Tag Archives | Kebiasaan Buruk

Jangan Sikat Gigi Waktu Mandi Pagi!

Iklan salah satu pasta gigi menyarankan, untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Sikat gigi pagi dan malam. Tetapi ada hal “tersembunyi” yang belum banyak diketahui dan dipahami masyarakat.

Ya, iyalah, gak banyak diketahui, namanya juga “tersembunyi: [-.-“]

Jadi, apa sebenarnya hal “tersembunyi” tersebut?

Begini, lho. Iklan tersebut menyarankan menyikat gigi pagi dan malam hari. Pada malam hari jelas, tergambar kalo menyikat gigi dilakukan sebelum tidur, tapi pagi harinya, kapan?

Doktergigigalau,eh,gaul yakin, kalo MagaHaian, sebagian besar melakukannya pada saat mandi pagi.

Kayak lagu, “Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi

Kalo hal tersebut dianggap “bener”..berarti kamu mungkin berada dalam kesalahan dan masalah besar.

Seharusnya, sikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan. Tujuannya, supaya sisa makanan bekas sarapan gag ada yang nempel di gigi [dengan bantuan plak] yang bisa berpotensi menimbulkan lubang gigi.

[bctt tweet=”Menyikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan” username=””]

Bayangkan.. kalo MagaHaian sarapan jam 7 pagi, dan baru tidur jam 10 malam. Berarti bateri mendapat waktu 15 jam untuk bekerjamembolongi gigi. Padahal waktu ideal yang dibutuhkan hanya sekitar 12 jam untuk mulai berkembangbiak.

Jadi dapet bonus 3 jam. Dikali 7 hari dalam seminggu? Dikali 30 hari dalam sebulan?

Ancorr dunia persilatan.

Gigi jadi makin rentan untuk berlubang.

Tetapi kalo menyikat giginya setelah sarapan, dan makan siang sekitar jam 1, berarti gigi kamu”hanya” akan terpapar bakteri selama 9 jam. dan bangun lagi jam 5-6, akan terpapar sekitar 7-8 jam.

Bakteri tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang terlalu biak [ada gag ya istilah ini?] Gigi akan terlindungi dari kemungkinan lubang gigi.

Aman.

Lain ceritanya, kalo kamu mandinya setelah sarapan. Kalo kayak gitu skenarionya, sah-sah aja buat sikat gigi waktu mandi pagi.

Memang rasanya akan “aneh” kalo harus makan sebelum sikat gigi. Mulut berasa “asem-asem” gitu. Tapi, itu “pengorbanan” yang harus dijalankan untuk mendapat keadaan kesehatan gigi yang baik.

Saran doktergigigaul ada 2:

  1. Cuci muka dan berkumur dulu setelah bangun tidur, baru mengeksekusi sarapan, dan selanjutnya mandi pagi dan gosok gigi. [ kalo gag kesiangan bangun]
  2. Bangun tidur, mandi dan gosok gigi dulu, sarapan, setelah itu gosok gigi lagi.

Mana yang dianggap paling gag memberatkan boleh dipilih, dipilih, dipilih!

Jangan biarkan sisa sarapan tertinggal lama di gigi karena tidak dibersihkan [baca: diskiat/ digosok] setelahnya.

 

[bctt tweet=”Sikat gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.” username=””]

Ocreh!?

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Gusi Berdarah: Apa dan Kenapa – Bagian 1 dari 2

Pernah gak, lagi bengong-bengong bego ato nangkring-nangkring gembira tiba-tiba ngerasa kalo mulut kamu “asin”? Dan ternyata, begitu ngeludah, ludah kamu berwarna merah tercampur dengan darah?

     Ato pas lagi sikatgigi, tiba-tiba odol dan sikat gigi kamu berubah warna, juga kemerahan karena darah, kaya yang di iklan iklan?

Kalo salah satu pertanyaan diatas menghasilkan jawaban iya, berarti keadaan mulut kamu berada dalam red zone [zona “merah“] .

     Secara kiasan dan literal.

     Gusi kamu dan atau jaringan pendukung gigi kamu berada dalam keadaan meradang. Akut atau sedang berlangsung.

Peradangan pada gusi disebut gingivitis, dan peradangan jaringan pendukung disebut periodontitis.

Gingivitis adalah awal periodontitis. Tetapi tidak semua gingivitis berkembang menjadi periodontitis.

Kenapa gusi dan atau jaringan pendukung gigi bisa sampe meradang? Apa ajah penyebabnya?

     Okeh, dokergigigaul jelaskannya di Bagian 2 aja yaw.. Biar penasaran 🙂

Semoga bermanfaat.

sumber: internet
Baca artikel ini

Tangani Dan Cegah Karies Botol Susu, Sekarang!

Catatan ini merupakan sambungan dari catatan sebelumnya, mengenai perkenalan awal terhadap Karies Botol Susu.

     Pada catatan ini, doktergigigaul akan memberitahukan cara me-nangan-i [tanpa meng-kaki-i] karies botol susu yang [mungkin] telah terjadi. Sekaligus cara mencegah supaya gigi si kecil yang masih baik tidak terkena Karies Botol Susu.

Penanganan [tanpa pengkakian] korban karies botol susu ini bervariasi tergantung keadaan.

     Pada kerusakan yang sudah sangat parah, bila usia pasien masih terlalu muda biasanya pencabutan akan dihindarkan.

     Hal ini bertujuan agar gigi permanen yang kelak menggantikan posisinya dapat tumbuh secara baik di rahang dan tidak mengalami gangguan posisi.

     Misalnya berjejal, bertumpuk, miring atau sedikit ginsul.

     Menurut penelitian doktergigigaul terbaru, gigi yang kurang rapih bisa menurunkan “passing grade” untuk bisa diterima saat penembakan pacar [asli ngaco, jangan percaya]

     Kecuali, kalau keadaan sisa akar yang ada, mengiritasi jaringan lunak di sekitarnya seperti bibir atau pipi, atau kemungkinan akan menjadi pusat infeksi bagi gigi-gigi lain dan atau jaringan pendukung giginya, dokter gigi akan mempertimbangkan pencabutan.

Tetapi kalau tidak disarankan, sebaiknya mengikuti instruksi dokter gigi. Jangan memaksa ingin dicabut supaya “terlihat” lebih baik.

     Pada kerusakan yang ringan, dimana masih berupa lubang kecoklatan di sekitar gigi, apabila memungkinkan akan dilakukan penambalan.

       Tetapi dengan syarat tertentu.

Lubang yang terlalu dalam akan didahului dengan perawatan saluran akar sebelum dilakukan penambalan.

     Namun, apabila si pasien kurang bisa diajak bekerjasama, karena masih terlalu kecil, mungkin hanya dilakukan pencegahan kontrol diet [makanan dan minuman] untuk mengurangi asupan gula.

     Yang paling baik tentu saja mencegah supaya karies botol susu ini tidak terjadi pada anak.

     Berikut tips yang dapat dokter gigi gaul berikan, untuk menghindarkan gigi anak terkena karies botol susu.

1. Sebisa mungkin hindari anak menyusu SAMPAI tertidur. 

     Usahakan supaya si anak mau minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur, untuk mengurangi kadar gula yang menempel pada gigi.

     Apabila tidak bisa menyuruh si anak untuk minum air putih, bersihkan mulut si anak menggunakan kain lembut basah yang telah dibasahi air. tujuannya sama  yaitu untuk mengurangi kadar gula pada mahkota gigi

      Kalau bisa menghindari kebiasaan ngedot lebih baik lagi. Jangan terbawa sampai tua.

 2. Aplikasikan bahan “pelapis” pada gigi anak.

     Bahan pelapis ini bisa didapatkan di dokter gigi. Hal ini berfungsi sebagai “jaket” bagi gigi si anak. menangkal segala bentuk gula menempel pada mahkota gigi.

3. Memberikan tambahan fluor untuk gigi si anak, yang berbeda dengan “pelapis”.

     Fluor ini memiliki fungsi menguatkan gigi, supaya bakteri tidak terlalu cepat menghasilkan lubang pada mahkota gigi.

4. Kontrol rutin ke dokter gigi

     Hal ini bertujuan agar, apabila ada keadaan yang nantinya dapat menjurus pada pelubanagan mahkota gigi, dapat diatasi sesegera mungkin oleh dokter gigi dengan melakukan penambalan. 

     Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Kontrol rutin akan menimbulkan biaya yang lumayan, tetapi hal ini mencegah pengeluaran yang lebih besar nantinya sekaligus sebagai harga yang harus dibayar untuk penampilan yang menawan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Awas! Gigi Si Kecil Bisa Jadi Korban Karies Botol Susu

Banyak orang tua-orang tua yang datang ke Puskesmas hendak mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya yang umumnya diistilahkan sebagai keropos atau”geges”.

     Empat gigi depan rahang atas anak-anak mereka tinggal sisa akar saja. Bukan ompong, tapi nampak ‘ompong’.

     Bingung maksudnya seperti apa, kan?

     Sama.. #ehh?

     Gak,gak, maksudnya kalo bingung, lihat ilustrasi berikut.

     Udah mulai konek sekarang?

     Nah, keadaan ini ada istilah khususnya di kedokteran gigi dan mulut.

Karies Botol Susu.
Bahasa Enggris-nya: Nursing Bottle Caries.

     Atau pada beberapa komunitas kedokteran gigi , ada yang mengistilahkan hal ini dengan istilah  Early Childhood CariesKaries Awal Masa Kanak-kanak

     Karies itu artinya Lubang  [dalam hal ini, pada gigi]. Botol itu artinya Botol. Dan, Susu itu artinya Susu. /[-.-“] 

     Kesimpulannya ~> Lubang pada gigi yang terjadi karena berhubungan dengan Botol Susu [Iya, kadang doktergigigaul pun suka kagum akan ‘jauh’nya arti suatu istilah dengan penjabaran literal-nya]

Ini bukan sesuatu hal yang diturunkan dari orang tua ke anaknya, tetapi hal yang didapat karena pengaruh hal-hal tertentu

     Meskipun sisa akar gigi sama sekali tidak ber-fisik seperti lubang, tetapi sisa akar adalah akibat dari gigi berlubang, Dan asal muasal gigi berlubang itu berhubungan dengan botol susu, yaitu mengkonsumsi susu menggunakan botol sebelum tidur dan tidak sempat membersihkan gigi sampai si anak tertidur dan akhirnya bangun pagi hari.

Gula dari susu yang menempel pada mahkota gigi, merupakan bahan bantuan bagi plak [cari di MagaHaya biar lebih jelas apa plak ini] untuk berkreasi menghasilkan lubang pada gigi.

 

 

     Meskipun pada awal-awal tidak langsung tampak. Hal ini terjadi setelah kejadian rutin yang berulang setelah sekian lama.

     Jujur aja, sulit sekali menghindari hal ini. Doktergigigaulpun merasakan hal tersebut.

Bayi atau anak rewel tengah malam, ibu butuh istirahat dan bapak kurang ‘sensitif’ adalah pemicu kejadian pencucukkan botol susu ke mulut bayi atau anak untuk membuatnya ‘tenang’.

     Kalau Karies Botol Susu [KBS] ini udah keburu menginvasi gigi anak/ bayi, gag banyak yang bisa dilakukan.

Tapi kabar baiknya, hal ini [masih] dapat dicekal [cegah tangkal]

     Kalau belum terlalu besar lubangnya bisa dilakukan penambalan. Kalau udah tinggal sisa akar dan menimbulkan iritasi pada jaringan lunak [bibir dan atau lidah], maka dilakukan pencabutan. Atau dilakukan observasi sampai gigi penggantinya tumbuh.

     Yang penting dikonsultasikan ke doktergigi.. Jangan sampai..

TOWEWEWEWEWEW!

     Meskipun pada akhirnya gigi susu akan tergantikan oleh gigi permanen, ada beberapa fakta yang perlu diketahui

  • Apabila bayi atau anak sudah terkena KBS ini, biasanya gigi penggantinya akan mudah pula terkena gigi berlubang.
  • Pengaruhnya tidak terjadi hanya pada periode atau masa gigi susu saja, tetapi berkemungkinan berlanjut sampai ke masa/tahapan gigi permanen. Jadi gigi permanen bisa mengalami karies atau lubang lanjutan hasil Karies Botol Susu ini.
  • Gigi susu yang rusak terlalu cepat akan mengakibatkan susunan gigi permanen tidak akan rapih [berjejal] pada saat pergantian gigi.

     Gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanen. Gigi susu yang baik, akan menghasilkan susunan gigi permanen yang rapih pula 😀

     Dan ingat,, ini bukan untuk menjadi perhatian para ibu-ibu aja ya, tapi juga bapak-bapak 🙂 Gag ketinggalan MagaHaian yang punya ponakan atau adek yang masih dalam “jangkauan tembak” Karies Botol Susu ini..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Baca artikel ini

Bakso vs Es Jeruk? – Gigi Yang Kalah!

     Udah 3 hari ini, si kodok kerak-kerok aja gak berhenti minta hujan. Tapi ada untungnya. Cuaca jadi gag bisa semena-mena panasnya. Sejuk menggelora dimana-mana. Seperti manusia gag normal pada umumnya, perut jadi gampang laper. Bawaannya jadi kayak orang ngidam, kelimpungan nyari makanan yang anget-anget kuku.

     Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel: 10 Hal [Gag] Penting Tentang @doktergigigaul, warung bakso langsung jadi sarana utama pelampiasan. [Daripada, entar anaknya ileran terus?]

     Sampai disana, ternyata warung baksonya gag rame..tapi rame banggets! Lumayan, biasanya kesempatan jadi lebih besar buat ngeliat yang ‘sehat-sehat’ [sambil bawa ‘monyet’-nya] makan bakso. Mirip kayak kata bijak “Sekali cangkul dua tiga pulau terlewati

     Waktu duduk, sambil nunggu pesenan, doktergiggaul secara sengaja mendengar pesanan meja sebelah. [Kalo ada yang penasaran, sebelah yang dimaksud adalah sebelah kanan].

“Bakso 2, Jeruks [Jeruk Pake eS – red] 2!”

Haa, ini dia nih, yang didemenin sama doktergigigaul. Harus ‘dicontoh’. Pilihan kombinasi makanan dan minuman yang paling gag bagus buat kesehatan gigi. Jadi giginya gag sehat. Kalo gigi-nya gag sehat kan, pasti jadi banyak kerjaan buat dokter gigi [*menyeringai bahagia*]

Meskipun sebenernya, sebagai dokter gigi abnormal lainnya, doktergigigalaupun kadang suka kelepasan mengkombinasikan hal tersebut [tapi kejadian-nya udah lama banget, kira-kira 2 hari yang lewat, lah. doktergigigaul sendiri udah gag begitu inget lagi kapannya..]

Perubahan suhu yang terjadi pada gigi secara mendadak dapat menyebabkan lapisan email gigi teraniaya dengan sempurna.

Samakan dengan kejadian ini. Rebus telor. Angkat, Langsung masukin dalam air es. Terus rebus lagi. Angkat lagi.

Percobaan pertama mungkin efeknya gag akan langsung kelihatan, tapi setelah percobaan  ke 321 mudah-mudahan…[semoga, demi pertaruhan nama baik #berbisik] cangkang telornya akan rapuh. [gag percaya? langsung tes aja sendiri]

Cangkang telor itu diumpamakan email [kayak iklan pasta gigi yang di tipi *korban iklan] yang menerima deraan panas dan dingin yang silih berganti. Nasib akhir email mahkota gigi kurang lebih akan seperti itu.

     Jikalau [sedapp, jikalau..gaul gitu loh] sudah terbiasa melakukan hal itu, mungkin sulit untuk merubahnya seketika. Jadi yang sebaiknya MagaHaian lakukan mungkin memodifikasi dulu kebiasaan tersebut sedikit-sedikit.

Berikut tips yang mungkin layak dipertimbangkan:
1. Pesan bakso dingin [*pake es?* ya iyalah, kalo gak nanti jadi BAKO..] dan minuman dingin. Jadi gak akan merusak gigi. Kan sama-sama dingin..

2. Bawa uang pas-pasan. Hanya cukup untuk ongkos pulang-pergi dan beli bakso. Jadi gag mungkin bisa mesen minuman dingin. tar malu, duitnya kurang..

3. Jangan beli minuman pake es. Misalnya Kopi Ginseng. Pesen ke yang ngorder “Kopi GINENG 1” jadi dia tahu kalo kamu mau kopi ginSeng gak pake eS..

Atau kamu bisa mencoba untuk menunggu kurang lebih 20-30 menit sebelum diusir mulai mesen minuman dingin vaforit [<- yang protes sama ejaan ini, disumpahin alisnya rontok sebelah kiri doang] kamu. Karena suhu dimulut biasanya sudah dalam keadaan “siap” untuk menerima itu.

Salam MagaHaya!

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Berhenti Memakai Tusuk Gigi

     Masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan TUSUK GIGI sebagai alat bantu untuk “membersihkan” gigi mereka. Padahal banyak hal negatif yang ditimbulkan alat yang satu ini..

     Tusuk gigi yang sejatinya dari kayu atau bambu telah mengalami banyak modifikasi. Batang korek api, ranting pohon sampai peniti telah menggantikan fungsinya disaat benda ini tidak tersedia.

tusuk gigi

 

Efek yang terasa mungkin gigi menjadi nyaman dan bersih, karena sisa makanan yang sebelumnya ada “menghilang” terangkat oleh benda ini.

     Tapi dibalik fungsinya yang “membersihkan” ada hal [negatif] lain yang belum banyak diketahui masyarakat.

Tusuk gigi dipakai dengan cara mencolok/ menusuk dan mengungkit. 

     Gerakan menusuk atau mencolok tusuk gigi ini dapat mengganggu jaringan pendukung gigi. Jaringan pendukung gigi [baca: jaringan periodontal] adalah jaringan disekitar gigi yang berfungsi menahan gigi pada tempatnya [baca: soket].

     Gerakan menusuk tersebut menimbulkan trauma pada jaringan periodontal, yang mengakibatkannya mengalami peradangan.

Bila jaringan pendukung gigi ini rusak maka dapat dipastikan gigi lama-lama akan “goyah” karena tidak ada lagi yang mendukungnya.

     Dan kerusakan jaringan periodontal merupakan salah satu penyebab timbulnya Bau Mulut

Kemudian gerakan mengungkit.

     Gerakan mengungkit yang kita lakukan dapat menyebabkan gigi bergeser dari tempatnya. Apabila ada ruang kosong di salah satu sisi gigi yang diungkit, maka akan tercipta jarak antara gigi.

     Apabila tidak ada ruangan kosong, maka gigi yang diungkit akan mengalami pergeseran tempat. “Pergeseran” gigi akan menyebabkan gigitan gigi atas dan bawah berubah.

Bila gigitan [baca: oklusi] gigi berubah, maka akan timbul keluhan di sendi rahang. Keluhan yang umumnya nyeri atau sakit ini akan timbul pada saat kita membuka dan atau menutup mulut. Saat makan dan bicara hingga menguap.

     Jadi sebisa mungkin, jaga keadaan gigi kita supaya tetap “baik”, dengan menghindari kebiasaan buruk penggunaan tusuk gigi dari sekarang. Alternatif dari penggunaan tusuk gigi adalah menggunakan dental floss [benang gigi].

     Berhenti menggunakan tusuk gigi dari sekarang! Ciptakan keadaan mulut bebas masalah!

Salam MagaHaya!
sumber: internet
Baca artikel ini

Pengaruh Buruk Menggigit Kuku Terhadap Kesehatan Gigi

Masih ada diantara MagaHaian yang menggigit kuku kalo gak ada kerjaan? Menggigit kuku merupakan kebiasaan [buruk], yang pada sebagian orang seakan telah mendarah daging.

Tapi tahu gak, kalo menggigit kuku mempunyai pengaruh negatif bin buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut kamu?

     Menggigit kuku yang dalam bahasa ajibnya, onychophagia [onycho = kuku – phagia = makan, jadi sebenarnya artinya adalah makan kuku] sebagian besar dilakukan anak kecil dan remaja, terutama wanita.

     Biasanya ini merupakan langkah “pelarian” waktu lagi stress atau gugup atau sedang merasa bosan.

Perilaku lainnya yang “senada” adalah memainkan rambut dan menggeretakkan gigi

     Tapi yang kurang disadari para penggigit kuku ini, pada saat proses tersebut berlangsung, kuman-kuman yang berada di bawah kuku melakukan perpindahan tempat. Begitupun yang dilakukan oleh bakteri mulut.

     Nah, pada saat menggigit kuku terlalu bersemangat atau terlalu dalam, kulit pada kutikula kuku terangkat dan menyebabkan terbukanya ‘jalan masuk’ bakteri ke dalam tubuh, bakteri mulut yang tadi berpindah segera “masuk” dan bisa menimbulkan masalah.      Kebiasaan menggigit kuku juga bisa mem’bangkitkan’ peradangan gusi.

Tekanan kecil berulang pada gigi akan menekan jaringan pendukung sekitar gigi dan pada akahirnya berimbas ada peradangan jaringan pendukung gigi.

      Bila jaringan pendukung gigi sudah terinfeksi [baca:meradang] maka gusi akan secara langsung maupun tidak langsung akan meradang pula.

Gusi kamu bisa berdarah secara tiba-tiba, ataupun berdarah pada saat menggosok gigi.

     Kalo udah seperti ini keadaannya, segera temui atau berkonsultasi dengan Dokter Gigi kamu.

Salam MagaHaya!

sumber:internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Menghisap Jari – Efek Terhadap Gigi dan Mulut

Dokter Gigi Gaul dihubungi untuk diminta menjadi partisipan [baca: juri] dalam lomba gigi sehat Balita, dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional yang [katanya] terjadi pada tanggal 23 Juli.

     Pertamanya Dokter Gigi Gaul tersunjang tersanjung bisa mendapat kesempatan berharga tersebut. Pasang iklan baris di koran, update status di Facebook, dan gak lupa, ngabarin semua saudara dari Sabang sampai Merauke. Dari pulau Roti sampai pulau We.

    Tetapi, ternyata, eh, ternyata, selain pesan tersebut, ada satu pesan sponsor lain yang harus di”penuhi”. [yah, kurang lebih kaya kalo lagi dapet award atau ikutan giveaway gichu deh]. Yaitu, Dokter Gigi Gaul harus mencari satu Balita [Bawah Lima Tahun] yang bukan Batita [Bawah Tiga Tahun] untuk dijadikan wakil [baca: peserta lomba] dari domisili daerah tempat Dokter Gigi Gaul berada.

     Terpaksa Dokter Gigi Gaul melakukan cek TKP ke PAUD-PAUD dan ato Playgroup dan ato DayCare, untuk menemukan balita “terpilih” tersebut.

     Nah, di satu tempat [dirahasiakan demi kode etik] Dokter Gigi Gaul menemukan kasus yang ajipp banget. Balita yang memiliki kebiasaan menghisap jari [tapi udah sampe ke taraf yang parah banget]

     Sayang orangtuanya gak setuju, Dokter Gigi Gaul melakukan dokumentasi.

Menghisap jari, sebenarnya adalah refleks. Efeknya menurut sahibul hikayat, “memberi ketenangan” atau “perasaan tenang” untuk seseorang [anak ataupun dewasa].

Lebih dari 1/3 bayi mengisap jari [jempol] pada tahun pertama kehidupannya.

     Bahkan ada kemungkinan kebiasaan ini ada sejak kita berada dalam kandungan

    Normalnya, kebiasaan ini bisa berhenti dengan sendirinya pada usia lebih dari 5 tahun. Tetapi kadang bisa bertahan sampai usia remaja dan dewasa.

Bila terjadi hal tersebut, biasanya menandakan adanya suatu depresi atau ketegangan dalam kehidupan pribadi seseorang tersebut [yang melanjutkan kebiasaannya hingga dewasa].

     Jika telah berlangsung lama dan dahsyat, timbul kelainan pada gigi geliginya seperti berikut.

Perhatikan gigi bagian atas yang lebih maju [baca: ginong] dibandingkan gigi bawahnya. Hal ini disebabkan tekanan yang dihasilkan dari permukaan ibu jari [jempol] pada saat dihisap.

     Karena gigi depan terdorong maju, gigi belakang kehilangan “penahan” di bagian depan dan akhirnya “mengikuti” maju ke depan. terciptalah “ruangan” atau jarak antara satu gigi dengan gigi lainnya di bagian atas.

      Sedangkan gigi bawah, jadi terhambat “pertumbuhan” ke atasnya [baca: erupsi] karena tertahan oleh jempol yang segede jengkol yang nangkring dengan setia hampir setiap hari. Gigi depannya berbentuk “lembah” [tinggi di tepi, rendah di tengah].

Selain itu gigi atas dan bawah tidak bisa teradu secara sempurna.

     Terbentuk satu ruangan atau pemisah diantara mereka – di bagian depan [gigi belakang tetap beradu sempurna – karena tidak terganggu si Jempol].

Keadaan ini diistilahkan sebagai open-bite [gigitan terbuka] dalam dunia pergigian.

     Open-bite dapat menyebabkan pembentukan karang gigi yang lebih cepat dan lebih banyak dari manusia tanpa kebiasaan ini. Akibatnya, penampilan buruk, mulut jadi bauk. Parahh..

      Tapi perlu digarisbawahi, ini adalah kasus yang sudah terlambat dan ekstrem. Tidak semua kebiasaan menghisap jari akan berakibat seperti itu, tetapi “bisa“ berakibat seperti itu bila tidak dihentikan dengan segera.

     Ada yang memiliki kebiasaan menghisap jari, tapi tampak cantik atau ganteng. Tetapi sebenarnya tersimpan sebuah “bom waktu” yang siap menimbulkan masalah di kemudian hari.

     Jadi kalo ada sodara, abang, kakak, teteh, adik, ipar, ponakan, pacar [?] yang kamu tahu punya kebiasaan buruk menghisap jari ini, segera instruksikan untuk mendatangi Dokter Gigi untuk penanganan yang tepat dan cepat.

     Jangan sampai semuanya terlambat dan hanya disesali.

Salam MagaHaya

 sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes