Tag Archives | Gigi Berlubang

Jangan Sikat Gigi Waktu Mandi Pagi!

Iklan salah satu pasta gigi menyarankan, untuk menyikat gigi minimal 2 kali sehari. Sikat gigi pagi dan malam. Tetapi ada hal “tersembunyi” yang belum banyak diketahui dan dipahami masyarakat.

Ya, iyalah, gak banyak diketahui, namanya juga “tersembunyi: [-.-“]

Jadi, apa sebenarnya hal “tersembunyi” tersebut?

Begini, lho. Iklan tersebut menyarankan menyikat gigi pagi dan malam hari. Pada malam hari jelas, tergambar kalo menyikat gigi dilakukan sebelum tidur, tapi pagi harinya, kapan?

Doktergigigalau,eh,gaul yakin, kalo MagaHaian, sebagian besar melakukannya pada saat mandi pagi.

Kayak lagu, “Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi

Kalo hal tersebut dianggap “bener”..berarti kamu mungkin berada dalam kesalahan dan masalah besar.

Seharusnya, sikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan. Tujuannya, supaya sisa makanan bekas sarapan gag ada yang nempel di gigi [dengan bantuan plak] yang bisa berpotensi menimbulkan lubang gigi.

[bctt tweet=”Menyikat gigi pagi yang tepat dilakukan setelah sarapan” username=””]

Bayangkan.. kalo MagaHaian sarapan jam 7 pagi, dan baru tidur jam 10 malam. Berarti bateri mendapat waktu 15 jam untuk bekerjamembolongi gigi. Padahal waktu ideal yang dibutuhkan hanya sekitar 12 jam untuk mulai berkembangbiak.

Jadi dapet bonus 3 jam. Dikali 7 hari dalam seminggu? Dikali 30 hari dalam sebulan?

Ancorr dunia persilatan.

Gigi jadi makin rentan untuk berlubang.

Tetapi kalo menyikat giginya setelah sarapan, dan makan siang sekitar jam 1, berarti gigi kamu”hanya” akan terpapar bakteri selama 9 jam. dan bangun lagi jam 5-6, akan terpapar sekitar 7-8 jam.

Bakteri tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang terlalu biak [ada gag ya istilah ini?] Gigi akan terlindungi dari kemungkinan lubang gigi.

Aman.

Lain ceritanya, kalo kamu mandinya setelah sarapan. Kalo kayak gitu skenarionya, sah-sah aja buat sikat gigi waktu mandi pagi.

Memang rasanya akan “aneh” kalo harus makan sebelum sikat gigi. Mulut berasa “asem-asem” gitu. Tapi, itu “pengorbanan” yang harus dijalankan untuk mendapat keadaan kesehatan gigi yang baik.

Saran doktergigigaul ada 2:

  1. Cuci muka dan berkumur dulu setelah bangun tidur, baru mengeksekusi sarapan, dan selanjutnya mandi pagi dan gosok gigi. [ kalo gag kesiangan bangun]
  2. Bangun tidur, mandi dan gosok gigi dulu, sarapan, setelah itu gosok gigi lagi.

Mana yang dianggap paling gag memberatkan boleh dipilih, dipilih, dipilih!

Jangan biarkan sisa sarapan tertinggal lama di gigi karena tidak dibersihkan [baca: diskiat/ digosok] setelahnya.

 

[bctt tweet=”Sikat gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.” username=””]

Ocreh!?

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Seputar Gigi Berlubang: Mitos vs Fakta

Apa kamu selalu menghindari lemon karena takut kandungan asamnya merusak gigi? Atau, kamu sangat membatasi konsumsi dingin karena takut gigi berlubang atau linu? Ayo, ketahui lebih lanjut, apakah pendapat ini hanya sekedar mitos yang berkembang di masyarakat, atau sebaliknya adalah fakta yang perlu kamu ketahui!

Untuk membantu kamu mendapatkan pemahaman yang tepat, berikut beberapa mitos dan faktar seputar gigi berlubang menurut Kimberly A. Harms, DDS, seorang Consumer Advisor American Dental Association.

 1. Konsumsi “dingin” merupakan penyebab utama gigi berlubang

Mitos.

Air dingin tidak berpengaruh secara langsung terhadap gigi berlubang. Gigi berlubang disebabkan oleh asam yang diproduksi oleh bakteri di dalam mulut. Bakteri akan mengonsumsi karbohidrat, yang salah satunya adalah gula. Konsumsi minuman dingin yang beredar di masyarakat, umumnya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang tinggi.

Penyebab gigi berlubang adalah gula, bukan dingin.

Tetapi, yang perlu diwaspadai adalah, makanan lain seperti beras, kentang, roti, buah-buahan dan sayuran juga termasuk karbohidrat. Saat Anda mengonsumsi makanan ini, bakteri akan aktif dan memproduksi asam yang bersifat melubangi gigi.

“Begitu terbentuk lubang kecil, maka bakteri akan mempunyai tempat aman yang tidak bisa dijangkau oleh sikat gigi,” terang Harm. Bakteri ini akan terus mengolah karbohidrat, menghasilkan asam, sehingga lubang di gigi semakin melebar.

Apakah konsumsi karbohidrat harus dikurangi? Menurut Harm, bukan jumlahnya tetapi lama paparan yang mempengaruhi kerusakan gigi. Jika Anda makan banyak karbohidrat saat makan siang, itu hanyalah satu paparan besar. Tapi, jika Anda terus-terusan minum minuman bergula sepanjang hari, maka dikatakan paparan berkelanjutan.”Dan ini jauh lebih membahayakan kesehatan gigi.”

2. Terpapar makanan asam seperti lemon bisa “merusak” gigi

Fakta.

Merusak, bukan melubangkan gigi. Tetapi tidak hanya lemon. Makanan asam seperti jeruk sitrus, atau minuman ringan bisa membahayakan email gigi. “Asam bisa mengikis lapisan email pelindung gigi dan membuat gigi jadi rapuh,” terang Harm. Jika Anda kehilangan lapisan pelindung, maka gigi cenderung lebih mudah rusak.

3. Anak-anak berisiko lebih besar menderita gigi berlubang dibandingkan orang dewasa

Mitos.

Kerusakan gigi pada anak selama 20 tahun terakhir, menurut Harm, telah bisa dikurangi hingga setengahnya dengan bantuan air yang mengandung fluor beserta perawatan lainnya.

Di sisi lain, jumlah gigi berlubang justru meningkat pada orang dewasa. Peningkatan ini, menurut Harm, dipicu oleh berbagai hal termasuk penggunaan obat yang bersifat mengeringkan mulut dengan cara mengurangi air liur.

Air liur sangat penting dalam melawan kerusakan gigi dengan cara menetralkan asam, mengeluarkan bakteri, mencegah makanan lengket ke gigi, serta mengandung komponen yang bersifat desinfektan.

4. Obat Penahan Sakit yang ditempatkan di dalam gigi berlubang  akan membantu meredakan sakit gigi

Mitos.

Sakit gigi hanya bisa dikurangi atau diredakan dengan cara menelan obat penahan sakit tersebut. Obat penahan sakit, menurut Harm, bersifat asam dan jika diletakkan di samping gigi justru akan membakar jaringan gusi dan menyebabkan bengkak.

[bctt tweet=”Obat penahan sakit sebaiknya diminum, tidak ditabur ke (dalam) gigi” username=””]

5. Begitu gigi diobati, maka kerusakan pun akan turut berhenti

Fakta.

Menurut Harm, Anda mungkin kembali mengalami kerusakan gigi tetapi di area gigi yang lain. Bagian rusak yang telah diperbaiki dan dirawat dengan cara menggosok dan flossing biasanya tidak akan mengalami kerusakan kembali.

Akan tetapi, bahan yang digunakan untuk menutup lubang (filling) bisa saja bertambah tua dan batas perlekatannya dengan gigi menjadi retak. Dan karena area tersebut tidak bisa dicapai oleh sikat gigi, maka bakteri bisa masuk dan kembali memicu kerusakan baru.

6. Ruang di antara gigi mempengaruhi kemungkinan gigi berlubang

Fakta.

Jika ada jarak kecil antara gigi yang satu dengan yang lain dan tidak bisa dibersihkan, maka Anda lebih berisiko mengalami gigi berlubang.

“Jarak yang lebih besar lebih mudah untuk dibersihkan, dan sepanjang ruang renggang ini bebas bakteri, kemungkinan gigi berlubang pada jarak yang lebar lebih kecil.”

Jadi, jangan percaya apa-apa sebelum baca artikel MagaHaya! atau konsultasi sama Dokter Gigi Gaul di MagaHaya! 😀

Salam hangat

Baca artikel ini

Karies [Gigi] – Apa Yang Perlu dan Belum Banyak Diketahui

Doktergigigaul didatengin seorang bapak yang berencana untuk melakukan kontrol rutin kesehatan gigi dan mulutnya. Seperti biasa, setelah si pasien didudukkan di ‘kursi panas’, doktergigigaul langsung mengajukan pertanyaan pertama senilai Rp. 50.000.

     Egh, salah kuis. Maaf.

     Maksudnya doktergigigaul langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh kesehatan gigi geligi dan sekitarnya.

 untuk alasan privasi, illustrasi sengaja disamarkan #gag penting

     Dan seperti biasa juga, si bapak akan ikut berdiri di dekat anaknya untuk melihat keadaan gigi geliginya. Biasanya cuman buat senyum-senyum manja aja waktu tiba bagian doktergigigaul ngomong ‘Giginya bagus ya..’

     Tapi kali ini si Bapak terperangah, karena doktergigigaul gak melakukan bagian omongan tersebut. Alih-alih ngomong gitu, doktergigigaul bilang ‘Wah, giginya ada kariesnya, ya..’

     Akhirnya, sekarang giliran doktergigigaul [tiba juga] buat senyum-senyum manja ke si Bapak. Senyum, yang dalam bahasa Inggrisnya: income.

Kembali ke terperangah.

     Si Bapak kayaknya bingung-bingung disko sama maklumat doktergigigaul.

‘Tapi, Dok, kan gigi anak saya kayaknya gag ada yang berlubang? Bukannya karies itu berarti lubang gigi?’

     Nah, ini sesuatu yang perlu diluruskan.

Karies gigi, bukanlah istilah untuk lubang gigi. Karies adalah istilah untuk penyakit infeksi. Karies yang terjadi pada gigi, disebut dengan karies gigi.

    

     Namun karena umumnya orang datang dengan keadaan gigi yang sudah berlubang -sebagai tanda penyakit karies-, doktergigi mengistilahkan lubang ini: Gigi si Anu Berkaries.

     Doktergiginya gag salah. Lubang gigi menandakan gigi si anu  ber[baca:terkena] karies, tetapi pasien menangkapnya gigi berkaries adalah gigi berlubang. Jadi, karies=lubang.

     Analoginya, kita menyebut ‘si anu naek Vespa‘. Padahal secara literal berarti, si anu naek [motor bermerek] Vespa. Tapi kita menganggap bahwa motor  si anu=Vespa.

     Jadi termasuk wajar kalo si Bapak pun menganggap aneh gigi anaknya dibilang ‘berlubang’ padahal ‘lubang’nya gag nampak.

Awal perjalanan penyakit karies dimulai dengan bercak berwarna coklat atau putih.

     Semua gigi yang memiliki bercak kecoklatan atau keputihan di permukaan emailnya dapat didiagnosa terkena karies. Dan belum nampak secara fisik lubang pada gigi, meskipun gigi telah terkena karies.

karies insipien superfisialis

Karies adalah penyakit, bukan ‘kondisi’ lubang pada gigi

     Perkembangan selanjutnya karies menjadi lubang, dijelaskan pada artikel ini.

     Jaga terus kesehatan gigi kamu dengan rutin menyikat gigi dan kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. [Penyakit] karies dapat dicegah, jadi cegah sebelum terlambat.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Kenapa Gigi Berlubang Sebaiknya Dirawat?

Dari sekian banyak kasus yang doktergigigaul tanganin di Puskesmas, gigi berlubang adalah menu rutin yang pasti dijumpai setiap hari.

     Lebat, botak, gondrong, gak pandang bulu, semuanya  tampaknya terdistribusi rata. Kalo tiap ketemu sama orang yang punya gigi berlubang, doktergigigaul dikasi 1000 perak aja, pasti saat ini doktergigigaul dah gak perlu kerja lagi.

     Kaya Raya! Ngasih giveaway tiap hari! 😀

     Bayangin, 70% orang Indonesia mengalami gigi berlubang! Artinya dari 10 orang yang MagaHaian temuin tiap hari, 7 diantaranya punya gigi yang berlubang..

     Dan rata-rata, tindakan yang biasanya dipilih masyarakat tentang gigi berlubang ini gag jauh dari 2 hal. Dicabut atau dibiarkan aja.

     Kedua hal tersebut diatas, manapun yang dipilih, sama-sama menimbulkan masalah di kemudian hari.

     Pasien atau orang yang memilih untuk  dicabut, biasanya akan malas melakukan tindakan lanjutannya, yaitu pembuatan gigi tiruan. Umumnya mereka merasa, ngapain juga mesti bikin gigi tiruan? Yang penting kan udah gag sakit lagi.  Atow, pernah bikin gigi tiruan, tapi gag nyaman, sakit juga. Padahal gigi yang hilang, penting untuk diganti.

     Dan yang ngebiarin gigi berlubang ini, biasanya satu diantara dua golongan. Golongan pertama ngebiarin karena gag [baca: belom] menimbulkan masalah. Yang lainnya lagi, karena udah pernah sakit, tentu gag akan sakit-sakit lagi, ya udah biarin aja.

Capcay, deh..

Gigi berlubang tuh, bukan proses statis. Maksudnya bukan proses yang berhenti dan gag berkembang lagi.

     Gigi berlubang adalah proses dinamis. Akan terus berkembang, berkembang dan berkembang.

     Dan taraf terakhir yang bisa dicapai adalah mencapai tinggal sisa akar, yang harus dicabut juga. Kalo gag bisa jadi sumber infeksi untuk jaringan pendukung gigi, baik yang bersangkutan maupun yang laennya..

     Sayang kan? Nanti kembali lagi ke permasalahan yang pertama.

Padahal, gigi berlubang punya pilihan penanganan yang lain. Yaitu dirawat. Perawatan ini tergantung tingkat keparahan lubang gigi yang ada. Perawatan yang dimaksud, dibagi kedalam 3 golongan besar, yaitu: penambalan, perawatan ruang syaraf gigi, dan perawatan syaraf gigi.

Lubang atau karies gigi dibagi kedalam 4 jenis. Karies Insipien, Karies Superfisialis, Karies Media dan Karies Profunda

Penambalan dilakukan pada gigi berlubang pada keadaan karies insipien dan atau karies superfisialis. Karies jenis ini baru sebatas kerusakan pada email atau sebagian kecil dentin. Tetapi gigi dengan karies media dan profunda, juga dilakukan penambalan setelah dilakukan perawatan tambahan.

Bedakan perawatan ruang syaraf gigi dengan perawatan syaraf gigi. Perawatan ruang syaraf ditujukan untuk memperbaiki TEMPAT, sedangkan perawatan syaraf gigi ditujukan pada ISI.

Perawatan ruang syaraf gigi dilakukan pada kondisi karies media. Karies ini adalah karies atau lubang yang mengenai sebagian besar dentin dan  ruang syaraf gigi,  mengarah ke syaraf gigi.

Perawatan yang dilakukan adalah memperbaiki ruang syaraf gigi, terutama bagian atap ruangan syaraf tersebut, dengan proses yang dinamakan pulp capping. Perawatan ini biasanya dilakukan dalam 2-4 kali kunjungan.

pulp capping

Sedangkan karies profunda, sebelum akhirnya dilakukanpenambalan, harus melewati perawatan syaraf gigi. Karena pada karies tipe ini, bakteri telah berhasil masuk ke syaraf gigi dan menginfeksi bagian tersebut.

Kalo langsung ditambal, infeksi yang ada pada syaraf gigi bisa bikin kamu, minimal menggelinjang semalaman gak bisa tidur. Maksimal menggelepar-gelepar seharian.

Kaya ikan kurang aer. Kaya kasih kurang sayang. Haleuh, lebay..

Sekarang menuju ke permasalahan utama. Sebenernya, apa manfaat gigi berlubang dirawat? Wat? Wat? [baca: What]

 Hmm, ya banyaklah..

Pertama,gigi jadi ga usah dicabut. Tahu kan, komplikasi pencabutan gigi yang mungkin terjadi? Dengan  dirawat, komplikasi tersebut bisa dihindarkan.

Kedua, fungsi pengunyahan kamu gag akan terganggu dengan kehilangan anggotanya. Kalau kamu pikir 1 gigi gag banyak berpengaruh,coba lakukan hal ini. Ambil kertas dan pulpen, kemudian mulai menulis dengan kondisi jempol tangan kamu di tekuk dan gag bersinggungan dengan pulpen. Gimana?

Kemudian, dengan merawat gigi berlubang, gigi kamu gak ompong, otomatis kamu akan menghindari biaya ekstra. Udah bayar buat dicabut, kamu harus ngeluarin duit lagi buat bikin gigi palsu.

Keempat. Kamu gag akan pernah tahu kapan gigi berlubang akan mulai timbul atau datang. Sewaktu-waktu tanpa diduga. Kalo tengah hari bolong masih bisa nyari dokter gigi buat berobat. Kalo tengah malem?

Dan masih banyak manfaat laen yang didapat dari perawatan gigi berlubang.

Intinya, jangan cuma berpikir bahwa gigi berlubang itu harus dicabut, atau lebih parah lagi dibiarkan aja. Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Lebih baik dirawat.

Key? 🙂

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut
 

Baca artikel ini

Tangani Dan Cegah Karies Botol Susu, Sekarang!

Catatan ini merupakan sambungan dari catatan sebelumnya, mengenai perkenalan awal terhadap Karies Botol Susu.

     Pada catatan ini, doktergigigaul akan memberitahukan cara me-nangan-i [tanpa meng-kaki-i] karies botol susu yang [mungkin] telah terjadi. Sekaligus cara mencegah supaya gigi si kecil yang masih baik tidak terkena Karies Botol Susu.

Penanganan [tanpa pengkakian] korban karies botol susu ini bervariasi tergantung keadaan.

     Pada kerusakan yang sudah sangat parah, bila usia pasien masih terlalu muda biasanya pencabutan akan dihindarkan.

     Hal ini bertujuan agar gigi permanen yang kelak menggantikan posisinya dapat tumbuh secara baik di rahang dan tidak mengalami gangguan posisi.

     Misalnya berjejal, bertumpuk, miring atau sedikit ginsul.

     Menurut penelitian doktergigigaul terbaru, gigi yang kurang rapih bisa menurunkan “passing grade” untuk bisa diterima saat penembakan pacar [asli ngaco, jangan percaya]

     Kecuali, kalau keadaan sisa akar yang ada, mengiritasi jaringan lunak di sekitarnya seperti bibir atau pipi, atau kemungkinan akan menjadi pusat infeksi bagi gigi-gigi lain dan atau jaringan pendukung giginya, dokter gigi akan mempertimbangkan pencabutan.

Tetapi kalau tidak disarankan, sebaiknya mengikuti instruksi dokter gigi. Jangan memaksa ingin dicabut supaya “terlihat” lebih baik.

     Pada kerusakan yang ringan, dimana masih berupa lubang kecoklatan di sekitar gigi, apabila memungkinkan akan dilakukan penambalan.

       Tetapi dengan syarat tertentu.

Lubang yang terlalu dalam akan didahului dengan perawatan saluran akar sebelum dilakukan penambalan.

     Namun, apabila si pasien kurang bisa diajak bekerjasama, karena masih terlalu kecil, mungkin hanya dilakukan pencegahan kontrol diet [makanan dan minuman] untuk mengurangi asupan gula.

     Yang paling baik tentu saja mencegah supaya karies botol susu ini tidak terjadi pada anak.

     Berikut tips yang dapat dokter gigi gaul berikan, untuk menghindarkan gigi anak terkena karies botol susu.

1. Sebisa mungkin hindari anak menyusu SAMPAI tertidur. 

     Usahakan supaya si anak mau minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur, untuk mengurangi kadar gula yang menempel pada gigi.

     Apabila tidak bisa menyuruh si anak untuk minum air putih, bersihkan mulut si anak menggunakan kain lembut basah yang telah dibasahi air. tujuannya sama  yaitu untuk mengurangi kadar gula pada mahkota gigi

      Kalau bisa menghindari kebiasaan ngedot lebih baik lagi. Jangan terbawa sampai tua.

 2. Aplikasikan bahan “pelapis” pada gigi anak.

     Bahan pelapis ini bisa didapatkan di dokter gigi. Hal ini berfungsi sebagai “jaket” bagi gigi si anak. menangkal segala bentuk gula menempel pada mahkota gigi.

3. Memberikan tambahan fluor untuk gigi si anak, yang berbeda dengan “pelapis”.

     Fluor ini memiliki fungsi menguatkan gigi, supaya bakteri tidak terlalu cepat menghasilkan lubang pada mahkota gigi.

4. Kontrol rutin ke dokter gigi

     Hal ini bertujuan agar, apabila ada keadaan yang nantinya dapat menjurus pada pelubanagan mahkota gigi, dapat diatasi sesegera mungkin oleh dokter gigi dengan melakukan penambalan. 

     Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Kontrol rutin akan menimbulkan biaya yang lumayan, tetapi hal ini mencegah pengeluaran yang lebih besar nantinya sekaligus sebagai harga yang harus dibayar untuk penampilan yang menawan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Awas! Gigi Si Kecil Bisa Jadi Korban Karies Botol Susu

Banyak orang tua-orang tua yang datang ke Puskesmas hendak mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya yang umumnya diistilahkan sebagai keropos atau”geges”.

     Empat gigi depan rahang atas anak-anak mereka tinggal sisa akar saja. Bukan ompong, tapi nampak ‘ompong’.

     Bingung maksudnya seperti apa, kan?

     Sama.. #ehh?

     Gak,gak, maksudnya kalo bingung, lihat ilustrasi berikut.

     Udah mulai konek sekarang?

     Nah, keadaan ini ada istilah khususnya di kedokteran gigi dan mulut.

Karies Botol Susu.
Bahasa Enggris-nya: Nursing Bottle Caries.

     Atau pada beberapa komunitas kedokteran gigi , ada yang mengistilahkan hal ini dengan istilah  Early Childhood CariesKaries Awal Masa Kanak-kanak

     Karies itu artinya Lubang  [dalam hal ini, pada gigi]. Botol itu artinya Botol. Dan, Susu itu artinya Susu. /[-.-“] 

     Kesimpulannya ~> Lubang pada gigi yang terjadi karena berhubungan dengan Botol Susu [Iya, kadang doktergigigaul pun suka kagum akan ‘jauh’nya arti suatu istilah dengan penjabaran literal-nya]

Ini bukan sesuatu hal yang diturunkan dari orang tua ke anaknya, tetapi hal yang didapat karena pengaruh hal-hal tertentu

     Meskipun sisa akar gigi sama sekali tidak ber-fisik seperti lubang, tetapi sisa akar adalah akibat dari gigi berlubang, Dan asal muasal gigi berlubang itu berhubungan dengan botol susu, yaitu mengkonsumsi susu menggunakan botol sebelum tidur dan tidak sempat membersihkan gigi sampai si anak tertidur dan akhirnya bangun pagi hari.

Gula dari susu yang menempel pada mahkota gigi, merupakan bahan bantuan bagi plak [cari di MagaHaya biar lebih jelas apa plak ini] untuk berkreasi menghasilkan lubang pada gigi.

 

 

     Meskipun pada awal-awal tidak langsung tampak. Hal ini terjadi setelah kejadian rutin yang berulang setelah sekian lama.

     Jujur aja, sulit sekali menghindari hal ini. Doktergigigaulpun merasakan hal tersebut.

Bayi atau anak rewel tengah malam, ibu butuh istirahat dan bapak kurang ‘sensitif’ adalah pemicu kejadian pencucukkan botol susu ke mulut bayi atau anak untuk membuatnya ‘tenang’.

     Kalau Karies Botol Susu [KBS] ini udah keburu menginvasi gigi anak/ bayi, gag banyak yang bisa dilakukan.

Tapi kabar baiknya, hal ini [masih] dapat dicekal [cegah tangkal]

     Kalau belum terlalu besar lubangnya bisa dilakukan penambalan. Kalau udah tinggal sisa akar dan menimbulkan iritasi pada jaringan lunak [bibir dan atau lidah], maka dilakukan pencabutan. Atau dilakukan observasi sampai gigi penggantinya tumbuh.

     Yang penting dikonsultasikan ke doktergigi.. Jangan sampai..

TOWEWEWEWEWEW!

     Meskipun pada akhirnya gigi susu akan tergantikan oleh gigi permanen, ada beberapa fakta yang perlu diketahui

  • Apabila bayi atau anak sudah terkena KBS ini, biasanya gigi penggantinya akan mudah pula terkena gigi berlubang.
  • Pengaruhnya tidak terjadi hanya pada periode atau masa gigi susu saja, tetapi berkemungkinan berlanjut sampai ke masa/tahapan gigi permanen. Jadi gigi permanen bisa mengalami karies atau lubang lanjutan hasil Karies Botol Susu ini.
  • Gigi susu yang rusak terlalu cepat akan mengakibatkan susunan gigi permanen tidak akan rapih [berjejal] pada saat pergantian gigi.

     Gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanen. Gigi susu yang baik, akan menghasilkan susunan gigi permanen yang rapih pula 😀

     Dan ingat,, ini bukan untuk menjadi perhatian para ibu-ibu aja ya, tapi juga bapak-bapak 🙂 Gag ketinggalan MagaHaian yang punya ponakan atau adek yang masih dalam “jangkauan tembak” Karies Botol Susu ini..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Baca artikel ini

Pertolongan Pertama Pada KeSakitGigian – Berkumur Air Garam Hangat

     Sebagai pembuka, doktergigigaul akan mengajukan sebuah pertanyaan seputar sakit gigi. Apa penyebab sakit gigi yang MagaHaian ketahui?

     Lubang gigi? Gigi sensitif? Atau ‘ulat’ gigi? Well, semuanya gag ada yang bener!

     Sakit gigi terjadi karena syaraf gigi terkena rangsangan langsung oleh sesuatu. Bisa suhu dingin, suhu panas,[baca: minuman]  benda keras [baca: makanan] atau karena guncangan pada ruang syaraf, karena trauma atau perbedaan tekanan.

Selama gag ada yang mengganggu gugat syaraf tersebut, maka gigi gak akan terasa sakit.

     Syaraf gigi seharusnya terlindungi didalam ruang syaraf gigi, yang diistilahkan pulpa. Pulpa ini seharusnya berada dalam perlindungan maksimal. Terlapisi oleh dentin, yang mana, dentin ini  terlapisi lagi oleh email, jaringan terkeras tubuh.

     Namun pada saat dentin dan email telah rusak oleh ulah bakteri, maka tidak ada lagi perlindungan terhadap syaraf ini.

Muncullah SAKIT GIGI..

     Lubang gigi adalah penyakit yang membantu perusakan perlindungan pulpa ini [baca: dentin dan email gigi.]

     Gigi sensitif – yang sebenarnya bukan penyakit – menimbulkan rasa ngilu, bukan ‘sakit’.

     Sedangkan ‘ulat‘ gigi, itu istilah masyarakat yang masih awam dan belum tersentuh informasi seputar kesehatan gigi dan mulut.

     Nah, yang sering menjadi masalah, adalah sakit gigi ini kemunculannya persis seperti proses kemunculan jelangkung.

Datang Tanpa Diundang

     Kapan mau muncul, ya muncul. Gag peduli besok mau wawancara, mau ujian ato mau nemba gebetan.

     Kalo munculnya pas jam doktergigi buka praktek, gag begitu masalah. Tinggal konsultasi sama doktergigi, dikasih obat dan Presto! sakit gigi berangsur-angsur akan hilang.

     Tapi gimana kalo munculnya tengah malem? Ato kamu lagi berada di tengah hutan? Ato kamu lagi berada diatas Paus Atlantis menuju Rasi Bintang Paling Manis?

     Berabe is pastinya..

     Tapi, jangan takut jangan khawatir. Doktergigigaul akan memberikan sebuah [kalo kebanyakan tar gag ada yang pergi ke doktergigi lagi] bocoran cara untuk mengatasi sakit gigi yang muncul pada saat yang kurang tepat.

     Berkumur air garam

     Tapi doktergigigaul ingatkan sebelumnya, siapkan buku teks SMA kamu atau setidaknya tersambung ke internet, untuk bisa tersambung ke Wikipedia, untuk memahami istilah yang dipakai disini.

     Garam yang dimaksud adalah garam dapur yang mempunyai unsur kimia NaCl. Lebih baik lagi apabila garam dapur tersebut adalah garam beryodium.

     Kandungan ion Klorida [Cl-] dalam garam adalah hal yang berperan besar. Ion Cl- termasuk ke dalam golongan halogen [buka lagi tabel periodik pelajaran kimia SMA kamu] yang merupakan oksidator kuat yang mampu membunuh bakteri.

     Yodium, merupakan bantuan tambahan yang efektif, karena merupakan pembasmi kuman [germisid] paling efektif dengan sifat iritasi jaringan yang kecil.

Yodium ini sesungguhnya juga terdapat pada obat luka yang mungkin sering kamu gunakan. Misalnya Bet@di*e.

     Tapi konsentrasi larutan air garam ini harus mengikuti beberapa syarat dan ketentuan. Larutan ini harus memiliki konsentrasi sebesar 0,9%, yang mana menjadikannya larutan hipertonis.

     Harus bersifat hipertonis, supaya bersifat lebih osmosis dari cairan yang berada di dalam sel-sel bakteri. Dengan demikian sitoplasma bakteri, yang merupakan inti kehidupan bakteri akan mati dan bakteri tidak mampu lagi hidup. [baca lagi buku teks biologi SMA kamu, ato buka wikipedia]

Kalau larutannya bersifat hipotonis [lawan dari hipertonis] maka larutan garam ini justru akan membantu perkembangan bakteri.

     Bukannya sembuh, malah makin kambuh..

Q: Bagaimana mendapatkan larutan garam dengan konsentrasi ini?

A: Mudah.

     Campurkan 1 sendok makan garam dapur dengan satu gelas – gelas belimbing +- 250 ml – air hangat, lalu aduk sampai rata.

Q: Lalu bagaimana cara pemakaiannya?

A: Lebih mudah lagi.

     Tinggal dikumur kuat @20 detik sampai seluruh isi gelas tersebut habis. Titik. Mungkin 3-4 kali kumur yang diperlukan untuk menghabiskan gelas berisi larutan garam tersebut.

     Setelahnya usahakan jangan melakukan aktivitas makan dan minum selama lebih kurang 5 menit, untuk memaksimalkan efek yang terkandung dalam larutan garam tersebut dalam proses pemusnahan bakteri.

     Tetapi awas, pada beberapa penderita yang alergi terhadap rasa asin, mungkin akan muncul reaksi mual, atau muncul reaksi hipersensitif pada beberapa orang.

     Kalau muncul rasa gag nyaman pada percobaan pertama, jangan lakukan hal ini lagi. Sebaiknya mulai banyak berdoa supaya sakit yang ada gag semakin hebat.

kik..

     Tapi perhatikan juga hal berikut.

     Jangan menaburkan langsung garam pada lubang. Konsentrasi ion Cl tanpa pelarutan dapat menimbulkan hil-hil yang kurang menyenangkan.

     Pertolongan ini bersifat sementara. Jadi, begitu sudah memungkinkan, langsung pergi ke dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan kesakitgigian yang lebih tepat guna.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut
 

Baca artikel ini

Pulpa Polip – ‘Daging Jadi’ Di Gigi

      Pertama baca judul catatan mengenai pulpa polip ini, mungkin agak ngeri-ngeri sedap juga. Soalnya istilah ‘daging jadi‘ sering dihubung-hubungkan dengan tumor. Tapi daging jadi yang satu ini bukan tumor ato sejenisnya.

Ini sebenernya pertumbuhan jaringan berlebih, yang menyerupai ‘daging’ yang muncul di gigi.

Istilah ilmiah di dunia Kedokteran Gigi untuk hal ini adalah Pulpitis Kronis Hiperplastik.

     Maksudnya dalam bahasa Indonesia, pertumbuhan jaringan berlebih karena inflamasi pada pulpa yang berlangsung terus menerus.

     Hal ini muncul karena kombinasi dari berbagai hal.

     Pertama, terdapat lubang yang besar pada gigi.

     Kedua, ruang pulpa masih bersifat “muda“, secara mudahnya ini adalah pulpa anak, atau remaja tanggung.

     Ketiga, terdapat rangsangan terus menerus pada lubang tersebut oleh makanan, yang akhirnya merangsang pertumbuhan jaringan berlebih tersebut.

Karena faktor kedua adalah pulpa muda [dan telah dijelaskan], maka kemungkinan terjadinya hal ini adalah pada anak-anak atau remaja yang sedang puber.

     Tapi gag tertutup kemungkinan kaum tua mengalami pulpitis kronis hiperplastik ini, karena tiap manusia tidak bisa dipukul rata perkembangan gigi, terutama pulpanya, sehingga ada kemungkinan para kaum tua ini masih memiliki sebagian ruang pulpa yang sifatnya muda.

Bukan berarti awet muda ya.

Istilah lain dari Pulpitis Kronis Hiperplastik  ini adalah Pulpa Polip.

polip

     Pulpa polip ini gak menimbulkan gejala yang mengganggu pada awalnya, tapi lama kelamaan, tekanan makan oleh gaya pengunyahan, mulai menimbulkan rasa tidak nyaman pada daerah pulpa polip ini berkembang.

     Kalo udah ketemu beginian, biasanya si gigi yang jadi korban harus dieksekusi cabut. Tapi kalo ada kemungkinan si gigi masih bisa diselamatkan, doktergigi akan mencoba menyelamatkan.

Tapi biasanya, si gigi selalu berakhir di ujung tang. 

     Intinya, jangan biarkan lubang di gigi kamu membesar, yang dapat memicu terbentuknya pulpa polip ini.

     Segera maen ke klinik doktergigi begitu gigi kamu mulai berlubang. Dan yang penting juga, jangan menganggap sepele masalah ini.

Belum tentu daging jadi di gigi tersebut adalah pulpa polip, tapi hal yang lebih serius, misalnya, TUMOR.

Kontrol teratur ke dokter gigi, bisa sangat menolong, terhindar dari masalah ini.

Pulpa Polip – ‘Daging Jadi’ Di Gigi >sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes