Tag Archives | doktergigigaul

Menggeretakkan Gigi saat Tidur? Ini Cara Menghentikannya

Menggeretakkan gigi atau mengerot saat tidur dilakukan oleh beberapa orang. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah bruksisme (bruxism).

Bruksisme biasanya dilakukan secara tidak sadar saat kita sedang tidur. (Yaeyalah, namanya juga lagi tidur, ya pasti gak sadar..)

Menggertakkan gigi bisa memengaruhi kesehatan gigi secara serius hingga membutuhkan perawatan khusus. Salah satu masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan kebiasaan buruk ini adalah sakit kepala. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan memberikan perhatian khusus pada kebiasaan buruk bruksisme ini.

Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan kebiasaan bruksisme adalah sakit kepala

Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat bruksisme dilansir dari laman Boldsky.

  1. Kompres bagian rahang dengan air hangat sebelum tidur.

Aplikasikan kompres pada rahang kiri dan kanan secara merata, atau diutamakan pada sisi wajah yang terasa sakit. Kompres dapat dilakukan menggunakan kain yang sebelumnya direndam dalam air hangat maupun menggunakan botol kaca yang telah diisi air hangat.

Jangan lupa air yang diisi ke botol kaca jangan terlalu panas supaya kulit wajah kamu gak rusak.

  1. Pijat area sekitar rahang untuk meringankan tekanan di sekitar area tersebut.

Setelah mengompres bagian rahang dengan air hangat, lanjutkan dengan memijat area sekitar rahang dengan tekanan yang terkontrol. Tidak terlalu keras dan tidak terlalu ringan.

  1. Kunyah permen karet untuk melatih otot rahang.

Cara ini konon bisa mengurangi kebiasan menggertakkan gigi saat tidur.

  1. Pastikan tubuh dalam keadaan relaks saat tidur

Stres dapat meningkatkan potensi kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur. Semakin besar stres yang sedang dirasakan semakin besar kemungkinan menggeretakkan gigi dilakukan, baik saat tidur maupun tidak.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung kalsium, magnesium dan vitamin C.

Vitamin dan mineral baik untuk kesehatan otot rahang.

[bctt tweet=”Stres dapat meningkatkan potensi kebiasaan menggeretakkan atau mengerot gigi saat tidur.” username=”doktergigigaul”]

Kalau kamu sudah melakukan hal tersebut diatas dan masih belum merasakan adanya perbaikan atau pengurangan rasa sakit di daerah sekitar rahang kamu, segera hubungi doktergigi terdekat.

Kalau bisa cari dokter gigi spesialis prostodonsia (Sp.Prost), yes. Soalnya mereka sudah mendalami lebih dari dokter gigi umum biasa soal kebiasaan bruksisme ini.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Sumber: http://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/817273-menggertakkan-gigi-saat-tidur-ini-cara-menghentikannya

Baca artikel ini

Lakukan Hal Berikut Untuk Pencegahan Resistensi Antibiotik

Pada tgl 16-22 November 2015, WHO mengadakan kampanye “World Antibiotics Awareness Week” atau Minggu Kewaspadaan Antibiotik Dunia.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kewaspadaan resistensi antibiotik global dan mendorong publik secara umum, pekerja kesehatan, serta pengambil kebijakan untuk melakukan hal terbaik dalam upaya menghindarkan kejadian-kejadian darurat yang lebih lanjut dan semakin meluasnya resistensi antibiotik.

Lalu, sebagai tenaga kesehatan yang sehari-hari juga meresepkan antibiotik kepada pasien, apa yang bisa kita lakukan dalam mendukung kampanye ini?

Hal yang paling utama adalah kita harus selalu memberikan resep secara rasional. Tepat indikasi serta dosisnya, tidak meresepkan beberapa obat dalam satu waktu yang sebenarnya fungsinya sama (polifarmasi).

[bctt tweet=”Tenaga kesehatan harus selalu memberikan resep secara rasional” username=”doktergigigaul”]

Selain itu perlu dilakukan edukasi terhadap pasien mengenai obat yang kita resepkan kepadanya. Untuk peresepan antibiotik, kita bisa menjelaskan  kepada pasien, dan yakinkan bahwa pasien kita benar-benar paham dengan instruksi serta penjelasan kita sebelum ia meninggalkan ruang praktek kita.

1. Pasien hanya boleh mengkonsumsi antibiotik dengan peresepan dari dokter/tenaga kesehatan yang tersertifikasi.

2. Selalu tebus resep antibiotik seluruhnya sesuai dosis dari dokter, meskipun pasien merasa kondisinya sudah lebih baik.

3. Jangan pernah menyisakan antibiotik untuk disimpan dan digunakan lagi pada pengobatan yang akan datang.

4. Jangan mengkonsumsi antibiotik untuk dibagi bersama orang lain.

5. Cegah penularan infeksi dengan mencuci tangan secara berkala, tidak berkontak langsung dengan orang sakit, dan memperbaharui vaksinasi sesuai jadwal.

sumber: dari sini

Baca artikel ini

Turunkan Kolesterol Tinggi Dengan Gosok Gigi Yang Benar

Kolesterol, bersama-sama dengan trigliserida, merupakan dua lemak utama dalam darah. Lemak (disebut juga lipid) adalah zat kaya energi yang sangat dibutuhkan dalam metabolisme tubuh.

Agar dapat diangkut dalam sirkulasi darah dan didistribusikan ke jaringan tubuh, lemak mengikat dirinya dengan protein; ini disebut sebagai lipoprotein. Lipoprotein terdiri dari beberapa jenis. High density lipoprotein/HDL dan low density lipoprotein/LDL adalah lipoprotein yang berperan penting dalam pendistribusian kolesterol.

HDL, yang sering juga disebut sebagai “kolesterol baik”, berfungsi mengangkut kolesterol dari jaringan kembali ke hati untuk proses metabolisme.

Sementara, LDL yang sering disebut “kolesterol jahat”, membawa kolesterol ke sel yang mengandung reseptor LDL, dan dapat menumpuk jika kadar kolesterol melebihi jumlah yang dibutuhkan. Penumpukan lemak dalam darah ini disebut dengan hiperlipidemia

Hiperlipidemia adalah kondisi kadar lipid dalam darah melebihi normal, dengan ciri khas peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL dalam darah, serta penurunan konsentrasi HDL.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor herediter atau penyakit keturunan. Selain diturunkan, penyakit ini juga dapat disebabkan akibat konsumsi alkohol berlebihan, diabetes tidak terkontrol, dan pada penderita obesitas.

Hiperlipidemia merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya penyakit kardiovaskular. Penumpukan lemak dapat menyumbat pembuluh darah dan menjadi penyebab utama kematian mendadak pada negara-negara maju dan berkembang.

Hiperlipidemia merupakan faktor risiko yang kuat untuk terjadinya penyakit kardiovaskular.

Hubungan kolesterol tinggi dan kesehatan gigi mulut?

Telah diketahui secara luas bahwa salah satu cara pencegahan hiperlipidemia adalah memperbaiki gaya hidup dan pola makan. Namun ternyata, kondisi hiperlipidemia ini juga berhubungan timbal balik dengan kesehatan gigi dan mulut.

[bctt tweet=”Perawatan gigi dapat berpengaruh positif terhadap metabolisme lemak, demikian juga sebaliknya, pengendalian kadar lemak dapat meningkatkan kesehatan jaringan pendukung gigi.” username=”doktergigigaul”]

Suatu penelitian yang melibatkan 30 penderita hiperlipidemia dan juga menderita periodontitis kronis (penyakit pada jaringan pendukung gigi) dilakukan untuk melihat pengaruh perawatan gigi terhadap kadar lipid. Pasien diberikan instruksi cara menjaga kebersihan gigi serta menjalani pembersihan karang gigi. Setelah 3 bulan, setiap pasien kembali menjalani pemeriksaan gigi dan pemeriksaan darah.

Dari hasilnya terungkap bahwa pasien yang memperbaiki kebersihan gigi dan mulutnya serta menjalani pembersihan karang gigi menunjukkan peningkatan kesehatan jaringan pendukung gigi, dan juga menunjukkan kadar LDL yang menurun secara signifikan.

Meski perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah subyek penelitian yang lebih banyak, dari penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa selain konsumsi obat dan perbaikan gaya hidup, peningkatan kebersihan gigi dan mulut serta pembersihan karang gigi secara rutin dibutuhkan untuk membantu mengontrol hiperlipidemia.

Sumber: dari sini

Baca artikel ini

Bakteri Di Dalam Mulut Bisa Sebabkan Penyakit Ini Selain Sakit Gigi

Mulut adalah salah satu anggota tubuh yang paling rentan bersinggungan dengan bakteri. Sebabnya, mulut menjadi pintu gerbang masuknya makanan atau minuman dari luar yang bisa saja mengandung bakteri di dalamnya.

Akibatnya bakteri bisa bertumpuk. Termasuk spesies Klebsiella pneumoniae yang mudah merusak kesehatan usus.

Menurut penelitian yang berasal dari Waseda University, Tokyo, bakteri ini suka menjajah keseimbangan mikroba di usus yang membuat sel yang disebut dengan T helper 1 (Th1) menjadi terlalu aktif dalam usus dan mengakibatkan penyakit radang usus.

“Setiap harinya manusia bisa memproduksi air liur rata-rata sebanyak 1,5 liter yang mengandung bakteri di dalamnya. Termasuk spesies Klebsiella pneumoniae.” jelas Masahira Hattori, profesor dari universitas tersebut.

[bctt tweet=”Setiap harinya manusia bisa memproduksi air liur rata-rata sebanyak 1,5 liter.” username=”doktergigigaul”]

“Bakteri ini sebenarnya tidak terlalu membahayakan tubuh. Namun konsumsi obat antibiotik dalam jangka panjang akan membuatnya ini bertahan di usus dan kemudian mengakibatkan aktifnya TH1 yang membahayakan kesehatan usus,” lanjut Masahira Hattori.

Selain penyakit usus, bakteri yang ada di dalam mulut dan mengakibatkan penyakit gusi mampu memberikan dampak buruk pula pada kesehatan jantung. Sebabnya penyakit gusi kronis akan meningkatkan ketebalan pembuluh darah yang ikut membahayakan jantung.

Selain penyakit usus, bakteri yang ada di dalam mulut dan mengakibatkan penyakit gusi mampu memberikan dampak buruk pula pada kesehatan jantung.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

sumber: dari sini

 

Baca artikel ini

Dampak Negatif Pemakaian Tusuk Gigi

Sering pakai tusuk gigi usai makan? Jika ya, coba kurangi kebiasaan ini. Penelitian menyatakan bahwa hal tersebut dapat memberikan dampak negatif pada gigi.

Hal ini berlaku untuk tusuk gigi yang terbuat dari kayu maupun plastik. Keduanya sama-sama mudah menyebabkan infeksi pada jaringan di sekitar gigi. Selain itu, penggunaan  yang berlebihan dapat menimbulkan celah di antara gigi, bahkan melebarkannya.

Penggunaan tusuk gigi yang berlebihan dapat menimbulkan celah di antara gigi

Kemudian, gusi yang semula menutupi sela-sela gigi dapat menurun sehingga memudahkan sisa makanan ‘bertengger’ di area tersebut. Semakin lama celah yang terbentuk tersebut akan semakin lebar, karena biasanya sisa makanan yang masuk semakin banyak.

Dengan membesarnya celah gigi, maka permukaan gigi di sisi tersebut akan terbuka. Lama-kelamaan kondisi ini dapat membuat gigi menjadi ngilu.

Di samping itu, keseringan mebersihkan sela gigi dengan alat bantu ini dapat menyebabkan pembesaran gusi atau epulis fibromatousa. Ciri-cirinya adalah berbentuk benjolan lunak berwarna pucat, tidak mudah berdarah, dan tidak sakit.

[bctt tweet=”Keseringan memakai tusuk gigi dapat menyebabkan terjadinya pembesaran gusi atau epulis fibromatousa” username=”doktergigigaul”]

Epulis fibromatousa tersebut dapat disembuhkan dengan pemotongan dan kuret pada gusi. Namun, kondisi ini dapat kambuh jika kebiasaan tidak dihentikan.

Berulang lagi muncul epulisnya setelah dipotong atau dikuret gusinya.

Perlu diketahui juga, beberapa jenis makanan memang wajar bila menempel dan tersangkut di antara gigi – misalnya, makanan berserat (seperti sayuran), daging sapi, popcorn, keripik, dan lain-lain. Sehingga Anda tak perlu buru-buru mencongkelnya dengan tusuk gigi untuk membersihkannya.

Namun, bagaimana jika semua jenis makanan mudah terselip di gigi Anda? Ini pertanda bahwa gigi Anda memiliki masalah yang harus segera diatasi. Penanganannya bukanlah dengan tusuk gigi, tetapi dengan memeriksakan keluhan Anda ke dokter gigi.

Okesip?

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

sumber: dari sini

Baca artikel ini

Sikat Gigi (Tidak) Perlu Pakai Penutup?

Orang mungkin berpikir bahwa sikat gigi dengan penutup plastik di bagian sikatnya bisa membantu menjaga kebersihan sikat dari bakteri dan udara pembawa bakteri di kamar mandi. Tapi benarkah seperti itu?

Sebuah penelitian dari American Society for Microbiology menemukan bahwa menutupi kepala sikat dengan plastik penutup justru sangat tidak higienis. Menggunakan plastik penutup pada kepala sikat tidak bisa melindungi sikat dari tumbuhnya bakteri.

Justru ketika kepala sikat gigi ditutup, hal ini memudahkan bakteri berkembang biak karena menciptakan lingkungan lembab dan pengap yang disukai bakteri. Kepala sikat tak bisa mengering tertiup udara sekitar karena ditutup setelah dipakai.

Ketika kepala sikat gigi ditutup, hal ini menjadikan kepala sikat lembab dan bakteri mudah berkembang biak

Kamar mandi mungkin memang punya suasana lembab dan basah, tapi menutupi sikat gigi tak memberi solusi lebih baik menjaga kebersihan sikat. Jika memang ingin menggunakan penutup sikat gigi, pastikan memiliki lubang-lubang angin untuk ventilasi pergantian udara di dalam kepala sikat.

[bctt tweet=”Menutupi kepala sikat gigi tak menjamin kebersihan kepala dan bulu sikat gigi” username=”doktergigigaul”]

Penutup sikat gigi juga bisa digunakan jika kamu akan bepergian jauh dan ditaruh di dalam tas dan dicampur dengan berbagai peralatan mandi. Penutup sikat bisa melindungi tercampurnya sikat dengan bakteri dari barang lain. Tapi tentu segera cuci bersih sikat dengan air mengalir sebelum dipakai ya.

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

sumber: dari sini

Baca artikel ini

Begini Caranya Memilih Sikat Gigi Yang Tepat

Dari waktu ke waktu, sikat gigi selalu mengalami inovasi dengan berbagai kelebihan. Jadi, sikat gigi mana atau apa yang ‘tepat’ untuk digunakan? Apa aja yang perlu diperhatikan saat memilih sikat gigi yang tepat?

Temukan jawaban dan panduan pemilihan sikat gigi di video ini

Lihat video

 

[bctt tweet=”Memilih alat yang tepat untuk melakukan suatu pekerjaan menghasilkan pekerjaan yang baik dan hasil yang maksimal” username=””]

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Baca artikel ini

Laporan Pajak Dokter Gigi

Sebagai warga negara yang baik maka kita akan taat membayar pajak. Wajib Pajak, sering disingkat dengan sebutan WP, adalah orang pribadi atau badan (subjek pajak) yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban perpajakan, termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Wajib pajak bisa berupa wajib pajak orang pribadi atau wajib pajak badan.

Wajib pajak pribadi adalah setiap orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas pendapatan tidak kena pajak. Di Indonesia, setiap orang wajib mendaftarkan diri dan mempunyai nomor pokok wajib pajak (NPWP), kecuali ditentukan dalam undang-undang dan tidak terkecuali dokter/dokter gigi. Pelaporan pajak diajukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT). SPT ini ada 2 macam, yaitu SPT masa (bulanan) atau SPT tahunan. SPT masa dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 10 dan dilaporkan setiap selambat-lambatnya tanggal 20 per bulannya. Sedangkan SPT Tahunan biasanya dilaporkan selambat-lambatnya tanggal 31 Maret untuk WP orang pribadi atau 30 April untuk WP badan.

Praktik Dokter gigi merupakan pekerjaan bebas. Khusus dokter/dokter gigi yang memiliki praktek pribadi dan dokter/dokter gigi pegawai, formulir yang digunakan untuk pelaporan SPT Tahunan adalah dengan menggunakan formulir 1770 (SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi).  Dalam pelaporan pajak, yang digunakan adalah penghasilan netto. Untuk menghitung penghasilan netto ada 2 cara, yaitu menggunakan pembukan atau menggunakan norma penghitungan penghasilan neeto (NPPN). Apakah yang dimaksud dengan NPPN? NPPN adalah suatu perhitungan pajak yang menggunakan persentase dalam menentukan penghasilan netto. Siapa yang diperbolehkan untuk menggunakan NPPN? Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dengan ketentuan peredaran brutonya dalam 1 (satu) tahun kurang dari Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah). Syaratnya adalah memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari tahun pajak yang bersangkutan atau dilakukan bersamaan dengan pelaporan SPT Tahunan dengan mengisi form lampiran pemberitahuan penggunaan norma. -Pasal 14 UU PPh-

NB : Form 1770 tahun 2016 beserta lampirannya dapat diunduh di bawah artikel ini atau download disini

Besarnya norma ditentukan berdasarkan suatu persentase tertentu dan dikelompokkan menurut wilayah tertentu yaitu :

  • 10 ibukota propinsi (Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Manado, Makassar, dan Pontianak) : 50%
  • Ibukota propinsi lainnya : 50%
  • daerah lainnya : 50%

Namun, bila penghitungan penghasilan netto dokter/dokter gigi, dalam hal dilakukan pemriksaan dan tidak atau tidak sepenuhnya menyelenggarakan pembukuan atau tidak bersedia memperlihatkan pembukuan atau pencatatan atau bukti pendukungnya, dapat ditetapkan secara jabatan dengan ketentuan norma sebagai berikut :

  • Praktik dokter umum : 62.5%
  • Praktik dokter spesialis : 62.5%
  • Praktik dokter gigi : 62.5%

 

 

Mari kita langsung bahas form 1770 untuk pengisian oleh dokter/dokter gigi. Untuk tahun ini, maka tahun pajaknya adalah 2016 dan SPT yang dilakukan adalah dengan cara pencatatan. Form 1770 tahun 2016 dapat di download disini (untuk bahasa indonesia dimulai di halaman 10)

Jenis usaha/pekejaan bebas diisi dengan DOKTER / DOKTER GIGI dimana KLU yang berlaku untuk tahun pajak 2016 adalah 86203

Untuk memudahkan pengisian, sebaiknya langsung mengisi form 1770-I halaman 2 bagian B, nomor 4 (PEKERJAAN BEBAS), untuk kolom peredaran usaha diisi dengan penghasilan bruto 1 tahun dan norma yang berlaku saat ini adalah 50%. Dari sini didapat penghasilan neto. Jika ada usaha lainnya di bidang lain yang tidak dapat dikelompokkan di nomor 1-4, maka dapat diisi di nomor 5 (contoh: perikanan, peternakan, pertambangan, dan perkebunan). Setelah itu, jumlahkan di kolom Jumlah Bagian B (JBB). Jumlah inilah yang akan dimasukkan ke form 1770 Tabel A no. 1

Jika ada penghasilan dari tempat praktek lain yang belum dikenakan PPh final, maka perlu mengisi form 1770-I bagian D no. 6 Penghasilan Lainnya dan dijumlahkan di Jumlah Bagian D (JBD). JBD ini dipindahkan ke form 1770 Bagian A no. 3

NB : Form 1770 beserta lampiran tambahannya dapat diunduh di bawah artikel ini atau download disini untuk tambahan 1770-I halaman 2

Pada form 1770 bagian B no. 10, kita akan mengisi PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP). PTKP yang berlaku untuk tahun pajak 2016 adalah sebagai berikut :Setelah semua dipindahkan, maka jumlahkan di no. 5 dan jika ada zakat/sumbangan diisi di no. 6, sehingga didapat penghasilan netto (kolom no. 7). Selanjutnya, isi no. 8 (jika ada) dan kurangi angka di nomor 7 dikurangi dengan angka no. 8 sehingga didapat JUMLAH PENGHASILAN NETO di no. 9

Status Wajib Pajak Kode PTKP (Rp)
Wajib Pajak Tidak Kawin TK/0 54.000.000
Wajib Pajak Tidak Kawin dengan 1 orang tanggungan TK/1 58.500.000
Wajib Pajak Tidak Kawin dengan 2 orang tanggungan TK/2 63.000.000
Wajib Pajak Tidak Kawin dengan 3 orang tanggungan TK/3 67.500.000
Wajib Pajak Kawin K/0 58.500.000
Wajib Pajak Kawin dengan 1 orang tanggungan K/1 63.000.000
Wajib Pajak Kawin dengan 2 orang tanggungan K/2 67.500.000
Wajib Pajak Kawin dengan 3 orang tanggungan K/3 72.000.000
Wajib Pajak Kawin dan penghasilan istri digabung dengan penghasilan suami K/I/0 112.500.000
Wajib Pajak Kawin dan penghasilan istri digabung dengan penghasilan suami

dengan 1 orang tanggungan

K/I/1 117.000.000
Wajib Pajak Kawin dan penghasilan istri digabung dengan penghasilan suami

dengan 2 orang tanggungan

K/I/2 121.500.000
Wajib Pajak Kawin dan penghasilan istri digabung dengan penghasilan suami

dengan 3 orang tanggungan

K/I/3 126.000.000

Dari sini didapat PENGHASILAN KENA PAJAK (yaitu no. 9 dikurangi no. 10). Dengan mengetahui penghasilan kena pajak di no. 11 maka kita akan mengisi PPh terutang sesuai dengan tarif pasal 17 UU PPh. Jadi, pada bagian C no. 12 ini akan diisi dengan no. 11 dikali dengan tarif pajak yang berlaku. Tarif pajak yang berlaku adalah :

Penghasilan Kena Pajak Tarif Dasar Pajak
s.d. 50 Juta Rupiah 5%
50 Juta s.d. 250 Juta Rupiah 15%
250 Juta s.d. 500 Juta Rupiah 25%
Di atas 500 Juta Rupiah 30%

Setelah itu jangan lupa untuk dijumlahkan di Bagian C no 14. 

Pada kolom D no. 15 akan ditanya pph yang dipotong / dipungut oleh pihak lain. Jika dokter/dokter gigi memiliki bukti potong dari tempatnya bekerja, maka perlu mengisi formulir 1770-II Bagian A.

Cara pengisian :

1. Isi nama pemotong/pemungut pajak,
2. Isi NPWP pemotong/pemungut pajak,
3. Isi nomor dan tanggal bukti potong
4. Jenis Pajak PPh Pasal 21
5. Isi jumlah pph yang dipotong/dipungut sesuai dengan yang tertera di bukti potong.

Jika form ini tidak mencukupi, dapat dibuat sendiri sesuai dengan bentuk ini atau download lampiran (ada di bawah) dimana pada lampiran tersebut, untuk no.1 diisi dengan Jumlah Bagian A (JBA) pada lembar sebelumnya. Setelah itu, jangan lupa dijumlahkan dan dipindahkan ke form 1770 bagian D no. 15.

NB : Form 1770 beserta lampiran tambahannya dapat diunduh di bawah artikel ini atau download disini untuk tambahan lampiran 1770-II bila tidak cukup 

 

 

Dari penghitungan tersebut, no. 14 dikurangi no. 15, maka dapat ditentukan di no. 16 apakah ada PPh yang harus dibayar sendiri atau PPh yang lebih dipotong/dipungut. Setelah itu diisi pula jika sebelumnya pernah membayar pajak (no. 17) Dari sini akan didapat PPh yang kurang dibayar atau PPh yang lebih dibayar (Bagian E. no. 19). Jika ada PPh yang harus dibayar sendiri, maka kita perlu membayar PPh tersebut dengan mengisi form Surat Setoran Pajak (SSP) atau membuatnya secara online di sse.pajak.go.id

Tahapan Pembuatan Surat Setoran Elektronik :

  1. Klik sse.pajak.go.id Jika belum pernah mendaftar, klik daftar baru untuk billing versi 2. Jika sudah pernah mendaftar dan ingin melanjutkan dengan sistem billing versi lama, dapat klik billing versi 1.
  2. masukkan npwp dan klik log in. Jika daftar baru, maka cukup masukkan no. NPWP, alamat e-mail, PIN, dan kode verifikasi yang tampil.
  3. Akan mendapatkan konfirmasi di e-mail yang telah didaftarkan tadi. Klik link untuk verifikasi.
  4. Kembali ke halaman sse.pajak.go.id dan login dengan username dan PIN yang telah diberikan di e-mail Anda.
  5. Setelah log in, Klik isi SSE.
  6. Pilih jenis pajaknya adalah 411125 PPh pasal 25/29 OPjenis setoran 200 (Tahunan) dengan masa pajak Januari s.d. Desember, tahun pajak 2016, dan tulis jumlah setornya sesuai dengan perhitungan di form 1770 tadi dan klik “simpan”
  7. Setelah itu konfirmasi apakah isian tersebut sudah benar dan klik “Terbitkan Kode Billing”
  8. Selesai. Catat kode billing untuk dibayarkan ke bank (dapat melalui ATM) atau kantor pos terdekat.

Jika sudah menerbitkan Surat Setoran Elektronik (SSE), maka dapat lakukan pembayaran di mesin-mesin ATM dengan memasukkan kode billing yang sudah didapat tadi. Tata cara pembayaran melalui atm dapat dilihat di : http://epajak.org/cara-membayar-pajak-melalui-atm-bca/

Setelah melakukan pembayaran, jangan lupa di form 1770 Bagian E no. 19 diisi tanggal lunas.

Jika ada lebih bayar, maka dapat mengajukan permohonan apakah direstitusikan atau dikembalikan (sesuai dengan pilihan yang tersedia).

Terakhir, pada bagian G. Lampiran, jangan lupa beri tanda X pada b. SSP lembar ke-3 PPh Pasal 29 (jika melakukan pembayaran) dan atau beri tanda X pada huruf e. jika ada bukti pemotongan / pemungutan oleh pihak lain.

Penutup, jangan lupa isi nama lengkap dan npwp serta tanda tangan serta lengkapi form 1770-III, 1770-IV jika ada.

Sebagai tambahan, untuk dokter/dokter gigi, di lembar terakhir perlu mengisi surat perihal pemberitahuan penggunaan norma penghitungan penghasilan neto dengan mengisi daftar KLU seperti ketentuan di atas (download form pemakaian norma) dan mengisi form rekapitulasi bulanan yang dapat didownload disini.

Mari kita selesaikan kewajiban membayar pajak sebelum tanggal 31 Maret 2017. Selamat mengisi SPT Tahunan!!

NB : Form 1770 beserta lampirannya dapat didownload di bawah artikel ini (pada kata-kata “download attachments”). Jika ingin dicetak (print) sendiri, harap gunakan kertas HVS ukuran Folio / F4 (8,5 x 13 inch) dengan berat minimal 70 gr.

sumber: dari sini

Download attachments:

Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes