Tag Archives | Cerita

Tukang Gigi, Riwayatmu Kini..

Entah karena doktergigigaul terlalu sibuk begaol, ato emang doktergigigaul kurang peka kabar terbaru kedokteran gigi, ternyata ada sebuah berita meng-heee-boooh-kan, sekaligus sedikit melegakan seputar dunia gemerlap Kedokteran Gigi.

Berita ini seputar Tukang Gigi.

Selama ini, profesi tukang gigi menjadi suatu permasalahan yang dianggap serius oleh para praktisi profesional di bidang Kedokteran Gigi [dalam bahasa manusianya: Dokter Gigi]. Karena beberapa tukang gigi ini ‘kadang’ bekerja terlalu berani, tanpa memiliki dasar pengetahuan formal yang cukup.

Meskipun ada pepatah yang mengatakan, bahwa Pengalaman Adalah Guru Terbaik, tetap saja dalam dunia Kedokteran Gigi yang memiliki resiko tinggi, dasar pengetahuan formal yang cuku adalah harga mutlak yang diperlukan.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan segala sesuatu yang ‘hidup’ adalah hal yang serius.

Tukang gigi yang seharusnya menjalankan “profesi”nya, hanya sebatas pembuatan gigi palsu, telah melangkahi batas yang ada dan melakukan tindakan-tindakan seperti, pencabutan gigi, penambalan gigi, perawatan syaraf hingga pemasangan kawat gigi.

Beberapa bahkan melengkapi “praktek”nya sehingga terkesan seperti dokter gigi, dan pemerintah seakan tidak bisa mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini

Ya iyalah, kan yang ada juga istilah Langkah TEGAP [Maju Jalan], bukan Langkah TEGAS..

Tetapi, sekarang semuanya mulai menunjukkan perubahan yang baik.

Sesuai berita dari hariansumutpos.com, PerMenKes RI No.1871/MENKES/PER/IX/2011  yang telah ditetapkan Menteri Kesehatan RI tanggal 5 September 2011, menyatakan bahwa pelayanan soal kesehatan gigi dan mulut, hanya boleh ditangani tenaga kerja yang berwenang, dalam hal ini Dokter Gigi [Gaul].

Bukan perawat gigi dan bukan juga Ahli Gigi. Atau Band GIGI.

Istilah “profesi” Tukang Gigi akan ditiadakan dan dinyatakan tidak berlaku lagi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Ini kabar bagus, terutama untuk doktergigi.

Bayangin aja. DokterGigi yang telah melalui serangkaian pendidikan formal mengharukan aja masih harus melakukan uji kelayakan [kompetensi] sebelum melakukan praktek di lapangan. Sedangkan tukang gigi yang ilmunya bersifat herediter alias turun temurun, bisa langsung melakukan pekerjaan doktergigi tersebut?

Tapi ingat, ini bukan bertujuan mematikan mata pencaharian sekelompok orang. Tetapi yang harus dipertimbangkan adalah, ini sebagai suatu upaya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam melakukan perawatan kesehatan gigi dan mulutnya.

Aman dalam artian, segala prosedur merupakan rangkaian tindakan standar yang telah dipertimbangkan secara ilmiah baik dan buruk yang mungkin terjadi. Pelaku tindaan perawatan [baca: dokter gigi] mengetahui tindakan apa yang harus segera dilakukan dalam kondisi “terburuk”.

Penderita atau pasien mendapat perawatan dari pelaku tindakan yang telah layak dan teruji oleh negara, keahlian dan  kecakapannya.

Nyaman, karena tidak ada kemungkinan pasien “diilempar-lempar” karena dokter gigi tidak mau menangani pasien “bekas” tukang gigi. Dan pasien mendapat tanggung jawab penuh oleh pelaku tindakan perawatan masalah kesehatan gigi dan mulut.

Semoga hal ini bisa segera disosialisasikan kepada seluruh masyarakat “awam”, melalui media formal atau informal, cetak maupun elektronik berskala nasional, sehingga Kedokteran Gigi Inonesia bisa segera mencapai tahapan profesional yang menjamin mutu dan kualitas, untuk mendapatkan kesehatan gigi dan mulut yang maksimal.

Yang masih berobat ke tukang gigi dengan kondisi “tidak terpaksa”, segeralah kembali ke jalan yang benar, dan yang masih mencari alternatip pengobatan gigi selain ke dokter gigi karena takut, segera diberikan kekuatan untuk mengahdapi dokter gigi yang telah ada.

Aamiin.

Akhir kata, Hidup Dunia Kedokteran Gigi Indonesia!

Salam hangat!

sumber: internet
Baca artikel ini

4 Tips Atasi Rasa Takut Ke Dokter Gigi

Banyak surel [baca: e-mail] yang masuk ke inbox doktergigigaul berkonsultasi soal gigi bungsu. Meski berbeda, tapi intinya tetap satu jua. Walaupun sakit yang ada kadang menyiksa, tapi mereka masih takut untuk pergi ‘berobat’ ke dokter gigi.

     Padahal udah doktergigigaul jelaskan sebelomnya, rugi, kalo takut sama dokter gigi.

     Tapi rupanya, berhubung blog ini belom terkenal, jadi masih banyak yang belom tahu soal hal tersebut.

#memang_fakta #memang_nyata

     Nah, buat yang pengen tahu soal artikel tersebut, bisa langsung meluncur ke TKP. Kalo ada yang udah baca tapi masih tetep takut ke dokter gigi, pada kesempatan yang berbahagia ini, doktergigigaul akan memberikan 4 tips untuk mengatasi rasa takut ke dokter gigi.

Pertama. Usahakan untuk melakukan silaturahmi dengan doktergigi pada pagi hari.

     Mood seseorang berada pada keadaan yang paling baik pada pagi sampai sebelum tengah hari. Mandi pagi selalu memberikan setruman semangat untuk menjalani aktivitas kamu.

Kedua.  Beristirahatlah yang cukup pada malam sebelum pergi ke dokter gigi.

     Kurang istirahat atau tidur bisa memancing rasa stress berlebihan. Kalo profesi kamu mengharuskan kamu ‘begadang’ sampai pagi, atur supaya perawatan kamu dilakukan pada sore hari, setelah kamu cukup beristirahat [baca: tidur] di siang harinya.

Ketiga. Jangan berencana menutupi fakta yang ada kalo kamu takut ke dokter gigi.

     Jangan karena kamau merasa akan “malu” dan minder dengan mengutarakan hal tersebut, kamu tidak sepenuhnya jujur ke dokter gigi. Ceritakan semua uneg-uneg yang kamu miliki kepada dokter gigi. Dokter gigi biasanya akan memberikan “perhatian khusus” kepada pasien yang memiliki rasa takut terhadap doktergigi.

Kalo si dokter tampaknya cuek-beibeh aja terhadap curcolan kamu, mending langsung permisi aja sebelum dieksekusi lebih lanjut..

Keempat. Siapkan pengalih perhatian terbaik. Musik.

     Musik merupakan pengalih perhatian yang diakui cukup efektif. Dengarkan lagu favorit kamu selama perawatan untuk menghindari mendengar suara alat dokter gigi, seperti bor dan kompressor yang mungkin membuat ngilu.

     Beberapa praktek dokter gigi telah menyediakan fasilitas musikal ini. Tetapi gag ada salah dan dosanya, kamu mempersiapkan “musik” kamu sendiri.

     Isi ponsel kamu dengan lagu favorit kamu, jangan lupa siapkan juga handsfree. Biar suara musik terfokus langsung pada telingamu, sekalian menutupi langsung lubang telinga kamu. Kalo kamu punya walkman dengan headphone, akan lebih baik lagi.

Kelima. Banyak bercerita.

     Dengan banyak bercerita, kamu gag akan merasa sedang berhadapan dengan “lawan” tetapi berhadapan dengan “kawan”. Dokter gigi juga akan senang mendengar cerita pasiennya. Atau membahas berita terkini, termasuk gosip 😀

Doktergigi juga manusia..

     Doktergigi bukan untuk ditakuti. Dengan sering bersilaturahmi dengan dokter gigi, kesehatan gigi dan mulut kamu akan terus berada dalam kondisi maksimal, yang bisa berimbas langsung pada kesehatan tubuh kamu secara keseluruhan.

Salam Magahaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Sudah Tersenyum Belum Hari Ini? :)

     Terinspirasi dari para pasien sakit gigi yang dateng ke Puskesmas sambil manyun, doktergigigaul akan menerangkan manfaat senyum bagi kesehatan tubuh pada umumnya.

     Meskipun terlihat “sederhana”, tetapi garis lengkungan bibir ini menyimpan hal-hal yang tidak begitu banyak diketahui manfaatnya.

 

     Senyum merupakan sarana olahraga bagi wajah. Dengan tersenyum, secara langsung dan tidak sadar kita menggerakkan otot-otot di bagian wajah. Meskipun saat marah atau cemberut kita juga menggerakkan otot, tetapi ada perbedaan mendasar antara dua hal ini.

     Gerakan otot yang dihasilkan senyum bersifat meregang atau mengencangkan. Sedangkan cemberut menghasilkan gerakan mengisutkan atau “menumpukkan”. Hal ini berpengaruh terhadap kulit wajah.

     Kulit dengan otot yang meregang otomatis akan meregang juga, sehingga kulit akan semakin “mengencang”. Berbanding terbalik dengan gerakan cemberut. Kulit akan “terlipat” dan akhirnya meninggalkan “jejak” berupa garis di kulit. Jejak garis yang sering diistilahkan kerutan ini akan membuat wajah seseorang terlihat “lebih” tua.

Kulit yang “kencang” membuat seseorang terlihat lebih muda. Gak perlu facelift.

Coba sekarang tebak, berapa umur dari wanita di foto berikut ini

≤ 50 th? (51-55) th? (56-60) th? (61-65) th? ≥66 th?

     Hmm, gini aja. Yang jawabannya bener atau paling mendekati tanpa melewati (mis. umur=58, jawaban 57 th, 8 bulan) tar doktergigigaul kasih hadiah/ souvenir kecil-kecilan 😀

     Intinya, tersenyum juga bisa sebagai sarana pengawetan penampakan kulit kita sehingga terlihat “muda”. Segar. Tak pakai Dingin. Juga Madu.*bukan iklan*

     Senyum juga bisa menghilangkan stress dan pemikiran negatif. Buat informasi aja, stress adalah penyebab sebagian besar penyakit pada tubuh. Stress juga menurunkan daya tahan tubuh. Dengan tersenyum kita bisa mengurangi kadar stress sehingga tubuh berada dalam keadaan “baik” senantiasa.

     Gag percaya? Coba ini. Sambil ngeliat gambar berikut coba untuk berpikir tentang sesuatu hal buruk. Pasti agak kesulitan. Sebab otak kita dirangsang untuk menghilangkan pemikiran negatif [yang dapat memicu stress] saat tersenyum.

 

 

     Kemudian, menurut penelitian, senyum dapat menurunkan tekanan darah. Kalo kamu ada alatnya, coba periksa tekanan darah kamu dengan keadaan pikiran “kosong”. Setelah selesai. tunggu 5-10 menit, kemudian coba ukur lagi tekanan darah kamu, saat ini sambil tidak berhenti tersenyum. Bisa doktergigigaul pastikan tekanan darah kamu akan menunjukkan perbedaan menurun dari sebelumnya.

     Senyum juga merangsang pelepasan hormon endorphin. Endorphin ini adalah “pemati rasa” alamiah. Maksudnya, hormon ini dikeluarkan saat tubuh mengalami ttrauma, untuk membantu meredakan rasa sakit yang ada. Makanya kalo sakit gigi, usahakan tersenyum untuk membantu mengurangi rasa sakit yang ada. Jangan malah manyun. 🙂

 Tapi gag disarankan, kalo abis kejedut tembok, terus malah senyum-senyum. Berharap “sembuh”

     Gosip yang beredar, flu ringan bisa hilang dengan sendirinya dengan lebih cepat, kalo si penderita banyak tersenyum.

Tapi hati-hati.

     Meskipun bukan penyakit, tapi SENYUM ini bersifat menular. Orang yang ngeliat orang tersenyum, akan refleks untuk tersenyum, tanpa syarat.

Tanpa ketentuan berlaku.Tanpa registrasi. Waspadalah! :LOL:

     Nah, dengan sedemikian banyak “manfaat” senyum bagi kesehatan, masih mau sering-sering manyun juga?

Akhir kata, tinggal satu hal lagi yang perlu ditanyakan..

Sudah Tersenyum Belum Hari Ini? 🙂

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Berlian Gigi – Trend Fashion Gaul Baru?

Kemaren doktergigigaul didatengin pasien yang mau masang “berlian” di giginya. Mau pasang sekaligus tiga.

     Doktergigigaul penasaran, apakah gerangan yang melatarbelakangi keinginan pasien tersebut? Jawabannya, “pengen nyobain aja. soalnya kayaknya eye-catching banget..”

     Mo nangkep mata? Buat apa, dikoleksi?

(-.-“)

    Gag bisa dipungkiri, kalo berlian di gigi, mulai dianggap sebagai fashion. Terutama di kalangan jiwa muda [Mohon maaf untuk para jiwa tua]. Karena “menyita” perhatian dengan kilapannya saat terkena cahaya.

     Meskipun, berlian ini bukan berlian sesungguhnya. Bahannya terbuat dari “circone” atau sebagian nyebutnya zirkon. Apaan tuh? Klik disini aja ya.

     Tetapi, tanpa disadari, apa yang dilakukan sebenarnya justru bertentangan dengan harapan.

     Gini, kalo tujuannya buat mempercantik gigi, coba dievaluasi. Pada umumnya, orang akan berusaha membuat penampakan gigi mereka, putih bersih, supaya dinilai orang sehat. Kalo dipasangin gigi apa gag keluar dari pakem tersebut?

     Gigi yang tadinya putih, jadi “ternodai” oleh warna berlian yang dipasang. Mungkin berkilat. Tapi kilatan tersebut muncul kalo cahaya tepat mengenainya [ato diefek pake Photoshop]. kalo gag pas, berlian tersebut akan tampak sebagai sebagai suatu titik “noda” berwarna biru, merah atau hijau.

     Bisa aja kan, kalo  gigi kamu dipasang berlian warna merah, dan orang lain bilang “Mbak,mbak, ada cabe tuh nempel di giginya..”

     Ato dipasangin berlian warna hijau “Mas,mas tadi pagi sarapannya rumput ya?”

Suram..

     Terus dari sisi ekonomi. Biaya yang kamu pergunakan untuk memasang berlian tersebut, katakan, 100-200ribuan, tergantung dokter giginya. Terus, berapa lama kamu akan merasa bosan? Berdasar pengalaman pribadi doktergigigaul, rata-rata setelah 6 bulan, pasien minta berlian tersebut dilepas lagi. Tanpa syarat.

     Mendingan dipake buat bersihin karang gigi. Dalam periode 6 bulan yang sama, gigi dan mulut kamu akan sehat bersih, dan kesehatan tubuh terimbas olehnya. Dibanding dengan biaya yang sama kamu malah “mengotori” gigi bersih kamu.

Belum lagi kalo belum beberapa minggu, berliannya lepas waktu lagi sikat gigi, karena nyikat giginya kaya nyikat lante kamar mandi. krak-krok krak-krok.

     Rugi bandar..

     Tapi kembali ke judul, memang fashion dental, seperti halnya tato gigi dan behel mainan adalah sesuatu yang baru dan membuat orang penasaran. . Sah-sah aja sebenernya kalo mau “nyoba” .

Lagipula hal ini bukan hal yang membahayakan tubuh atau gigi pada khususnya. Kecuali kalo make berlian giginya di mata.

     Tapi sedikit masukan. Dari kacamata Islam, pemasangan “perhiasan” atau “benda yang mempercantik” tuh gag dibenarkan dipakai oleh laki-laki. Soalnya yang dibenarkan menghias diri tuh kan cuman wanita.

Intinya, semua keputusan kembali ke kamu. Gimana, siap menjajal fashion dental terbaru?

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Tato Gigi – Alternatif Variasi Visual

     Tato. Modifikasi tubuh yang awalnya memakai kulit sebagai medianya, kini mulai merambah organ lain di tubuh. Yaitu, gigi!

     Anggapan bahwa gigi yang ‘sehat’ adalah gigi yang bersih dan berwarna putih, tampaknya kini mulai tidak berlaku lagi. Karena mulai muncul perilaku nyeleneh terhadap gigi yaitu dengan memberinya tato.

     Doktergigigaul gak habis mikirin fenomena yang satu ini.

Sementara beberapa orang berusaha untuk membuat gigi ‘kotor’  mereka supaya bisa lebih ‘putih’, beberapa orang berusaha me’ngotori’ gigi ‘putih’ mereka dengan memberinya ‘tato’.

     Kenapa, kenapa, kenapa? [Ayu Think Think mode: on]

     Padahal tato gigi ini gak akan terlihat setiap saat, kecuali si pemakai tersenyum 24 jam sehari, 7 jam seminggu.

Kering-kering, dah..

     Meskipun harus diakui, beberapa tato didesain secara profesional sehingga nampak sebagai alternatif seni yang ‘menarik’. Ternyata bukan hanya tangan yang dapat menarik, tetapi seni juga bisa.

     Rentangan disainnya juga hampir tidak terbatas. Dapat dibikin hampir di gigi mana aja. Gigi seri, taring,sampai geraham, semua bisa.

Kecuali, di gigi yang belom tumbuh.

     Gambarnyapun dapat disesuaikan dengan keinginan si penikmat tato gigi ini. Kartun, otomotif, logo hingga gambaran abstrak sudah dapat diaplikasikan melalui tato gigi ini.

Beberapa menganggap tato gigi ini sebagai tren, yang dapat meningkatkan status sosial dan derajat kepercayaan diri.

     Seperti misalnya yang terjadi di India.

     Tato gigi, sama seperti tato [kulit] tubuh, juga dibagi menjadi 2 golongan yaitu tato permanen, dan tato sementara [temporary].

     Tato sementara dibuat dengan ‘menempelkan’ disain yang telah ada ke gigi, dan membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Tato gigi permanen dibuat dengan mengaplikasikan tinta dengan tehnik dan alat khusus, dan waktu kerja yang dibutuhkan, tergantung kepada tingkat kesulitan disain yang diinginkan.

Tato gigi ini dapat dipertahankan selama mungkin, dan dapat dihilangkan melalui proses pengikisan bur dan ‘pemoles’ selama 2 menit

     Pembuatan tato gigi ini bervariasi tergantung tingkat kesulitan yang diinginkan. Ada ‘barang’ harus ada ‘uang’. Sebagai bocoran, rentangan harganya berkisar mulai 750rebu – 3jeti rupiah

Tertarik? 

     Tunggu dulu.

     Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum MagaHaian memutuskan untuk mengaplikasikan ‘tato’ ini pada gigi.

     Pemolesan email yang telah dikasarkan selama proses pentatoan dan atau pembersihan tato gigi berlangsung, apabila tidak dilakukan dengan baik dan tepat, dapat menyebabkan timbulnya lubang gigi pada daerah tepi.

     Karena proses pengasaran email dapat menyebabkan sisa makanan lebih mudah menempel.

Tapi itu kalo gag tepat.

Kalo tepat, alhamdulillah, kalo gag tepat, innalillah..

     Kedua, email gigi akan mengalami perlakuan berulang yang kurang baik. Dikasarkan pada saat pembuatan dan dikasarkan lagi pada saat penghilangan.

     Bahkan organ terkeras tubuh pun dapat mengalami hil-hil yang kurang diangankan kalo terus menerus diperlakukan secara tidak gigi-awi.

Email gigi, sama seperti rindu hati, juga ada batasnya.<- curcol..

     Cara yang paling aman, adalah mengaplikasikan tato pada mahkota gigi tiruan, baru diaplikasikan ke gigi. Tapi kekurangan cara ini, gigisehat MagaHaian harus “dibuang’ untuk menyediakan ruangan bagi mahkota gigi tiruan ini biar bisa dipasang ke gigi .

     Jadi kalo kamu udah mempertimbangkan masak-masak [bukan menimbang sambil masak, karena akan repot], mungkin modifikasi gigi yang satu ini boleh jadi bahan pertimbangan.

Entah sebagai simbol anak gawl atau sekedar variasi visual untuk gigi.

     Tapi doktergigigaul yakin, ada satu gambaran yang gak akan mau dijadikan sebagai disain tato, karena gag akan memberikan pengaruh psikologis apapun kecuali rasa rendah diri. Yaitu tato gigi bergambar JIGONG.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Ngetes Aja..

      Setiap mau nambal pasien, baik lobangnya udah besar, dalem ataupun belum, doktergigigaul selalu melakukan sebuah ritual “prosedur standar kerja”.

     DokterGigiGaul selalu ngomong.. “Pak/Bu, kalo selama saya ngebor nanti, ada yang kerasa sakit atau gak nyaman, diangkat tangan kirinya, atau gerak2in kakinya, jadi saya berhentiin ngebornya. Jangan ditahan-tahan, sampe jadi ngegerakin kepalanya dan atau ngomong/teriak, tiba-tiba. Takut alat bornya meleset, bisa kena gusi atau pipi.”.

Pernah satu kali, doktergigigaul mo nambal. Gigi, bukan ban. Setelah melakukan sesi tanya jawab dan menentukan diagnosa penyakit, doktergigigaul segera melakukan ritual diatas. doktergigigaulpun langsung ambil kuda lumping kuda-kuda.

 

     Injek foot switch [injekan kaki buat muter bor]: check!, Bor muter: sip! Masukin footswitch, eh bor-nya ke mulut.. dan belum 3 detik..si pasien  langsung melambai ke kamera ngangkat tangannya ke atas!?

     What the duck!?
What happen, Aya naon?

Buru-buru doktergigigaul angkat kaki dari foot switch!

Langsung doktergigigaul keluarin alat bor tuh dari mulut si ibu, sambil terheran2. Perasaan, belum juga nempel mata bor tuh ke gigi, tapi kok udah sakit ya?

 

      Apa ada hal yang kelewat waktu pemeriksaan awal? Ato ada sesuatu hal yang si ibu gak omongin jujur waktu anamnesa? Ato ada alat tajem yang kena ke jaringan lunak si ibuk? Ato air dan udara dingin yang keluar dari bor ni yang bikin gigi si ibu ngilu? Ato karena PLN mulai sering melakukan penyalaan lampu bergilir lagi?

     Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam pikiran doktergigigaul.

Apa gerangan yang terjadi sesungguhnya?

     Apa, Maria Mercedes.. Apa?!

      Begitu keadaan sudah terkendali, doktergigigaul nanya ke si ibu. “Kenapa Buk, apa yang kerasa gak nyaman atau sakit? Giginya, atau yang lain?”

Dan si ibu menjawab dengan dingin abiss..

“Gak, saya cuman ngetes aja, dokter beneran berenti apa enggak, kalo saya angkat tangan..Jangan sampe kejadian..” 

*gubrag!* towewewewew!

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Orang Miskin [Gak] Boleh Sakit!

Pada kesempatan ini, doktergigigaul akan mengesampingkan segala hal yang bersifat gigi-awi dan berfokus pada curhat pribadi soal “sakit” secara umum.

     Udah 2 hari ini dua anak doktergigigaul mendadak dangdut sakit. Demam tinggi sampe 40 derajat. Kalo satu-satu sakitnya masih dalam status waspada. Tapi masalahnya sakitnya berjamaah, sehingga otomatis masuk “awas”.

     Panik, jelas. kerja terbengkalai, online keluar dari prioritas. Semua terfokus pada dua bujang yang tergeletak tak berdaya tiap 4 jam, setelah  efek obat sementaranya habis. 🙁

     Akhirnya, dengan terpaksa doktergigigaul meninggalkan kewajiban melayani masyarakat untuk sementara dan berfokus melayani raja-raja kecilnya. Disinilah segala [permasalahan] cerita berakar.

     Doktergigigaul pergi ke sebuah rumah sakit, berbekal surat pengantar dari Puskesmas. Tujuannya satu, berharap dengan surat rujukan akan diprioritaskan dalam pelayanan. Sebab, secara pribadi doktergigigaul memang memprioritaskan masyarakat dengan “surat pengantar”.  Baik itu “surat pengantar miskin” atau “keterangan tidak mampu” dari perangkat desa [lurah, kepala desa, dlsb] ataupun kartu “jaminan kesehatan”.

     Sebab kaum minoritas ini sering berfikiran negatif pada petugas kesehatan sehubungan dengan “kondisi” ekonomi. Dan untuk menepis paradigma di masyarakat, si “kurang mampu” akan diprioritaskan daripada si “mampu”.

Tetapi apa yang dialami, sungguh mengiris hati.

     Surat pengantar, yang notabene “harus” berjudul ASKES, karena doktergigigaul adalah PNS ternyata dinyatakan “tidak berlaku” 

Iya, TIDAK BERLAKU!

Watdepak!? 

     Jadi.., buat apa ada program ASKES selama ini. Buat apa gaji disunat untuk setoran ASKES? “Dialihkan” kemana dana itu?

Galau

     Karena bermaksud untuk “mempersingkat” waktu, doktergigigaul akhirnya memutuskan untuk masuk sebagai rakyat jelata [tanpa ASKES].

Muka resepsionisnya langsung berubah drastis, dari yang mirip orang mo BAB, ke muka yang baru minum obat pencahar tokcer.

Sumpah, NAJIS BANGET! [maaf]

     Terus, doktergigigaul dateng selepas shalat Jum’at sekitar jam setengah 2 di RS tersebut [yang memasang poster segede KINGKONG “MELAYANI ASKES PNS” di pintu masuk dan lobi resepsionis], ternyata harus menunggu sampai jam 2an karena dokter yang bersangkutan lagi gak “standby” di KaTePe TeKaPe! 

Halowww..Kalo gak mau jaga, mending gak usah jadi DOKTER! Kalo gak mau susah “nangkring” di RS ngelayanin pasien, jadi ARTIS aja!

     Gimana nasibnya kalo pasien udah sekarat? 

Miris.

     Sumpah, doktergigigaul pribadi berusaha menghindari hal itu.  

     Pasien gak pake nunggu lama, dokter selalu ada di tempat [meskipun sambil online :D], kecuali ada urusan seperti penyuluhan dan atau masalah kedinasan

Intinya, masyarakat adalah tuan dan dokter adalah pelayan. Itu inti DOKTER SEBAGAI ABDI MASYARAKAT!

Menjadi dokter adalah tentang PENGORBANAN, BUKAN MENGORBANKAN! 

[Jadi inget pengalaman 2 tahun yang lalu, doktergigigaul dateng ke sebuah RS di Jakarta dengan keluhan anak doktergigigaul muntah udah 5 kali sehari, mencret udah 12 kali sehari, dan dokter jaganya dengan sukses mendiagnosa anak doktergigigaul menderita ASMA! Plis deh! dukun beranak jalan mundur ambil ngesot juga tauk kalo itu MUNTAHBER – Muntah Berak!]

Kembali ke permasalahan utama. .

     Setelah akhirnya diperiksa, secara [tidak] mengejutkan, doktergigigaul telah “ditunggu seseorang yang “sengaja” dipasang sebagai “penggiring” keluarga/pasien untuk menuju LOKET PEMBAYARAN.

     Kayak semua pasien bakal kabur! [asli, ini sebenernya gak mengherankan, dengan pelayanan seperti itu]

     Dan, administrasinya benar-benar luar biasa! Bukan nominal yang jadi masalah, tapi kasirnya asli kayak robot!

     Atau memang robot?

     Yang sengaja dipasang supaya gak ada simpati buat yang kurang mampu [gila, bener-bener pengen rasanya ngeludahin tu orang]

     Pemberhentian berikutnya di apotik. yang ini lebih parah. Mulutnya gak pernah bisa senyum. doktergigigaul sempat yakin untuk sesaat, orang-orang tuh saraf senyumnya udah rusak semua.

     “Mana resepnya Pak? Tunggu disana, tar dipanggil lagi!” *melengos.

High! Kalo gag inget lagi puasa..

     Udahlah, itu dibiarin aja. Gak penting dibahas panjang lebar!

     Begitu akhirnya dipanggil buat “nebus” [ternyata selama ini obat buat anak doktergigigaul, diculik sama petugas apotek tersebut, jadi harus ditebus] obat..

Astaghfirullahaladzim!

     Kali ini nominal menjadi masalah!

     Masalahnya doktergigigaul tahu banget HET [Harga Eceran Tertinggi – Harga yang disarankan Kementrian Kesehatan untuk dijual ke masyarakat] obat-obat tersebut. Tapi ternyata, disini menjelma menjadi berlipat-lipat.

Terenyuh, asli terenyuh.

     Memikirkan bagaimana kalo masyarakat lain yang kurang mampu dihadapkan pada masalah ini. Harga obat sama dengan upah buruh bangunan ato tukang cuci selama 1,5 minggu, BERSIH! [tanpa dipotong pajak] 

Disinilah, baru terasa betapa sebenarnya sebagian dari kita “sangat beruntung”. Mendapat nikmat sehat, nikmat rezeki. Dan disinilah baru terasa betapa sebagian dari kita yang beruntung “lupa” bersyukur atas itu semua!

     Hegh, apa benar mengenai pendapat di masyarakat, ORANG MISKIN DILARANG SAKIT? Karena tidak akan mampu membayar obat bagus, pelayanan prima dan lain sebagainya yang selangit-langit?

sumber gambar dari sini

     Kepada seluruh pihak yang berkepentingan, tolonglah. Jangan asyik berada di “zona nyaman” diatas kursi empuk dan ruangan dingin. Terus berkoar memperjuangkan hak sehat orang miskin.

Di lapangan semua tak sesuai rencana! Di lapangan semua tak seindah realita yang diharapkan!

Seharusnya tidak ada orang miskin atau kaya. Semua seharusnya sama! Sama-sama memiliki hak untuk sehat!

      Semoga semua bisa segera berubah. Orang miskin TIDAK dilarang sakit. dan lebih utama lagi, ORANG MISKIN BISA SEMBUH seperti ORANG KAYA! Dengan obat yang sama, dengan pelayanan yang sama!

     Para sejawat, mari bersama kita tunjukkan. Dokter tidak selamanya money oriented. Tujuan kita bukan semata-mata uang. Tapi pelayanan. Melayani tanpa memandang segala embel-embel yang mungkin ada. Sehat untuk Semua! Sehat untuk Indonesia. MERDEKA!

     Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, dan ada beberapa profesi yang merasa tersindir karena tersangkutpaut dengan artikel ini. Semua tidak dimaksudkan dengan sengaja. Apabila ada keberatan ingin menambah saran untuk mengubah beberapa bagian dari artikel ini, doktergigigaul siap menerima untuk dipertimbangkan..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

MagaHaian, siap-siap bikin Gerakan Satu Juta Koin Gaul buat #doktergigigaul yaw.. Just in Case (-.-“)

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Dislokasi TMJ. Kenali, Tangani, Ulangi!

     Tiap hari kerja di Puskesmas paling banter cuman ampe jam 11an. Lepas jam tuh, biasanya udah gak ada lagi pasien yang datang untuk dieksekusi. Biasanya Dokter Gigi Gaul langsung online di luar ruangan poli gigi.

     Pas lagi serius-seriusnya online, tiba-tiba Dokter Gigi Gaul disamperin sama satu orang perawat dari poli umum. Katanya Dokter Gigi Gaul dimintain tolong buat bantuin dokter umumnya. 
     “Emang ada apa?” tanya Dokter Gigi Gaul sama perawat tu. Perawat tu njawab, “Itu dok, ada nenek-nenek yang gak bisa nutup mulutnya. Katanya gara-gara kegedean waktu nguapnya”.
     Hmm. *klik*Dislokasi TMJ*klik* kayanya neh. Wuuhuu, akhirnya Dokter Gigi Gaul dapetin juga pengalaman yang dulu cuman didapat secara teoritis.

Meskipun, serius, Dokter Gigi Gaul pikir kejadian kaya yang diomongin ama perawat tu cuman ada di film kartun. Gak akan mungkin terjadi di dunia nyata.

Jadi inget, pernah waktu kuliah dulu, ada dosennya Dokter Gigi Gaul yang cerita soal dislokasi TMJ nih. Penyebabnya katanya gara-gara si pasien ketawa terlalu lebar. Dan terapi [baca: penyembuhannya], si pasien dikagetin secara tiba-tiba, dan akhirnya ketutup sendiri mulutnya.

Cerita yang cukup menghibur, sebelum diulang-ulang setiap semester pendek dan mata kuliah lain yang beliau ajar

    
 Kembali ke TKP. Pas Dokter Gigi Gaul liat pasien dan riwayat rekam medisnya, wadoohh, gak mungkin banget dipake terapi ala dosen Dokter Gigi Gaul tuh. Nenek-nenek nih punya riwayat penyakit jantung. Bisa-bisa plus si nenek kalo gw kagetin.
     Tapi, kalo gak dikagetin, gimana juga caranya. Jujur, gak pernah dapet ilmu prakteknya langsung [karena kasus kejadiannya sangat amat sangat amat jarang], dan teorinya-pun membayang sekelebat-sekelebat aja di memori Dokter Gigi Gaul yang terbatas neh.
     Dokter Gigi Gaul inget pernah ada *klik*kejadian dislokasi TMJ kaya gini*klik* di Inggris. Tapi, terapinya pake stik eskrim. Dan di Puskesmas gak ada pula. Akhirnya Dokter Gigi Gaul memutuskan make cara yang bisa diinget aja.
Tekan rahang bawahnya di posisi gigi geraham terakhir ke arah bawah dan dorong kebelakang pelan-pelan penuh perasaan..
     Dan..
     Alhamdulillah, akhirnya si nenek bisa nutup lagi mulutnya. Langsung ketawa-ketawa. 
     
     “Eits, jangan kegedean ketawanya, Nek” kata Dokter Gigi Gaul langsung mengingatkan. Si nenek ujung-ujungnya cuman senyum-senyum manja. [oke, ini hiperbola]
     Singkat kata, kembalilah Dokter Gigi Gaul ke dunia maya yang tadi sesaat Dokter Gigi Gaul tinggalkan. Baru 5 menit napas, perawat yang sama dateng lagi nyamperin Dokter Gigi Gaul. “Dok, mulut si nenek balik ke posisi ke’kunci’ mangap lagi!”.
     Helehh! si Nenek! “Kok bisa, balik lagi kaya gitu sih?” , tanya Dokter Gigi Gaul sambil menemani si perawat pergi ke poli umum.

“Tadi si nenek tadi ditanya sama dokter X seberapa besar dia ngebuka mulutnya ampe bisa kayak gitu, trus dia nyontohin ke dokter X. Hal yang selanjutnya terjadi, mulutnya kembali ke posisi ke’kunci’ mangap gitu lagi” jawab si perawat.

Jeleger! 
     Makanya Nek, nyontohinnya gak usah terlalu bersemangat 45 gitu dong. Gak perlu serealistis itu kali..
     Hegh, nenek, nenek.. *menghela napas kagum*

Salam MagaHaya!
sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes