Tag Archives | Book Your Blog

Alternatif Pengobatan Jerawat : ODOL!

Odol yang selama ini kita pergunakan untuk menggosok gigi, ternyata memiliki khasiat lain yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Ternyata odol dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk jerawat!

Pasta gigi didaulat sebagai alternatif pengobatan jerawat karena beberapa hal.

Diantaranya disebutkan, karena pasta gigi dapat melarutkan minyak yang dikeluarkan kelenjar sebaseous, yaitu sebum, yang menjadi penyebab jerawat.

Untuk menentukan keabsahan pendapat ini, mari kita bahas secara lanjut.

Sebum sebenarnya adalah bahan alami pelembab kulit. Sebum dikeluarkan secara rutin oleh kelenjar sebasea. Masalah muncul ketika ada sel mati atau debu yang ngalangin keluarnya sebumSebum yang gagal keluar ini mengeras di kulit, disebut pimple (apa terjemahan Indonesianya ya?)

Penyebab kavitas atau lubang pada gigi adalah bakteri yang menempel pada plak yang menurunkan kemampuan regenerasi enamel. Odol mengandung alkohol dan biosid  yang bisa membunuh bakteri. Baik di mulut maupun di kulit. Alkohol melarutkan sebum yang tertahan tadi, dan biosid membersihkan sisa bakteri yang di’matikan’ alkohol tadi.

Tapi karena alkohol dan biosid bisa mengiritasi kulit dan menimbulkan gejala alergi, sangat disarankan untuk berhati-hati mencoba hal ini.

Penggunaan obat untuk jerawat yang telah teruji secara klinis, lebih direkomendasikan untuk pengobatan jerawat.

Pilihan akhir ada di tangan anda.

sumber: internet
Baca artikel ini

Mengunyah 32 Kali?..Masih Kurang!

Selama ini, mungkin telah diketahui adanya paham atau ajaran, bahwa mengunyah makanan yang baik adalah selama 32 kali. Tapi, apa sebenarnya manfaat dari ‘pengunyahan 32 kali‘ tersebut?

‘Gerakan’ yang mengusung tema mengunyah selama 32 kali ini, pertama kali didengungkan oleh seorang yang bernama Horace Fletcher yang memiliki “kontrak-hidup” antara tahun 1849 sampai tahun 1919.

Tau gag, sekedar informasi aja, sebelum Horace mengeluarkan pahamnya, telah ada seseorang yang lebih dulu mengajarkan dunia, seputar pengunyahan.

Rasulullah, Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan kepada kita cara mengunyah [yang baik] lebih dari ratusan tahun yang silam.

Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproses makanan itu

Kembali ke ‘pembahasan’ Horace tadi.

Ada kemungkinan dia mengetahui mengenai pengunyahan yang disarankan oleh Rasululah SAW tersebut.

     Kemudian, dia mempromosikan gerakan mengunyah 32 kali ini, semata-mata hanya berdasarkan fakta bahwa jumlah gigi tetap manusia adalah 32 buah. Dan Horace juga membuat motto untuk meyakinkan dunia agar mendukung pahamnya ini.

The world will castigate those who do not masticate – Horace Fletcher (1849-1919)

(Dunia akan menghukum siapa yang tidak mengunyah)

Jaka Sembung bawa gitar..Gak nyambung, jreeengng!

Apa hubungannya ‘hukuman dunia’ sama gak ngunyah? Maksudnya kita bakal dihukum kalo kita tidur gak sambil ngunyah? Ato kita dihukum pas lagi belajar gak sambil ngemil?

[Tapi ini semata-mata, cuma dugaan kasar doktergigigaul aja ya. Gak ada bukti tertulis yang bisa mendukung pendapat ini :D]

Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa mengunyah banyak bukan untuk menghindarkan hukuman dari dunia, tetapi untuk meringankan beban kerja lambung, agar tidak terlalu keras menghancurkan makanan yang masuk.

Dengan mengunyah lebih lama, maka ‘tekstur’ makanan akan menjadi lebih lembut.

Iyalah, nenek-nenek budek jalan mundur juga bakal tau, kalo tekstur makanan yang lebih lembut karena telah dikunyah lebih lama, akan lebih mudah dicerna dan diserap sarinya oleh lambung. Kerja lambung tidak akan terlalu berat, dan mencegah timbulnya ‘kerusakan’ pada lambung.

Widih.. Berarti, apa yang dicontohkan Rasulullah, terbukti benar adanya, beratus-ratus tahun kemudian secara keilmiahan!

Intinya ngunyah ‘banyak’ bertujuan menjadikan tekstur makanan selembut mungkin. Tapi jangan terlalu sedikit juga, kalee. Nanti dibilang orang pelit.

Gak nyambung juga, jreengng..

Kalaupun mau banyak, jangan ikutin yang 32 kali, tapi yang 40 kali aja ya. Selain, yang itu sumbernya terpercaya, tanggung kalo mo ngunyah banyaak, sekalian aja 40 kali sih 😀

Jangan lupa minum [secukupnya] juga. Air bisa semakin melembutkan tekstur makanan yang sudah lembut.

Tapi inget perbandingannya kan? 1/3 buat makanan, 1/3 buat minum, 1/3 buat napas.

Jangan lupa juga, nyikat gigi. Tapi yang ini, jangan sikat gigi secukupnya.

Sikat gigi sampai bersih, minimal 2 kali sehari

Mengunyah 32 Kali?..Masih Kurang! > sumber: internet
Baca artikel ini

Jangan Pake Kawat Gigi [Behel]!

Salah seorang kawan blogger, bloggaje, request minta pembahasan mengenai kawat gigi. Dokter Gigi Gaul sebenernya kurang paham, yang dimauin itu ngebahas soal perawatan kawat gigi secara keseluruhan atau soal kawat gigi cekat yang lebih populer dengan sebutan behel.

Tetapi, mengamati trend yang sedang berkembang di masyarakat mungkin yang dimaksud adalah behel. Nah, buat yang pengen tau juga, silahkan disimak bersama-sama.

Behel, kini sedang mengalami peralihan. Dari fungsinya yang sebagai sarana “perawatan” menjadi simbol status sosial.

Sehingga orang berlomba-lomba untuk memakaikan alat ini ke gigi mereka.

Simbol gaul.

Untuk mencegah hal yang kurang baik di kemudian hari, doktergigigaul , ngerasa perlu memberikan sedikit wejangan kepada para calon pemakai behel untuk alasan selain kesehatan.

Hal-hal berikut adalah alasan kenapa Dokter Gigi Gaul mengeluarkan larangan, Jangan Pakai Kawat Gigi!:

1. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi online.

Yang masang kawat gigi ni, paling jelek statusnya Tukang Gigi. Paling bagus, dokter gigi umum, tanpa basic pemasangan kawat gigi.

Bisa dipastikan kalo yang masang tukang gigi, hasilnya akan ancurr!

2. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi di Ahli Gigi

Ini versi offline-nya. Gak perlu diomongin lebih lanjut, pokoknya masang kawat gigi cuman ke Dokter Gigi [Gaul], titik!

3. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman buat gaya-gayaan

Hadeuh, jangan deh. Walaupun cuman gaya, tetep aja gigi kamu bergerak kalo udah dipasang si behel nih. Dan kalo gak terkontrol, nanti gigitan gigi atas dan bawah kamu bisa berubah, yang bisa berakibat, sakit pada sendi TMJ [sendi penghubung antara mulut atas dengan bawah yang ada di depan telinga].

Soalnya yang pasang buat gaya ini, rata-rata setelah kepasang gak akan kontrol lagi ke dokter giginya.

Lagipula hukumnya di Islam kan haram. Baca artikel ini.

4. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang murah.

Ada barang ada kualitas. Percaya deh.

Biasanya pilihan tergantung bahan yang digunakan. Ada orang yang alergi sama barang murah, terpaksa pake yang mahal. Ada yang pengen cepat, bahan yang dipake pun Bukan Bahan Biasa [BBB].

Apapun, selalu berkonsultasi sejelas-jelasnya sama Dokter gigi kamu. Ato mau sama Dokter Gigi Gaul juga boleh. 😀

5. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang cepat masangnya.

Pemasangan kawat gigi melewati banyak sekali tahapan, perhitungan dan perawatan.

Semua harus dilakukan dengan hati-hati mengingat resiko yang ada, seperti disebutkan diatas.Jadi harus lama. Kalo ada yang cepet, bisa jadi resiko yang ada tidak diperhitungkan dengan seksama.

Jadi tanya ke Dokter Gigi kamu mengenai hal ini. Jangan ke Ahli Gigi kamu ya..

6. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman yang atas aja atau yang bawah aja.

Yang masang atas bawah buat gaya-gayaan aja di nomor 3 enggak boleh, apalagi yang cuman setengah.

Kawat gigi cekat sebaiknya dipasang atas dan bawah lengkap. Ini dimaksutkan untuk penyesuaian gigitan rahang atas dan rahang bawah yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebenernya masih banyak yang mau dibahas. Kalo ada yang mau ditanyakan lebih lanjut bisa via komen atau e-mail ke doktergigigaul@gmail.com aja.

Terimakasih atas perhatiannya.

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Berhenti Menyikat Mahkota Gigi Kamu!

Hmm, pasti banyak yang bingung [ato mungkin senang] kenapa Dokter Gigi Gaul yang notabene seorang Dokter Gigi, nyuruh berhenti menyikat mahkota gigi kamu?

Baiklah, Dokter Gigi Gaul akan menjelaskan alasannya.

Sejak blog ini mulai mendapat perhatian serius dari para aktivis dunia maya [padahal, orangnya yang merhatiin itu-itu juga], banyak yang penasaran tentang banyak hal. [Maaf yang belom terpenuhi request artikelnya] Sebagian besar tertuju pada cara menyikat mahkota gigi.

Katanya, “Saya udah nyikat gigi 3 kali sehari, tapi gigi masih berlobang juga”. “Saya nyikat gigi udah pake syahwat, tapi gigi masih kuning juga”. “Sikat gigi saya mahal, tapi mulut kok masih tetep bauk”. “Kenapa pacar saya selingkuh?” Dan lain sebagainya.

Dan semua ternyata punya kesamaan. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata kesalahan bukan terletak pada pesawat televisi anda, tetapi pada cara menyikat giginya.

Nah, untuk menambah pengetahuan MagaHaian, memperbaiki cara menyikat mahkota gigi yang salah dan mengurangi e-mail yang masuk ke inbox, Dokter Gigi Gaul akan menjelaskan bahasan SEPUTAR PENYIKATAN MAHKOTA GIGI. Jadi kamu bisa berhenti menyikat gigi kamu [karena melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini]

Siap? [belom..] Itung lagi sampe sepuluh abis itu udah ya [iyaah..] Satu..Dua..Tiga. [belom, belom, belom]. ..Sepuluh!

Siap gak siap, Dokter Gigi Gaul cari ya.. [*Dokter Gigi Stress*]

1. Terlalu Cepat Menyikat Gigi

Menyikat mahkota gigi sebaiknya dilakukan minimal selama 2 menit.

Dengan rincian 20 detik untuk menyikat mahkota gigi atas bagian belakang kiri, 20 detik untuk menyikat mahkota gigi atas bagian depan,20 detik untuk menyikat atas bagian belakang kanan.

Lalu 20 detik untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian belakang kiri. 20 detik untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian depan, dan 20 detik terakhir untuk menyikat mahkota gigi bawah bagian belakang kanan.

Kalau bisa lebih lama [misalnya @30 detik per bagian, lebih baik]. Kalo kamu males karena merasa bosen kalo lama-lama, coba tips yang satu ini. Siapkan lagu favorit kamu di iPod, hape atau MP3 Player untuk menemani kamu menyikat gigi. Mulai menyikat mahkota gigi dari awal lagu sampai selesai.

Tapi jangan lagu yang 5 menit, nanti bisa berasa dower bibir kamu.

2. Terlalu Keras Menyikat Gigi

Jangan menyamakan mahkota gigi kamu dengan lantai kamar mandi. Gak perlu menyikat gigi dengan sepenuh syahwat.

Kamu sikat gigi, tetangga jarak 2 rumah bisa tahu, karena denger suara sikat gigi yang beradu sama mahkota gigi yang kamu keluarkan.

Kontrol tekanan sikat gigi terhadap mahkota gigi kamu. Jangan sampai gigi sehat, gusi bermasalah.

Tekanan berlebihan bisa mengakibatkan gusi kamu menjadi meradang.

3. Terlalu Sedikit Daerah Yang Dibersihkan

Menyikat Mahkota Gigi saja sebenarnya tidak cukup untuk menjaga mulut segar dan tidak bau. Diperlukan penyikatan pipi, lidah, dan bagian belakang gigi. Kebanyakan orang hanya menyikat mahkota gigi bagian luar dan melupakan mahkota gigi bagian belakang/ dalam.

Pada lidah terdapat “lekukan” yang bisa menyebabkan makanan terjebak, dan bila tidak dibersihkan akan diolah bakteri dan mengeluarkan “gas” yang bisa menyebabkan bau mulut.

4. Terlalu Banyak

Berkumur setelah sikat gigi cukup sekali saja. Terlalu banyak berkumur, bisa menyebabkan efek dari bahan yang ada pada odol menjadi “hilang” dan tidakberefek pada kesehatan gigi dan mulut kamu.

Menyikat gigi lebih dari 3 kali sehari bisa mengakibatkan bakteri penyeimbang [baca: flora normal] yang berfungsi menyeimbangi kerja bakteri jahat dalam mulut kamu menjadi berkurang. Kalau kamu merasa kurang bersih, gunakan obat kumur secukupnya, ato pertimbangkan pemakaian benang gigi.

5. Terlalu Percaya Iklan

Pasti kamu pernah mendengar ini

“Sikat gigi dengan 3 lekukan membersihkan gigi lebih maksimal!”.

“Sikat gigi dengan bulu bergerigi bisa membersihkan hingga sela gigi!”.

“Sekarang, ada odol khusus untuk memutihkan”

“Ada odol khusus menyegarkan nafas perokok”

“Sikat gigi dengan helem menjaga sikat gigi lebih bersih”

“Sikat gigi bergagang lentur, bisa membersihkan hingga gigi bagian ujung”.

Tidak semuanya benar. Tahukah kamu, sikat gigi yang baik adalah yang bergagang lurus. Terlalu banyak lekukan bisa menyebabkna kontrol tekanan pada sikat gigi sulit dilakukan. apalagi sikat gigi bergagang lentur.

Semua odol ada dasarnya sama. Malah bahan yang ada di odol perlu diwaspadai. Semua cuma trik copywriter bagian pemasaran.

Helm gigi sebenarnya mulai disarankan untuk ditinggalkan. Karena helm ini membuat kepala dan bulu sikat menjadi lembab, suatu kondisi yang disukai bakteri untuk berkembang biak dan beranak pinak..

Jadi, ayo perbaiki “kesalahan” kamu dari sekarang. Lebih baik terlambat daripada gak masuk kelas/ sekolah sama sekali.

Salam hangat

Baca artikel ini

Kenapa Dokter Gigi MAHAL?

Banyak pasien dan kenalan Dokter Gigi Gaul yang ‘penasaran’ menanyakan, “Kenapa ya, biaya berobat ke Dokter Gigi tuh mahal?”.

Nah, untuk menjawab rasa penasaran tersebut, akan Dokter Gigi Gaul coba untuk menjawab ‘sedikit’ pertanyaan tersebut. Sedikit aja dulu, kalo kebanyakan nanti bosen bacanya. 🙂

Baiklah, begini yang sebenarnya terjadi.

Ada beberapa hal yang menyebabkan biaya berobat ke dokter gigi itu mahal, atau paling tidak, tidak semurah berkonsultasi ke dokter umum.

Yang tidak mungkin bisa dihindari adalah waktu.

Pertama, waktu pendidikan

Waktu yang dibutuhkan seorang calon dokter gigi sampai menjadi dokter gigi bukanlah waktu yang singkat. Jangka waktu yang diperlukan dokter gigi sedikit lebih lama daripada dokter umum.

Karena sebenarnya, dokter gigi adalah sebuah spesialisasi keahlian dari dokter umum.

Nah, sudah menjadi pengetahuan umum, biaya berobat ke Spesialis, lebih mahal karena pengetahuan yang mereka miliki lebih spesifik dan terarah.

Ruang lingkupnya memang menjadi lebih kecil, tetapi pelayanan yang diberikan menjadi maksimal, karena para spesialis ini, lebih memahami tentang bidang yang dispesialisasikannya.

Contoh lainnya, Spesialis Kandungan, atau Spesialis Anak. Pasien, akan lebih merasa puas mendapat penjelasan dari Spesialis.

Tetapi sayangnya belom banyak pasien yang memanfaatkan ‘keuntungan’ ini.

Mereka malah takut, semakin banyak dan semakin lama mereka berdiskusi dengan dokter spesialis, semakin besar biaya yang harus dikeluarkan.

Padahal, tidak sama sekali. Biaya yang dikeluarkan, sama dengan kepuasan yang didapat. Jadi, manfaatkan hal ini sebaik-baiknya.

Kedua, waktu kerja.

Dokter gigi memerlukan waktu kerja yang lebih lama dibandingkan dokter umum.

Contoh kasus, waktu yang diperlukan untuk pencabutan satu gigi, lebih kurang 30-45 menit, dengan catatan tidak ada penyulit, seperti akar bengkok atau gigi terbenam. Pencabutan dengan penyulit bisa memakan waktu 1-2 jam mulai dari “pembukaan” sampai penutupan.

Bayangkan dokter umum, yang memerlukan waktu lebih kurang 10-20 menit untuk menangani 1 pasiennya. Itu berarti dokter gigi akan men’charge’ pasien 3-6 kali biaya berobat standar (ke dokter umum), untuk mengganti waktu  tersebut.

catatan: waktu kerja disini belum termasuk waktu interview/ anamnesa dengan pasien di awal datang..

Mungkin bila pencabutan gigi bisa memakan waktu yang lebih sedikit, maka biaya juga bisa dikurangi.

Lalu, kualitas.

Kualitas alat dan bahan sangat mempengaruhi biaya pengobatan.  Dokter akan menutupi biaya pembelian dan perawatan alat yang mahal melalui subsidi silangbiaya berobat pasien.

Secara teori, bila telah terjadi break even point, seharusnya biaya otomatis berkurang. Tetapi rata-rata saat mencapai BEP dokter gigi harus meremajakan alat tersebut.

Tapi gag mirip peremajaan angkot ya 🙂

Selanjutnya, satu hal yang perlu digarisbawahi, dicetak tebal plus miring, LOKASI.

Kalau pasien cermat memperhatikan, ‘beberapa’ dokter gigi yang berpraktek di daerah segitiga emas akan memasang harga yang lebih mahal dibandingkan yang berpraktek di segitiga perak atau perrunggu.

Apalagi segitiga bermuda.

Karena ada biaya sewa yang harus ditutupi.

Mungkin sebaiknya mulai berpikir untuk pergi ke dokter gigi di daerah pinggiran, kalau mencari biaya yang lebih murah.

Walau tidak tertutup kemungkinan, biaya di segitiga perunggu mungkin sama atau lebih mahal dari segitiga emas, kalau didaerah tersebut, pasien tidak memiliki  alternatip.

Kemudian, tapi bukan yang terakhir, ‘merek’ atau ‘ketenaran’.

Dokter Gigi yang telah dikenal, ‘biasanya’ akan memasang biaya yang mahal, karena mereka telah memiliki fans tetap.

Tapi tidak semua. Contohnya, Dokter Gigi Gaul, bila ada pasien yang menjadi fans tetap, akan diberikan diskon tertentu untuk menjaga ‘loyalitas’nya.

Semoga ini bisa menjadi bahan masukan dan pembelajaran yang bermanfaat untuk kenalan, sahabat dan kerabat dokter gigi gaul. Hal-hal lanjutan yang berhubungan dengan saran dan pertanyaan , akan segera dibahas atau ditambahkan secara seksama  dan dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya.

Atas nama pemirsa blog doktergigigaul dan rakyat Indonesia,

Terima kasih.

 

sumber: internet
Baca artikel ini

Kenapa Harus Kontrol [Rutin] Ke Dokter Gigi?

     Berkali-kali dalam catatan-catatan gigi-tal MagaHaya, sering doktergigigaul singgung tentang “kontrol” ke dokter gigi.

Tapi, sebenernya, kenapa harus kontrol [rutin] ke dokter gigi? Seberapa vital sih, kontrol ke dokter gigi ini berdampak terhadap kesehatan gigi dan mulut?

     Sekarang gini aja. Berapa kali dalam setahun kamu “ngontrol kesehatan” kendaraan kamu ke bengkel? 3, 4 kali?

     Oke, mungkin jawabannya bervariasi untuk pertanyaan tersebut.

     Sekarang, apa tujuan kamu nyerpis kendaraan kamu tersebut? Jawabannya pasti sama. Biar selalu berada dalam keadaan prima.

     Gak jauh beda dengan tujuan diatas, gigi juga perlu dikontrol supaya selalu berada dalam keadaan prima. Kalau gigi berada dalam keadaan prima, akan berpengaruh ke kesehatan tubuh yang prima pula.

Apa hubungannya kesehatan gigi sama kesehatan tubuh?

     Eits, jangan salah. Infeksi atau peradangan di gigi dapat berpengaruh besar terhadap tubuh. Sebab, gigi tersambung dengan pembuluh darah, yang juga tersebar ke seluruh [organ dalaman] tubuh.

 

Begitu kuman penyakit masuk ke pembuluh darah, kuman tersebut akan menyebar ke seluruh tubuh tanpa terkecuali. Dan pada akhirnya sampai ke terminal pembuluh darah.

JANTUNG

Nenek-nenek ngesot mundur juga munkin tahu, kalo jantung, bermasalah dan berhenti karena mengalami ‘gangguan‘..

Innalillahi. Wassalam. Gim. Isdet.

Yang hampir sama fatalnya, kalo organ dalaman lain juga terkena, seperti paru-paru bisa ngalamin gangguan pernafasan.

Kacau, cau, cau.

Itu kalo melibatkan pembuluh darah. Dan itu baru permulaan.

     Selanjutnya kalo, infeksi atau peradangan tersebut gag melibatkan pembuluh darah, tapi menimbulkan abses. Abses ini, secara bahasa gamblangnya adalah kumpulan nanah.

     Abses ini bisa bermula dari beberapa tempat. Dari sekitar gigi [jaringan periodontal: jaringan pendukung gigi] hingga ujung akar gigi.

     Mungkin kalo masih berdomisili di sekitar gigi aja, gag banyak menimbulkan masalah, paling-paling hanya memunculkan keluhan. tapi kalo udah menyebar ke daerah lain, seperti bawah lidah atau pipi..biisa dipastikan makan, ngomong sampe tidur gag akan terasa nyaman.

Ada yang “mengganjal”. Pernah ngerasain cinta diam-diam? Ini lebih “mengganjal” dari itu..

     Gag ada yang bisa dijadikan pelampiasan. Mengganjal sampe tua.

     Enggak ding, itu berlebihan. Kalo kamu berobat, insya Allah, penderitaan kamu berakhir.

     Dan yang paling penting, kalo muncul bau mulut. Ini adalah bonus yang pasti didapat kalo kamu memutuskan untuk “memiliki” masalah kesehatan gigi dan mulut.

     Orang-orang akan merasa gag nyaman kalo ngobrol, apalagi ngegosip bisik-bisikan dalam jarak dekat. Apalagi mesra-mesraan di pojokan. Udah pepet-pepetan, berakhir dengan pingsannya salah satu pasangan, tergantung daya tahan menahan bau masing-masing.

      Nah, semua hil-hil tidak menyenangkan ini dapat tercegah, kalo kontrol ke dokter gigi rutin dilaksanakan.

Dokter gigi dapat mengetahui kemungkinan hal-hal tersebut akan terjadi,dan melakukan tindakan preventive atau pencegahannya.

     Kuman tidak akan pernah bisa sampai ke pembuluh darah, karena sarana kesana dimusnahkan oleh dokter gigi. Abses tidak akan pernah terbentuk, karena dokter gigi melenyapkan segala hal yang bisa membentuknya. Mulai dari bakteri, infeksi sampai tempat tidak akan terfasilitasi.

 

     Karang gigi akan dibersihkan supaya jaringan pendukung tetap sehat dan mampu melaksanakan tugas mendukung gigi dengan sempurna. Lubang ditambal, sehingga bakteri tidak memiliki tempat yang nyaman untuk berkembang biak. Sisa akar dicabut supaya gag ada lagi bau mulut yang bisa merusak berbagai urusan, termasuk cerita asmara.

Jangan ke dokter gigi kalo sakit aja. Semuanya bisa jadi udah terlambat.

     Kontrol ke dokter gigi, rutin, supaya masalah baca: sakit gigi] tidak muncul. Kalaupun udah sakit, minimal, tidak berkembang ke arah yang lebih serius.

     Bukan, bukan pernikahan. Tapi sakit berulang-ulang dan dadakan.

     Ayo, mulai kontrol dari sekarang 😀

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Kenapa Gigi Hilang Harus Diganti?

     Banyak sekali orang yang sudah kehilangan giginya, entah karena dicabut atau karena tinggal sisa akar yang [hampir] tertutup gusi. akibat gigi berlubang Tapi masih sedikit yang sadar untuk mengganti gigi yang hilang tersebut dengan alamat gigi palsu

     Hal ini disebabkan, karena orang-orang pada umumnya tidak merasa ada yang mengganggu dengan hilangnya salah satu atau salah dua [dan seterusnya] organ tubuh tersebut.

     Padahal, banyak hal buruk yang bisa ditimbulkan dari kehilangan gigi tersebut.

     Jadi begini. Gigi sebenernya terus tumbuh selama kita hidup. Yang atas tumbuh ke arah bawah dan ke depan. Yang bawah tumbuh ke arah atas dan ke depan.

     Tapi hal ini tidak terlihat, karena pertumbuhan gigi gigi atas terhambat oleh gigi bawah dan begitupun sebaliknya. Dan pergerakan gigi ke depan terhambat oleh gigi yang ada di depannya.

     Coba perhatikan, gigi anak yang tumbuh pertama adalah gigi bagian depan. Hal ini termasuk satu dari sekian “rancangan sempurna” sang Pencipta.

Keren abis, secara Kedokteran Gigi.

     Kalo gigi belakang yang tumbuh duluan, bisa dipastikan gigi kamu gag akan serapih saat ini. Gigi belakang akan maju ke depan karena belum ada yang menahannya.

     Nah, kembali ke permasalahan awal. Kalo ada gigi yang hilang, misalnya gigi geraham bawah, maka bisa dipastikan, gigi atas akan “turun” dan memanjang ke bawah, dan gigi belakang dari lokasi yang hilang akan miring ke depan.

     Memang gag akan langsung terlihat. Tergantung usiadan kondisi kesehatan umum masing-masing orang, prosesnya bisa  sampai berbulan-bulan baru kelihatan. Tapi bukan itu inti permasalahannya.

     Masalah yang sesungguhnya, kalau gigi-gigi yang dimaksud telah mengalami perubahan posisi, maka otomatis, gigi lainnya akan berusaha mencari posisi pertemuan baru.

Proses ini menyebabkan sendi rahang juga terganggu. Sendi rahang akan terasa sakit yang bisa menimbulkan rasa sakit di kepala.

     Begini lho. Gigi atas dan bawah seharusnya bertemu secara bersamaan pada saat gerakan, entah mengunyah atau berbicara. Bahkan pada saat diampun sejatinya demikian. Karena otot selalu bekerja dalam keadaan seimbang. Keadaan ini diistilahkan gigitan harmonis.

     Kalau gigi telah mengalami perubahan posisi, gigitan harmonis ini tidak akan bisa tercapai. Tetapi otot akan berusaha mendapatkan keadaan gigitan harmonis ini. Gag peduli bagaimanapun caranya.

     Karena sebagian dari gigi [baca: enamel atau email] adalah bagian terkeras tubuh yang tidak akan banyak terganggu, maka bagian lain yang lebih ‘kurang keras’ harus berkorban [atau lebih tepatnya: DIKORBANKAN]

Dalam hal ini, sendi rahang.

     Dan kembali ke pembahasan sebelumnya, perubahan posisi ‘terpaksa’ dari sendi rahang ini menimbulkan masalah.

     Itu masalah pertama. Masalah selanjutnya, tulang rahang pada lokasi gigi yang hilang juga menjadi korban.

     Sebelumnya, tulang rahang dibantu oleh gigi dalam menerima beban atau daya tekan dari pengunyahan. Tapi begitu gigi tersebut hilang, maka tulang rahang akan langsung menerima beban kunyah tersebut. Kalau kamu pikir daya tersebut gag seberapa kamu salah.

     Tekanan tersebut menyebabkan pengurangan tulang. Hal ini berdasarkan hukum ke-aus-an. Benda yang mengalami gesean terus menerus dengan barang lain akan mengalami ‘kehilangan’. Berkurang beratnya atau berkurang kepadatannya atau berubah volumenya.

Contoh ekstrim: Ambil wortel dan mulai memarut. Wortel akan menjadi semakin kecil karena mengalami aus. Percuma mau dikasih minum juga.

     Nah tulang yang mengalami aus karena bergesekan dengan makanan yang dibantu daya kunyah, semakin lama akan menjadi semakin berkurang volumenya. yang tadinya tinggi akan menjadi rendah.

     Kalo tulang sudah menjadi rendah, otomatis rongga akibat gigi yang hilang menjadi semakin besar. Makin besar lobang maka semakin banyak pipi yang ‘tersedot ‘ ke dalam karena tidak lagi tertahan oleh tulang. Makin banyak yang tersedot, maka pipi akan terlihat peot atau KEMPOT.

Didi Kempot

     Masalah yang ketiga, tentu saja penampilan. Kalau yang hilang gigi belakang, gag begitu mempengaruhi penampilan, Tapi kalo yang hilang gigi depan..

B-E-N-C-A-N-A

     Lagi diem, senyum simpul gantengnya atau cantiknya 9/10. begitu senyum, ada gigi depan yang ompong? Langsung turun passing grade. -3/10!

     Selain itu fungsi bicara akan terganggu. Akan timbul kesulitan untuk mengucapkan huruf-huruf s, v, f dan r. Akan aneh mendengar orang yang gigi depannya hilang mengucapkan kalimat VESFA RUSAK.

Jadi usahakan mengganti gigi hilang kamu. Jangan tunggu sampai masalah-masalah tersebut datang. Segalanya bisa jadi udah terlambat.

Yang terlambat, gag boleh masuk kelas *abaikan*

     Meskipun nantinya makan menggunakan gigi palsu gag akan seenak sewaktu seperti dengan gigi asli, minimal kamu mencegah masalah yang lebih serius muncul.

 Lagipula, mending Gigi Palsu, ato mending Alamat Palsu? [dimana..dimana..dimana..?]

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Cegah 8 Masalah Utama Gigi dan Mulut!

Menindak lanjuti artikel 8 Permasalahan Utama Gigi dan Mulut, yang sering dikeluhkan pasien, doktergigigaul akan memberikan tips dan petunjuk cara mencegah permasalahan-permasalahan tersebut.

 Berikut cara mencegah dan atau mengatasi 8 permasalahan utama gigi dan mulut yang mungkin sedang [MagaHaian] derita:
1. Gigi berlubang 


Penyakit gigi berlubang menempati posisi nomor satu dalam urutan penyakit atau permasalahan gigi dan mulut di Indonesia.

Untuk mencegah gigi berlubang, gosok gigi secara teratur dua kali sehari, minimal selama dua menit, dan hindari makanan yang mengandung gula diantara jam makan.
Jangan sekali-kali menyikat gigi dua hari sekali.
2. Noda pada gigi
     Noda disini adalah bercak pada gigi atau perubahan warna gigi, yang mungkin berwarna kuning kusam hingga kecoklatan akibat kebiasaan buruk.
     Untuk mengatasi noda pada gigi ini, selalu berkumur air putih setelah mengonsumsi teh atau kopi. juga soda. Kurangi kebiasaan merokok dan/ atau mengunyah sirih yang terlalu banyak.
3. Email gigi lemah/ rapuh
     Rapuh disini mengacu pada keluhan seperti: gigi rontok atau patah pada saat makan makanan yang keras [batu bata, aspal goreng atau kelereng] atau rontok atau patah ‘tanpa syarat’ [lagi ngelamun * tiba-tiba rontok/ patah]

Menghindari makanan yang mengandung asam dan langsung membersihkan gigi setelah mengonsumsi makanan yang mengandung asam adalah cara terbaik mencegah enamel gigi mengalami perapuhan/ pelemahan.

Menghindari mengkonsumsi makanan dan minuman yang mempunyai perbedaan suhu yang ekstrim, seperti Bakso vs Es Jeruk, juga memegang peranan penting dalam mengurangi kerapuhan enamel mahkota gigi.
4. Napas tidak segar
     Kebersihan dan kesegaran mulut harus dijaga dengan menggosok gigi dua kali sehari serta membersihkan lidah.
     Tidak ada salahnya mencoba obat kumur juga. Tetapi berkonsultasilah dulu dengan doktergigi kamu untuk menentukan obat kumur yang tepat atau apakah kamu memerlukannya atau tidak.
     Tapi ingat, larutan penyegar cap ‘apapun_itu’ tidak mempunyai efek menyegarkan mulut! Bahkan, larutan ini tidak mempunyai efek apapun terhadap tubuh..
5. Peradangan [Pembengkakan] gusi
     Peradangan gusi ini, tidak hanya terjadi pada orang yang malas merawat gigi, tetapi juga bisa terjadi pada orang yang [terlalu] rajin memperhatikan kesehatan gigi-nya.

     Umumnya, peradangan gusi disebabkan karena cara menggosok mahkota gigi yang salah.

     Hindari penggosokan gigi yang terlalu kencang, yang dapat membuat gusi terluka atau sela-sela gusi dan gigi terbuka, sehingga makanan tidak akan masuk dan membuat gusi meradang.
Menghindari pemakaian tusuk gigi dan mulai menggunakan dental floss sebagai penggantinya, memberikan sumbangsih yang berarti untuk menghindari peradangan gusi.
6. Penumpukan plak
     Usahakan untuk selalu menyikat mahkota gigi setelah makan.
     Apabila sikon tidak mendukung, berkumur dengan air bening bisa membantu menghilangkan kesempatan untuk bakteri berkembang biak dan mengakibatkan plak menumpuk dan menyebabkan lubang pada enamel gigi.
7. Penumpukan tartar
     Sekali terbentuk, tartar atau lebih dikenal dengan karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan penyikatan mahkota gigi. Harus dengan alat khusus [scaler] dan secara profesional dilakukan oleh Dokter Gigi. Namun, pertumbuhannya dapat diperlambat dengan menggunakan pasta gigi berformula anti tartar.
     Bingung milih pasta gigi? Baca ‘panduan’nya di catatan MagaHaya! tentang pasta gigi.
8. Permasalahan bakteri
     Menggosok gigi dengan teratur adalah kunci utama untuk mencegah permasalahan bakteri.
     Tapi jangan cuma baca aja. Habis ini langsung dipraktekin ya.. 😀 Biar tercapai kesehatan gigi maksimal cemerlang bagi seluruh Indonesia!
Aamiin..

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes