Archive | Tidak Terkategori

Awas! Gigi Si Kecil Bisa Jadi Korban Karies Botol Susu

Banyak orang tua-orang tua yang datang ke Puskesmas hendak mengkonsultasikan keadaan gigi anaknya yang umumnya diistilahkan sebagai keropos atau”geges”.

     Empat gigi depan rahang atas anak-anak mereka tinggal sisa akar saja. Bukan ompong, tapi nampak ‘ompong’.

     Bingung maksudnya seperti apa, kan?

     Sama.. #ehh?

     Gak,gak, maksudnya kalo bingung, lihat ilustrasi berikut.

     Udah mulai konek sekarang?

     Nah, keadaan ini ada istilah khususnya di kedokteran gigi dan mulut.

Karies Botol Susu.
Bahasa Enggris-nya: Nursing Bottle Caries.

     Atau pada beberapa komunitas kedokteran gigi , ada yang mengistilahkan hal ini dengan istilah  Early Childhood CariesKaries Awal Masa Kanak-kanak

     Karies itu artinya Lubang  [dalam hal ini, pada gigi]. Botol itu artinya Botol. Dan, Susu itu artinya Susu. /[-.-“] 

     Kesimpulannya ~> Lubang pada gigi yang terjadi karena berhubungan dengan Botol Susu [Iya, kadang doktergigigaul pun suka kagum akan ‘jauh’nya arti suatu istilah dengan penjabaran literal-nya]

Ini bukan sesuatu hal yang diturunkan dari orang tua ke anaknya, tetapi hal yang didapat karena pengaruh hal-hal tertentu

     Meskipun sisa akar gigi sama sekali tidak ber-fisik seperti lubang, tetapi sisa akar adalah akibat dari gigi berlubang, Dan asal muasal gigi berlubang itu berhubungan dengan botol susu, yaitu mengkonsumsi susu menggunakan botol sebelum tidur dan tidak sempat membersihkan gigi sampai si anak tertidur dan akhirnya bangun pagi hari.

Gula dari susu yang menempel pada mahkota gigi, merupakan bahan bantuan bagi plak [cari di MagaHaya biar lebih jelas apa plak ini] untuk berkreasi menghasilkan lubang pada gigi.

 

 

     Meskipun pada awal-awal tidak langsung tampak. Hal ini terjadi setelah kejadian rutin yang berulang setelah sekian lama.

     Jujur aja, sulit sekali menghindari hal ini. Doktergigigaulpun merasakan hal tersebut.

Bayi atau anak rewel tengah malam, ibu butuh istirahat dan bapak kurang ‘sensitif’ adalah pemicu kejadian pencucukkan botol susu ke mulut bayi atau anak untuk membuatnya ‘tenang’.

     Kalau Karies Botol Susu [KBS] ini udah keburu menginvasi gigi anak/ bayi, gag banyak yang bisa dilakukan.

Tapi kabar baiknya, hal ini [masih] dapat dicekal [cegah tangkal]

     Kalau belum terlalu besar lubangnya bisa dilakukan penambalan. Kalau udah tinggal sisa akar dan menimbulkan iritasi pada jaringan lunak [bibir dan atau lidah], maka dilakukan pencabutan. Atau dilakukan observasi sampai gigi penggantinya tumbuh.

     Yang penting dikonsultasikan ke doktergigi.. Jangan sampai..

TOWEWEWEWEWEW!

     Meskipun pada akhirnya gigi susu akan tergantikan oleh gigi permanen, ada beberapa fakta yang perlu diketahui

  • Apabila bayi atau anak sudah terkena KBS ini, biasanya gigi penggantinya akan mudah pula terkena gigi berlubang.
  • Pengaruhnya tidak terjadi hanya pada periode atau masa gigi susu saja, tetapi berkemungkinan berlanjut sampai ke masa/tahapan gigi permanen. Jadi gigi permanen bisa mengalami karies atau lubang lanjutan hasil Karies Botol Susu ini.
  • Gigi susu yang rusak terlalu cepat akan mengakibatkan susunan gigi permanen tidak akan rapih [berjejal] pada saat pergantian gigi.

     Gigi susu sama pentingnya dengan gigi permanen. Gigi susu yang baik, akan menghasilkan susunan gigi permanen yang rapih pula 😀

     Dan ingat,, ini bukan untuk menjadi perhatian para ibu-ibu aja ya, tapi juga bapak-bapak 🙂 Gag ketinggalan MagaHaian yang punya ponakan atau adek yang masih dalam “jangkauan tembak” Karies Botol Susu ini..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Baca artikel ini

Berhenti Memakai Tusuk Gigi

     Masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan TUSUK GIGI sebagai alat bantu untuk “membersihkan” gigi mereka. Padahal banyak hal negatif yang ditimbulkan alat yang satu ini..

     Tusuk gigi yang sejatinya dari kayu atau bambu telah mengalami banyak modifikasi. Batang korek api, ranting pohon sampai peniti telah menggantikan fungsinya disaat benda ini tidak tersedia.

tusuk gigi

 

Efek yang terasa mungkin gigi menjadi nyaman dan bersih, karena sisa makanan yang sebelumnya ada “menghilang” terangkat oleh benda ini.

     Tapi dibalik fungsinya yang “membersihkan” ada hal [negatif] lain yang belum banyak diketahui masyarakat.

Tusuk gigi dipakai dengan cara mencolok/ menusuk dan mengungkit. 

     Gerakan menusuk atau mencolok tusuk gigi ini dapat mengganggu jaringan pendukung gigi. Jaringan pendukung gigi [baca: jaringan periodontal] adalah jaringan disekitar gigi yang berfungsi menahan gigi pada tempatnya [baca: soket].

     Gerakan menusuk tersebut menimbulkan trauma pada jaringan periodontal, yang mengakibatkannya mengalami peradangan.

Bila jaringan pendukung gigi ini rusak maka dapat dipastikan gigi lama-lama akan “goyah” karena tidak ada lagi yang mendukungnya.

     Dan kerusakan jaringan periodontal merupakan salah satu penyebab timbulnya Bau Mulut

Kemudian gerakan mengungkit.

     Gerakan mengungkit yang kita lakukan dapat menyebabkan gigi bergeser dari tempatnya. Apabila ada ruang kosong di salah satu sisi gigi yang diungkit, maka akan tercipta jarak antara gigi.

     Apabila tidak ada ruangan kosong, maka gigi yang diungkit akan mengalami pergeseran tempat. “Pergeseran” gigi akan menyebabkan gigitan gigi atas dan bawah berubah.

Bila gigitan [baca: oklusi] gigi berubah, maka akan timbul keluhan di sendi rahang. Keluhan yang umumnya nyeri atau sakit ini akan timbul pada saat kita membuka dan atau menutup mulut. Saat makan dan bicara hingga menguap.

     Jadi sebisa mungkin, jaga keadaan gigi kita supaya tetap “baik”, dengan menghindari kebiasaan buruk penggunaan tusuk gigi dari sekarang. Alternatif dari penggunaan tusuk gigi adalah menggunakan dental floss [benang gigi].

     Berhenti menggunakan tusuk gigi dari sekarang! Ciptakan keadaan mulut bebas masalah!

Salam MagaHaya!
sumber: internet
Baca artikel ini

Orang Miskin [Gak] Boleh Sakit!

Pada kesempatan ini, doktergigigaul akan mengesampingkan segala hal yang bersifat gigi-awi dan berfokus pada curhat pribadi soal “sakit” secara umum.

     Udah 2 hari ini dua anak doktergigigaul mendadak dangdut sakit. Demam tinggi sampe 40 derajat. Kalo satu-satu sakitnya masih dalam status waspada. Tapi masalahnya sakitnya berjamaah, sehingga otomatis masuk “awas”.

     Panik, jelas. kerja terbengkalai, online keluar dari prioritas. Semua terfokus pada dua bujang yang tergeletak tak berdaya tiap 4 jam, setelah  efek obat sementaranya habis. 🙁

     Akhirnya, dengan terpaksa doktergigigaul meninggalkan kewajiban melayani masyarakat untuk sementara dan berfokus melayani raja-raja kecilnya. Disinilah segala [permasalahan] cerita berakar.

     Doktergigigaul pergi ke sebuah rumah sakit, berbekal surat pengantar dari Puskesmas. Tujuannya satu, berharap dengan surat rujukan akan diprioritaskan dalam pelayanan. Sebab, secara pribadi doktergigigaul memang memprioritaskan masyarakat dengan “surat pengantar”.  Baik itu “surat pengantar miskin” atau “keterangan tidak mampu” dari perangkat desa [lurah, kepala desa, dlsb] ataupun kartu “jaminan kesehatan”.

     Sebab kaum minoritas ini sering berfikiran negatif pada petugas kesehatan sehubungan dengan “kondisi” ekonomi. Dan untuk menepis paradigma di masyarakat, si “kurang mampu” akan diprioritaskan daripada si “mampu”.

Tetapi apa yang dialami, sungguh mengiris hati.

     Surat pengantar, yang notabene “harus” berjudul ASKES, karena doktergigigaul adalah PNS ternyata dinyatakan “tidak berlaku” 

Iya, TIDAK BERLAKU!

Watdepak!? 

     Jadi.., buat apa ada program ASKES selama ini. Buat apa gaji disunat untuk setoran ASKES? “Dialihkan” kemana dana itu?

Galau

     Karena bermaksud untuk “mempersingkat” waktu, doktergigigaul akhirnya memutuskan untuk masuk sebagai rakyat jelata [tanpa ASKES].

Muka resepsionisnya langsung berubah drastis, dari yang mirip orang mo BAB, ke muka yang baru minum obat pencahar tokcer.

Sumpah, NAJIS BANGET! [maaf]

     Terus, doktergigigaul dateng selepas shalat Jum’at sekitar jam setengah 2 di RS tersebut [yang memasang poster segede KINGKONG “MELAYANI ASKES PNS” di pintu masuk dan lobi resepsionis], ternyata harus menunggu sampai jam 2an karena dokter yang bersangkutan lagi gak “standby” di KaTePe TeKaPe! 

Halowww..Kalo gak mau jaga, mending gak usah jadi DOKTER! Kalo gak mau susah “nangkring” di RS ngelayanin pasien, jadi ARTIS aja!

     Gimana nasibnya kalo pasien udah sekarat? 

Miris.

     Sumpah, doktergigigaul pribadi berusaha menghindari hal itu.  

     Pasien gak pake nunggu lama, dokter selalu ada di tempat [meskipun sambil online :D], kecuali ada urusan seperti penyuluhan dan atau masalah kedinasan

Intinya, masyarakat adalah tuan dan dokter adalah pelayan. Itu inti DOKTER SEBAGAI ABDI MASYARAKAT!

Menjadi dokter adalah tentang PENGORBANAN, BUKAN MENGORBANKAN! 

[Jadi inget pengalaman 2 tahun yang lalu, doktergigigaul dateng ke sebuah RS di Jakarta dengan keluhan anak doktergigigaul muntah udah 5 kali sehari, mencret udah 12 kali sehari, dan dokter jaganya dengan sukses mendiagnosa anak doktergigigaul menderita ASMA! Plis deh! dukun beranak jalan mundur ambil ngesot juga tauk kalo itu MUNTAHBER – Muntah Berak!]

Kembali ke permasalahan utama. .

     Setelah akhirnya diperiksa, secara [tidak] mengejutkan, doktergigigaul telah “ditunggu seseorang yang “sengaja” dipasang sebagai “penggiring” keluarga/pasien untuk menuju LOKET PEMBAYARAN.

     Kayak semua pasien bakal kabur! [asli, ini sebenernya gak mengherankan, dengan pelayanan seperti itu]

     Dan, administrasinya benar-benar luar biasa! Bukan nominal yang jadi masalah, tapi kasirnya asli kayak robot!

     Atau memang robot?

     Yang sengaja dipasang supaya gak ada simpati buat yang kurang mampu [gila, bener-bener pengen rasanya ngeludahin tu orang]

     Pemberhentian berikutnya di apotik. yang ini lebih parah. Mulutnya gak pernah bisa senyum. doktergigigaul sempat yakin untuk sesaat, orang-orang tuh saraf senyumnya udah rusak semua.

     “Mana resepnya Pak? Tunggu disana, tar dipanggil lagi!” *melengos.

High! Kalo gag inget lagi puasa..

     Udahlah, itu dibiarin aja. Gak penting dibahas panjang lebar!

     Begitu akhirnya dipanggil buat “nebus” [ternyata selama ini obat buat anak doktergigigaul, diculik sama petugas apotek tersebut, jadi harus ditebus] obat..

Astaghfirullahaladzim!

     Kali ini nominal menjadi masalah!

     Masalahnya doktergigigaul tahu banget HET [Harga Eceran Tertinggi – Harga yang disarankan Kementrian Kesehatan untuk dijual ke masyarakat] obat-obat tersebut. Tapi ternyata, disini menjelma menjadi berlipat-lipat.

Terenyuh, asli terenyuh.

     Memikirkan bagaimana kalo masyarakat lain yang kurang mampu dihadapkan pada masalah ini. Harga obat sama dengan upah buruh bangunan ato tukang cuci selama 1,5 minggu, BERSIH! [tanpa dipotong pajak] 

Disinilah, baru terasa betapa sebenarnya sebagian dari kita “sangat beruntung”. Mendapat nikmat sehat, nikmat rezeki. Dan disinilah baru terasa betapa sebagian dari kita yang beruntung “lupa” bersyukur atas itu semua!

     Hegh, apa benar mengenai pendapat di masyarakat, ORANG MISKIN DILARANG SAKIT? Karena tidak akan mampu membayar obat bagus, pelayanan prima dan lain sebagainya yang selangit-langit?

sumber gambar dari sini

     Kepada seluruh pihak yang berkepentingan, tolonglah. Jangan asyik berada di “zona nyaman” diatas kursi empuk dan ruangan dingin. Terus berkoar memperjuangkan hak sehat orang miskin.

Di lapangan semua tak sesuai rencana! Di lapangan semua tak seindah realita yang diharapkan!

Seharusnya tidak ada orang miskin atau kaya. Semua seharusnya sama! Sama-sama memiliki hak untuk sehat!

      Semoga semua bisa segera berubah. Orang miskin TIDAK dilarang sakit. dan lebih utama lagi, ORANG MISKIN BISA SEMBUH seperti ORANG KAYA! Dengan obat yang sama, dengan pelayanan yang sama!

     Para sejawat, mari bersama kita tunjukkan. Dokter tidak selamanya money oriented. Tujuan kita bukan semata-mata uang. Tapi pelayanan. Melayani tanpa memandang segala embel-embel yang mungkin ada. Sehat untuk Semua! Sehat untuk Indonesia. MERDEKA!

     Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, dan ada beberapa profesi yang merasa tersindir karena tersangkutpaut dengan artikel ini. Semua tidak dimaksudkan dengan sengaja. Apabila ada keberatan ingin menambah saran untuk mengubah beberapa bagian dari artikel ini, doktergigigaul siap menerima untuk dipertimbangkan..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

MagaHaian, siap-siap bikin Gerakan Satu Juta Koin Gaul buat #doktergigigaul yaw.. Just in Case (-.-“)

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Panduan Memilih Sikat Gigi – Bebas Pengaruh Iklan

     Masih banyak pertanyaan yang datang ke #doktergigigaul mengenai cara memilih sikat gigi yang baik. Sebab banyak iklan sikat gigi yang tidak sesuai dengan beberapa bahasan di MagaHaya.

     Bagaimana bentuk gagang yang baik, bagaimana bentuk bulu yang baik, serta hal-hal apakah yang harus diperhatikan dari sebuah sikat gigi?

Berikut ini adalah cara memilih sikat gigi yang baik.

1. Pilih kepala sikat gigi yang rata.

     Tidak perlu memilih kepala sikat gigi yang mengecil, yang katanya “dapat membuat kepala sikat gigi lebih maksimal menjangkau hingga kebagian belakang mulut“.

 

Mulut kita tidak berbentuk mengecil kebelakang.

     Kepala sikat yang kecil, justru menyebabkan jumlah bulu sikat menjadi lebih sedikit dan tidak memaksimalkan pembersihan.

2. Pilih gagang yang lurus dan kokoh.

     Gagang yang lentur yang katanya “berfungsi untuk mengikuti lengkung gigi” = omong.kosong.tingkat.tinggi.

     Gagang yang lentur malah menyulitkan kita untuk mengontrol tekanan yang akhirnya dapat mengiritasi gusi.

     Gagang yang bersudut juga memberikan efek “kurang kontrol” yang sama akibat gagang lentur.

Pilih gagang yang nyaman digenggam.

     Gagang berkaret dapat memberikan bantuan “anti selip” waktu menyikat gigi.

3. Pilih bulu sikat sesuai kebutuhan.

     Tidak semua orang baik memakai bulu sikat dengan kategori soft. Sebaliknya tidak semua orang perlu memakai bulu dengan kategori medium.

     Dan ada beberapa orang yang memerlukan bulu sikat dengan kategori hard.

Berkonsultasilah dengan dokter gigi kamu.

     Sikat gigi yang tepat dapat menyelamatkan banyak jiwa [*yang terakhir ini memang semata-mata hiperbola]

4. Pilih bulu sikat yang rata.

     Bulu sikat yang bergerigi atau bergelombang, akan menyebabkan beberapa bagian gigi terlewat tanpa terbersihkan pada saat enyikatan mahkota gigi.

     Selain itu, bulu sikat yang “tidak rata” akan memiliki kemampuan untuk mengiritasi gusi lebih besar, yang bisa menyebabkan masalah pada kesehatan gigi, gusi dan mulut.

5. Hindari Sikat Gigi dengan “Helm.

Sikat gigi tidak akan kena razia, jadi gak perlu helm.

     Lagipula helm akan membuat suasana kepala sikat yang dipenuhi bulu sikat menjadi lembab dan akhirnya menjadi rumah yang nyaman bagi bakteri untuk berkembang biak dan beranak pinak.

     Ada penemuan baru yang sekarang bisa membunuh bakteri di kepala sikat gigi.

     Penemuan ini menggunakan sinar UV untuk melemahkan bakteri.

     Alat ini tidak membuat suasana kepala sikat menjadi lembab, karena kondisi lembab tadi terkeringkan oleh sinar UV yang dihasilkan.
 
     Semoga Bermanfaat. 
Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

The Power of Komposit – Tambalan yang Menakjubkan di Tangan yang Tepat

Dari dulu dikasih cerita banyak, gambarnya dikit. Sekarang dikasi cerita banyak, gambarnya dikit banyak. Soal penambalan.

     Masih banyak yang ragu apakah gigi depan yang bolong atau berjeda atau patah karena jatuh, terbentur dan lain sebagainya akan bagus kalo ditambal. Bukan dicabut aja sekalian dan diganti gigi palsu.

     Berikut adalah contoh pasien dengan keadaan gigi berjarak, yang dalam dunia pergigian kita istilahkan dengan diastema.

     Pasien dateng ke praktek #doktergigigaul dengan keluhan ada jarak diantara kedua giginya, yang dirasa sangat mengganggu penampilannya.

     Perempuan, masih muda. Namanya sebut aja Sape’i.

     Dan sebut saja, ini kondisi mulutnya [enggak ding, ini beneran kondisi gigi dan mulutnya]

     Selain itu ada gigi atas kanannya yang lebih kecil dari ukuran normal. Di dunia pergigian Hogwartz keadaan ini disebut peg-shaped tooth [gigi bentuk pasak]

     Sape’i pernah konsultasi ke tukang gigi deket rumahnya dan disaranin untuk menutup celah tersebut dengan gigi “tambahan”. Gigi yang gak perlu ada, mau diadakan oleh si tukang gigi tersebut.

Selain itu gigi yang kecil di”saran”kan untuk dicabut dan diganti gigi palsu.

Kalu aja nasibnya gak baek, ketemu sama #doktergigigaul, maka akan bertambah satu orang “ompong” korban tukang gigi.

     Sebenernya kasus diatas bisa diselesaikan dengan penambalan [yang sama sekali gak sama dengan penambalan ban] menggunakan bahan yang namanya KOMPOSIT. Penjelasan mengenai komposit akan dibahas di lain artikel yaw.

     Intinya ini bahan tambal yang warnanya hampir menyerupai gigi. Dan sangat ideal untuk memperbaiki penampilan pada kerusakan gigi depan.

Beberapa tukang gigi menggunakan bahan ini. Tetapi kurangnya pengetahuan menyeluruh, menyebabkan hasilnya kurang maksimal. 3 hari pasca penambalan, lepas, ditambal ulang, 2 hari lepas.

     Nah, #doktergigigaul memakai bahan tambal komposit ini untuk mempercantik gigi, dan pada akhirnya, senyum si Sape’i.

Baiklah, #doktergigigaul mulai.

     Pada gigi yang kecil dilakukan penambalan ulang menyerupai gigi asli, baik, bentuk ukuran dan warna. Ukuran, bentuk ini didapat dari gigi pasangannya yang normal di sebelah kiri-nya Sape’i. [kalo di gambar, berarti sebelah kanan kita yang baca] — lihat gambar sebelumnya.

     Sehingga hasilnya menjadi seperti ini

      Dan untuk gigi depan #doktergigigaul tambal dengan rincian prosedur sebagai berikut.

     Jumlah ruangan yang ada, misalnya 2cm, dibagi 2. Sebagai panduan, bahwa hanya akan dilakukan penambalan sebesar 1 cm untuk gigi kiri, dan 1 cm untuk gigi kanan sehingga besar gigi tetap proporsional antara kiri dengan kanannya.

     Sehingga kurang lebih hasilnya menjadi seperti hasil akhir berikut ini:

      Jadi buat yang gigi depannya bermasalah [berlobang atau berjarak], jangan ragu dan malu buat pergi ke Dokter Gigi terdekat untuk segera ditambal.

Daripada mnurunkan passing grade dan ‘nilai jual’, yang akan berakhir ke predikat jomblo ngenes selamanya?

     Kalau ada hal sekaitan dan sehubungan dengan hal ini atau hal lain bisa ditanyakan ke #doktergigigaul via Konsul di atas Header MagaHaya!

 Salam MagaHaya!

sumber:internet
Baca artikel ini

Bingung Minum Obat Waktu Puasa? – Mitos Puasa

Banyak yang masih bingung dan ragu, kalo mau berobat [gigi] di waktu bulan puasa. Apalagi kalo sampai harus dilakukan tindakan perawatan gigi [baca: cabut gigi, perawatan syaraf gigi, dlsb]. Soalnya harus minum obat, yang ditakutkan akan membatalkan puasa!

     Tapi pernah gak terpikir, kalo penyakitnya dibiarin aja dan gag dilakukan perawatan, malah nantinya bukan cuman harus ngorbanin puasa, tapi juga ngorbanin waktu beraktifitas dan lebih banyak lagi? 🙁

Meskipun ada juga oknum kurang bertanggung jawab yang memanfaatkan minum obat untuk gak berpuasa 🙁

     Nah, buat yang ngerasa masih belom tau gimana cara mensiasati [jiah, kaya mo perang aja pake siasat] hal ini, doktergigigaul akan meng-berikan sedikit banyak petunjuk mengenai perobatan di dunia pergigian.

     Kalo dokter/gigi kamu menyarankan untuk meminum obat 3x sehari, kamu meminum obat tersebut dengan aturan [ini contoh ya] jam 7 pagi – jam 2 sore – jam 10 malam [kisaran 6-8 jam, diambil rata-rata 7 jam].

     Nah, kalo puasa jadwal nya jadi kacau beliau pastinya. Sahur jam 4 berarti minum obat lagi jam 11 siang? terus mo di’geser’ ke jam 6 sore? apa gak kelamaan [jadi 14 jam jaraknya?] nanti berikutnya minum jam 2 pagi? ato jam 4 pagi? ato bikin 14 jam kemudian lagi? wewewew, bingung kan?

Sama..

     Biar gak bingung #doktergigigaul akan berbagi pengalaman pribadi. Soalnya biasanya kalo dikasi contoh teori doang pada kagak percaya.

     Kebetulan kemaren pas awal puasa, doktergigigaul sakit kepala , jadi terpaksa minum obat antibiotik dan penahan sakit.

     Dan “terpaksa” waktu minum obatnya diganti jadi 9 malem dan jam 4 pagi aja[kisaran 7 jam]. Ternyata cukup efektif juga. Meskipun antara jam 4-5 terasa pening kepala mulai muncul [wajar #doktergigigaul kan ngelewatin jatah 1x minum obat], tapi gak sehebat waktu belom/ gak makan obat.

Masih bisa ilang kalo dibawa online 😀

 Jadi sebenernya obat sakit tuh, minum obat apa online ya? 😀

Jadi kalo kamu “terpaksa” berobat juga di bulan Ramadhan, coba aja ganti jadwal minum obat kamu supaya tersesuaikan seperti yang doktergigigaul lakukan.

     Gakpapa, jaraknya jadi jauh, yang penting “TERATUR”. Kalo gak teratur, itu yang kurang baik

     Hal ini bisa dijadikan senjata “orangtua” buat menghadapi anaknya yang gak mau puasa dengan beralasan “harus minum obat”

     Aturan-Nya semuanya pas! semua gak perlu penjelasan, karena udah jelas gak akan memberatkan atau menyulitkan. Kecuali kita sendiri yang membuatnya jadi sulit. Ato kita penganut prinsip “kalo ada yang susah, kenapa dibikin mudah?”..

Salam MagaHaya!

sumber: internet

PS: Ini tidak sepenuhnya telah dibuktikan secara ilmiah. Sebagian didasarkan bukti ilmiah, dan sebagian berdasarkan pengalaman empiris. Kurang yakin? konsultasi lebih lanjut dengan dokter/gigi kamu atau doktergigigaul yaw..

Baca artikel ini

Cabut Gigi Bikin Mata Rusak?

Banyak pasien Dokter Gigi Gaul yang menanyakan, apakah benar pencabutan gigi bisa bikin mata jadi rusak? Atau, apa bener, cabut gigi atas bisa ngaruh ke kerusakan mata?

     Hubungan pencabutan gigi ke kerusakan mata sebenernya bisa dibilang, antara ada dan tiada [ya, mirip lagunya siapa ya, lupa 🙂 ]. Tetapi,  pendapat atau cerita yang mengatakan, mata saya langsung bermasalah [jadi rabun, jadi berdenyut] setelah cabut gigi, lebih ke arah mitos.

Kalo orang bule nyebutnya, urban legend. [jiahh, bule gitu loh!]

     Soalnya tidak ada persyarafan langsung dari gigi yang mengarah ke mata. Tetapi, karena keseluruhan saraf “bisa saling berhubungan“, maka kemungkinanitu jadi “ada“.

Selain syaraf yang berhubungan, ada suatu keadaan yang namanya infeksi fokal [focal infection].

     Dalam bahasa awam, kurang lebih artinya, terjadinya infeksi di suatu bagian tubuh yang berasal dari organ yang letaknya berjauhan. Misalnya sinusitis [peradangan rongga sinus di antara hidung dan rongga mulut] akibat dari infeksi yang terjadi pada ujung akar gigi.

     Nampaknya aneh, tapi bisa terjadi.

     Nah, ada kemungkinan, kuman yang menyebabkan infeksi pada gigi terbawa oleh aliran darah [yang mengalir keseluruh bagian tubuh], karena tindakan pencabutan, dan sampai ke mata. Contohnya pada kasus seperti di artikel sahabat MagaHaian yang satu ini.

     Dan bukan hanya mata, jantung, ginjal dan lain sebagainya bisa terkena “infeksi jauh” ini.

Kadang sugesti juga berperan penting. Selama kamu yakin pencabutan gigi yang kamu lakukan tidak akan menyebabkan kerusakan mata, maka hal itu insya Allah tidak akan terjadi.

     Hey, jangan jadi takut cabut gigi ya. Rugi kalo takut berurusan dengan dunia pergigian. Coba baca artikel ini.

Pencabutan gigi, akan selalu dilaksanakan dengan prosedur tetap keselamatan yang telah ada.

Bila kamu masih ragu, coba tanyakan pada dokter gigi kamu. Mungkin penjelasannya lebih baik penyampaiannya daripada versi Dokter Gigi Gaul 😀

Bukan pencabutan gigi yang menyebabkan “kerusakan” mata, tetapi faktor-penyertanya-yang-ada-lah yang harus bertanggung jawab.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Baca artikel ini

Pengobatan Alternatif Sakit Gigi Yang Aneh, Tapi Nyata!

     Alternatif yang dimaksud adalah pengobatan yang tidak mengikuti kaidah yang ada, baik menurut metode pengobatan moderen maupun tradisional.

     Intinya, mereka ingin segera sembuh, sehingga melakukan tindakan pengobatan alternatif yang didapat dari hasil pengalaman empiris [baca: belum teruji secara sah keabsahannya] orang-orang yang mereka kenal.

     Biasanya alasan kalao ditanya kenapa jalan pengobatan alternatif ini yang diambil, jawabannya kurang lebih senada-seirama.

Takut ke Dokter Gigi!

Padahal setan bukan, kakak kelas tukang ospek juga bukan. Dan belom ada filmnya, Dokter Gigi Ngesot, jadi gak perlu takut.

     Salah satu contoh pengobatan sakit gigi alternatif yang aneh bin ajaib [tapi nyata!] tersebut, seperti ini.

     Pembicaraan dengan seorang pasien pada saat melakukan anamnesa tadi sore, menggelitik pikiran Dokter Gigi Gaul. Tentang hal-hal aneh apa yang mampu dilakukan oleh orang-orang, saat mereka menjadi dokter gigi ‘dadakan’ untuk mengobati sakit gigi yang mereka alami.

     Melakukan berbagai macam cara pengobatan alternatif, yang didapatkan dari kakak, adik, ibuk, ayah, saudara, tetangga, kakek, nenek, sampai orang asing, tentang berbagai hal yang katanya dapat menyembuhkan, atau setidaknya mengurangi penderitaan sakit gigi mereka.

     Sudah banyak cerita mengenai pengobatan alternatif sakit gigi yang aneh bin ajaib [tapi nyata!] yang Dokter Gigi Gaul dapat dari hasil wawancara pra-pengobatan pasien.

Mulai dari menaburkan obat sakit kepala di lubang giginya, minum puyer star seven [bintang toedjoeh], masukkin daun tanaman tertentu, masukin kertas alumunium rokok yang udah dibakar sebelumnya ke lobang gigi yang sedang sakit.

      Tapi hal yang dilakukan pasien yang sore ini dateng ke Dokter Gigi Gaul, bener-bener bikin geleng kepala..

Dia bilang selama 3 hari kemaren, selama giginya enyut-enyut, dia naburin AJi-nya N*M*T* ke lubang giginya!

     Bahan penyedap makanan yang dibuat dari bahan kimia Monosodium Glutamate yang udah terkenal dari jaman engkong ama nenek gaek-nya MagaHaian.

“Lumayanlah, Dok. Sempet ilang 2-3 jam abis tiap saya naburin itu..”

Buset! Lewat lagi Jaka Sembungnya sambil bawa-bawa gitar..Kagak nyambung tuh..Jrrengng!

     Dokter Gigi Gaul gak habis pikir gimana cara kerja penyedap makanan tu buat menekan rasa sakit yang dihantarkan ke otak.

     Gak pernah ada bahasannya secara ilmiah mengenai pengobatan alternatif sakit gigi yang satu ini.

     Terus maksudnya, kalo sehari ada 24 jam, dia naburin sekitar 8-12 kali bahan penyedap tu? Berapa banyak kandungan bahan kimia yang masuk tanpa terkontrol?

     Padahal, mungkin warung terdekat yang jual ‘obat’ penahan sakit cuma berjarak beberapa nafas dari rumah dia. Mulai dari Param*x sampe Spontan [huhuy!] Ponst@n biasanya tersedia disana. Untuk meredakan sakit selama menuju ke tempat berobat sakit gigi.

Udah teruji secara klinis lagi khasiatnya.

Daripada gak jelas, lebih baik silaturahmi sama ahlinya [baca: Dokter Gigi] mengenai sakit yang kamu derita.

Key? 🙂

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes