat dan alat yang tepat.

     Kalau enggag tepat..GAME OVER!

     Doktergigi memiliki pertimbangan tertentu sesuai teori yang diketahuinya, mengenai apakah gigi yang bermasalah bisa dilakukan pencabutan segera atau tidak. Jadi jangan ngeyel kalo doktergigi memutuskan untuk menunda pencabutan gigi.

     Meskipun kasus pencabutan gigi yang berujung kematian masih sangat jarang, tetapi ada satu hal yang pasti, bahwa bukan prosedur cabut giginya sendiri yang menyebabkan kematian. Tetapi hal-hal setelahnya – yang tidak tertangani dengan tepat – yang menyebabkan kematian.

     Jangan ragu dan bimbang kalo kamu merasa ada yang gag beres setelah kamu melakukan pencabutan gigi. Segera berkonsultasi ulang adalah hal yang terbaik dilakukan.

     Lebih baik lagi, kalo kamu gag harus melakukan pencabutan gigi. Hal ini bisa tercapai dengan rutin menjaga kesehatan gigi dan mulut kamu -menyikat gigi minimal 2 kali sehari – dan silaturahmi rutin dengan doktergigi minimal setiap 6 bulan sekali.

Jangan jadikan pencabutan gigi momok yang menakutkan. Cabut gigi kamu bila memang diperlukan, tentunya setelah berkonsultasi secara lengkap dan menyeluruh dengan doktergigi.

Salam Magahaya!

sumber:internet
Baca artikel ini

Tukang Gigi, Riwayatmu Kini..

Entah karena doktergigigaul terlalu sibuk begaol, ato emang doktergigigaul kurang peka kabar terbaru kedokteran gigi, ternyata ada sebuah berita meng-heee-boooh-kan, sekaligus sedikit melegakan seputar dunia gemerlap Kedokteran Gigi.

Berita ini seputar Tukang Gigi.

Selama ini, profesi tukang gigi menjadi suatu permasalahan yang dianggap serius oleh para praktisi profesional di bidang Kedokteran Gigi [dalam bahasa manusianya: Dokter Gigi]. Karena beberapa tukang gigi ini ‘kadang’ bekerja terlalu berani, tanpa memiliki dasar pengetahuan formal yang cukup.

Meskipun ada pepatah yang mengatakan, bahwa Pengalaman Adalah Guru Terbaik, tetap saja dalam dunia Kedokteran Gigi yang memiliki resiko tinggi, dasar pengetahuan formal yang cuku adalah harga mutlak yang diperlukan.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan segala sesuatu yang ‘hidup’ adalah hal yang serius.

Tukang gigi yang seharusnya menjalankan “profesi”nya, hanya sebatas pembuatan gigi palsu, telah melangkahi batas yang ada dan melakukan tindakan-tindakan seperti, pencabutan gigi, penambalan gigi, perawatan syaraf hingga pemasangan kawat gigi.

Beberapa bahkan melengkapi “praktek”nya sehingga terkesan seperti dokter gigi, dan pemerintah seakan tidak bisa mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini

Ya iyalah, kan yang ada juga istilah Langkah TEGAP [Maju Jalan], bukan Langkah TEGAS..

Tetapi, sekarang semuanya mulai menunjukkan perubahan yang baik.

Sesuai berita dari hariansumutpos.com, PerMenKes RI No.1871/MENKES/PER/IX/2011  yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan RI tanggal 5 September 2011, menyatakan bahwa pelayanan soal kesehatan gigi dan mulut, hanya boleh ditangani tenaga kerja yang berwenang, dalam hal ini Dokter Gigi [Gaul].

Bukan perawat gigi dan bukan juga Ahli Gigi. Atau Band GIGI.

Istilah “profesi” Tukang Gigi akan ditiadakan dan dinyatakan tidak berlaku lagi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ini kabar bagus, terutama untuk doktergigi.

Bayangin aja. DokterGigi yang telah melalui serangkaian pendidikan formal mengharukan aja masih harus melakukan uji kelayakan [kompetensi] sebelum melakukan praktek di lapangan. Sedangkan tukang gigi yang ilmunya bersifat herediter alias turun temurun, bisa langsung melakukan pekerjaan doktergigi tersebut?

Tapi ingat, ini bukan bertujuan mematikan mata pencaharian sekelompok orang. Tetapi yang harus dipertimbangkan adalah, ini sebagai suatu upaya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulutnya.

Aman dalam artian, segala prosedur merupakan rangkaian tindakan standar yang telah dipertimbangkan secara ilmiah baik dan buruk yang mungkin terjadi. Pelaku tindaan perawatan [baca: dokter gigi] mengetahui tindakan apa yang harus segera dilakukan dalam kondisi “terburuk”.

Penderita atau pasien mendapat perawatan dari pelaku tindakan yang telah layak dan teruji oleh negara, keahlian dan  kecakapannya.

Nyaman, karena tidak ada kemungkinan pasien “diilempar-lempar” karena dokter gigi tidak mau menangani pasien “bekas” tukang gigi. Dan pasien mendapat tanggung jawab penuh oleh pelaku tindakan perawatan masalah kesehatan gigi dan mulut.

Semoga hal ini bisa segera disosialisasikan kepada seluruh masyarakat “awam”, melalui media formal atau informal, cetak maupun elektronik berskala nasional, sehingga Kedokteran Gigi Inonesia bisa segera mencapai tahapan profesional yang menjamin mutu dan kualitas, untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang maksimal.

Yang masih berobat ke tukang gigi dengan kondisi “tidak terpaksa”, segeralah kembali ke jalan yang benar, dan yang masih mencari alternatip pengobatan gigi selain ke dokter gigi karena takut, segera diberikan kekuatan untuk mengahdapi dokter gigi yang telah ada.

Aamiin.

Akhir kata, Hidup Dunia Kedokteran Gigi Indonesia!

Salam hangat!

sumber: internet
Baca artikel ini

Gusi Berdarah – Cegah dan Atasi Sekarang Juga!

     Setelah sebelumnya dijelaskan mengenai penyebab Gusi Berdarah, sekarang akan dilanjutkan dengan cara mengatasi dan mencegah gusi berdarah.

     Gusi Berdarah harus sesegera mungkin diatasi, sebelum berkembang menjadi hal yang lebih serius yaitu peradangan jaringan pendukung gigi.

Peradangan jaringan pendukung gigi mengakibatkan hal-hal yang kurang baik, diantaranya, gigi tanggal atau terlepas dengan sendirinya!

     Langkah awal yang dilakukan, adalah membersihkan plak yang mungkin menempel pada gigi MagaHaian. Sebab, ini adalah penyebab utama secara umum dari gusi berdarah.

Sikat gigi secara teratur, minimal 2 kali sehari dengan cara dan tehnik yang tepat.

     Selanjutnya harus diperiksakan ke doktergigi apakah ada plak yang telah mengeras menjadi karang gigi.

     Meskipun karang gigi dianggap sebagai penyebab periodontitis [peradangan jaringan pendukung gigi], tapi tidak tertutup kemungkinan karang gigi menjadi biang kerok peradangan gusi [gingivitis] yang menyebabkan pendarahan gusi.

Jangan membersihkan karang gigi kamu dengan self-service [dengan pencongkel, dlsb].

Salah penanganan, akan menyebabkan periodontitis atau peradangan jaringan pendukung gigi timbul menyertai peradangan gusi kamu

     Selanjutnya, sekalian kamu di doktergigi, tanyakan ke doktergiginya, apa penyebab lain yang mungkin menjadi akar permasalahan gusi berdarah.

     Apakah ketidak seimbangan hormon, penyakit tertentu, obat-obatan atau yang lainnya, seperti kebiasaan salah [seperti cara dan tehnik menyikat gigi yang salah] atau kebiasaan buruk, seperti merokok.

     Jangan malu dan menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya. Nanti penanganannya gag tepat kamu juga yang rugi.

     Penanganan gusi berdarah dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Jadi sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter gigi kamu, untuk mengetahui apa penyebab gusi berdarah yang kamu alami, supaya penanganan yang dilakukan bisa tepat guna.

Penanganan yang lebih dini dapat menghindarkan kejadian yang lebih buruk. Ayo, tangani dan cegah gusi berdarah kamu, SEKARANG!

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Gusi Berdarah: Apa dan Kenapa – Bagian 1 dari 2

Pernah gak, lagi bengong-bengong bego ato nangkring-nangkring gembira tiba-tiba ngerasa kalo mulut kamu “asin”? Dan ternyata, begitu ngeludah, ludah kamu berwarna merah tercampur dengan darah?

     Ato pas lagi sikatgigi, tiba-tiba odol dan sikat gigi kamu berubah warna, juga kemerahan karena darah, kaya yang di iklan iklan?

Kalo salah satu pertanyaan diatas menghasilkan jawaban iya, berarti keadaan mulut kamu berada dalam red zone [zona “merah“] .

     Secara kiasan dan literal.

     Gusi kamu dan atau jaringan pendukung gigi kamu berada dalam keadaan meradang. Akut atau sedang berlangsung.

Peradangan pada gusi disebut gingivitis, dan peradangan jaringan pendukung disebut periodontitis.

Gingivitis adalah awal periodontitis. Tetapi tidak semua gingivitis berkembang menjadi periodontitis.

Kenapa gusi dan atau jaringan pendukung gigi bisa sampe meradang? Apa ajah penyebabnya?

     Okeh, dokergigigaul jelaskannya di Bagian 2 aja yaw.. Biar penasaran 🙂

Semoga bermanfaat.

sumber: internet
Baca artikel ini

Gigi Berlubang? Jangan Asal Cabut!

     Kemaren doktergigigaul didatengin pasien perempuan yang pengen cabut gigi. Tapi setelah melakukan pemeriksaaan awal, dokergigigaul memutuskan untuk menunda pencabutan gigi tersebut karena sedang “sakit”, waktu dilakukan tes ketuk.

     Ketuk lindri..

     Sempat terjadi perdebatan panjang dengan pasien tersebut, yang “memaksa” supaya gigi tersebut dicabut aja.

     Alesannya dah gak,gak,gak kuat..gak,gak,gak kuat.. nahan sakitnya lagi.

     Sebenernya,banyak pasien dengan “penyakit” seperti ini. Memaksa untuk dicabut. Soalnya, pada belum tahu, komplikasi apa yang bisa terjadi, kalo memaksakan mencabut gigi yang lagi “sakit”.

Sakit disini, adalah sakit yang terasa waktu dokter gigi melakukan tes ketuk [baca: perkusi] dan tes tekan [baca: palpasi].

     Tes ketuk dan tekan ini dilakukan untuk berbagai tujuan. salahsatunya untuk mengetahui apakah ada rasa sakit yang timbul pada saat dilakukannya tes ini.

     Rasa sakit yang timbul pada saat dilakukan tes ketuk dan tekan ini, pada umumnya menandakan adanya kelainan di ujung akar gigi yang bersangkutan atau sekitar gigi yang bersangkutan. Dalam hal ini apakah ada pembentukan pus [baca: nanah] atau tidak.

     Pus atau Nanah yang ada ini bisa menghalangi bius, yang nantinya disuntikkan untuk dapat berfungsi sebagaimana maksudnya.

     Suntik bius yang dilakukan bertujuan supaya pasien gag ngerasain sakit, waktu lagi dieksekusi.

     Kalo biusnya gag bekerja, ya percuma aja dibius.

     Terus, kalo ada pembentukan nanah di ujung akar atau sekitar gigi, nanah ini bisa “keluar” waktu giginya “berhasil” dicabut. Dan nanah ini bisa terbawa air liur, dan tertelan. Masuk sampai ke organ dalaman perut.

Ujung-ujungnya..bermasalah..

     Makanya, lebih baik menunda dulu pencabutan dan mengonsumsi obat yang diperlukan. Supaya, kalopun ada nanah atau proses penyakit yang sedang berlangsung, telah diatasi terlebih dahulu.

     Jadi, bius yang disuntikkan bisa bekerja atau berjalan total -melaksanakan tugasnya dengan baik- sehingga pencabutan gigi tidak menimbulkan sakit.

     Juga, pus [baca: nanah] yang mungkin ada, juga telah hilang total, dan tidak menyebabkan komplikasi pada organ dalaman, bila sampai tertelan, baik sengaja maupun tidak..

     Dokter gigi bekerja berdasarkan prosedur tetap yang telah ada. Dan semua bertujuan demi kenyamanan kedua belah pihak. Pasien dan dokter gigi.

     Percayalah..percayalah..

     Jangan memaksakan asal cabut gigi yang sedang sakit, semata-mata hanya untuk membebaskan diri dari siksaan sakit. Bisa-bisa, bukan sakitnya hilang, malah ada tambahan sakit di kemudian waktunya..

     “Nurut” pada saran doktergigi, akan mencegah hil-hil yang tidak diangankan.

     Selalu berkonsultasi dengan dokter gigi untuk hal yang terbaik untuk tindakan pencabutan gigi.

     Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

4 Tips Atasi Rasa Takut Ke Dokter Gigi

Banyak surel [baca: e-mail] yang masuk ke inbox doktergigigaul berkonsultasi soal gigi bungsu. Meski berbeda, tapi intinya tetap satu jua. Walaupun sakit yang ada kadang menyiksa, tapi mereka masih takut untuk pergi ‘berobat’ ke dokter gigi.

     Padahal udah doktergigigaul jelaskan sebelomnya, rugi, kalo takut sama dokter gigi.

     Tapi rupanya, berhubung blog ini belom terkenal, jadi masih banyak yang belom tahu soal hal tersebut.

#memang_fakta #memang_nyata

     Nah, buat yang pengen tahu soal artikel tersebut, bisa langsung meluncur ke TKP. Kalo ada yang udah baca tapi masih tetep takut ke dokter gigi, pada kesempatan yang berbahagia ini, doktergigigaul akan memberikan 4 tips untuk mengatasi rasa takut ke dokter gigi.

Pertama. Usahakan untuk melakukan silaturahmi dengan doktergigi pada pagi hari.

     Mood seseorang berada pada keadaan yang paling baik pada pagi sampai sebelum tengah hari. Mandi pagi selalu memberikan setruman semangat untuk menjalani aktivitas kamu.

Kedua.  Beristirahatlah yang cukup pada malam sebelum pergi ke dokter gigi.

     Kurang istirahat atau tidur bisa memancing rasa stress berlebihan. Kalo profesi kamu mengharuskan kamu ‘begadang’ sampai pagi, atur supaya perawatan kamu dilakukan pada sore hari, setelah kamu cukup beristirahat [baca: tidur] di siang harinya.

Ketiga. Jangan berencana menutupi fakta yang ada kalo kamu takut ke dokter gigi.

     Jangan karena kamau merasa akan “malu” dan minder dengan mengutarakan hal tersebut, kamu tidak sepenuhnya jujur ke dokter gigi. Ceritakan semua uneg-uneg yang kamu miliki kepada dokter gigi. Dokter gigi biasanya akan memberikan “perhatian khusus” kepada pasien yang memiliki rasa takut terhadap doktergigi.

Kalo si dokter tampaknya cuek-beibeh aja terhadap curcolan kamu, mending langsung permisi aja sebelum dieksekusi lebih lanjut..

Keempat. Siapkan pengalih perhatian terbaik. Musik.

     Musik merupakan pengalih perhatian yang diakui cukup efektif. Dengarkan lagu favorit kamu selama perawatan untuk menghindari mendengar suara alat dokter gigi, seperti bor dan kompressor yang mungkin membuat ngilu.

     Beberapa praktek dokter gigi telah menyediakan fasilitas musikal ini. Tetapi gag ada salah dan dosanya, kamu mempersiapkan “musik” kamu sendiri.

     Isi ponsel kamu dengan lagu favorit kamu, jangan lupa siapkan juga handsfree. Biar suara musik terfokus langsung pada telingamu, sekalian menutupi langsung lubang telinga kamu. Kalo kamu punya walkman dengan headphone, akan lebih baik lagi.

Kelima. Banyak bercerita.

     Dengan banyak bercerita, kamu gag akan merasa sedang berhadapan dengan “lawan” tetapi berhadapan dengan “kawan”. Dokter gigi juga akan senang mendengar cerita pasiennya. Atau membahas berita terkini, termasuk gosip 😀

Doktergigi juga manusia..

     Doktergigi bukan untuk ditakuti. Dengan sering bersilaturahmi dengan dokter gigi, kesehatan gigi dan mulut kamu akan terus berada dalam kondisi maksimal, yang bisa berimbas langsung pada kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan.

Salam Magahaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes