Archive | Perawatan Gigi Anak

Kapan Waktu Yang Tepat Membawa Anak Ke Dokter Gigi?

Gigi susu merupakan aset yang sangat berharga. Gigi susu yang kurang baik bisa mengarah ke gigi permanen yang kurang baik juga. Karena itu udah semestinya dijaga dengan hati, dijaga dengan hati hati. Salah satu caranya dengan membawa anak ke dokter gigi sesegera mungkin.

Kapan sebaiknya anak datang ke dokter gigi? Jawaban idealnya, sesegera mungkin!

Menurut doktergigigaul pribadi setelah membaca beberapa literatur yang ada, kunjungan pertama anak ke dokter gigi sebaiknya dilakukan sebelum usianya 1 tahun.

Aturan baku yang ada sebenernya 6 bulan setelah gigi pertama erupsi (nongol) di mulut. Karena gigi susu pertama umumnya erupsi di usia 5-6 bulan, makanya secara umum usia sebelum 1 tahun jadi patokan.

Sebelum ngerayain ulang tahun pertamanya anak udah dibawa ke dokter gigi.

Semakin dini kunjungan dilakukan semakin kecil kemungkinan gigi susu anak akan bermasalah, soalnya doktergigi akan memberikan tindakan, tips dan trik yang mumpuni.

[bctt tweet=”Begitu gigi keluar dari gusi, penyakit karies gigi bisa segera mengenainya” username=”doktergigigaul”]

Selain dikasi tindakan tips dan trik oleh dokter gigi, kunjungan dini ke dokter gigi bisa mebuat anak jadi terbiasa dengan suasana pergigian dan menghindari ‘fobia’ ke dokter gigi pas udah gedenya nanti.

Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Sebisa mungkin hindari adanya tindakan di kunjungan awal ke dokter gigi.

Umumnya doktergigi akan melakukan hal ini, tapi biasanya orangtua yang akan protes. ‘Anak gw gag diapa-apain, tapi tetep bayar. Rugi amat’. Padahal tujuan pertemuan-tanpa tindakan adalah mengurangi stres pada anak dan membangun kepercayaan.

2. Jadwalkan pertemuan pertama dengan doktergigi di pagi hari.

Anak masih berada dalam keadaan segar. Kalo sore ato malam biasanya anak udah kecapekan main, udah ngantuk dan ujungnya jadi rewel. Tar proses ‘perkenalan dengan dokter gigi bisa gatot. Gagal total

3. Jangan biarkan anak ditaro sendirian di kursi gigi.

Kalau memungkinkan, pangku dan dampingi anak. Gag usah bapak ibunya sekaligus yang mangku dan nemenin. Salah satu aja udah cukup.

Selanjutnya lakukan kontrol rutin tiap 4-6 bulan sekali ke doktergigi. Usaha berkelanjutan, gigi anak sehat, gigi anak kuat.

Happy dentist visiting!

Salam hangat,

DokterGigiGAUL

Source link

Baca artikel ini

Pertumbuhan Gigi Anak – Apa dan Kenapa

Banyak orangtua pasien yang dateng ke Puskesmas, harus mengakhiri kunjungannya dengan kekecewaan. Pasalnya, doktergigigaul ‘kadang’ gak meluluskan keinginan mereka untuk mencabut gigi anaknya. Meskipun sudah berada dalam kondisi goyang.

Goyang dombrettt..goyang dombret..

     Sebenernya doktergigigaul melakukan hal ini untuk kebaikan pasiennya juga -yang notabene adalah anak-anak- supaya gigi geliginya gak ‘bermasalah‘ di kemudian hari.

     Emang masalah apa yang bisa muncul? Jawabannya, SERIUS.

     Masalah serius tersebut diantaranya, gigi si anak nantinya [baca: gigi permanen] akan mengalami ketidak harmonisan dalam susunannya. Posisi si gigi dalam lengkung rahang [baca:mulut] bisa tidak teratur.

Ada yang tumbuh ke dalam ke arah lidah atau langit-langit. Berputar sekian derajat dari garis lengkung, sampai bertumpuk [baca:berjejal dan/atau ginsul]

     Padahal kerapihan susunan gigi geligi sedikit berpengaruh banyak terhadap penampilan. Orang seganteng/secantik apapun apapun kalo susunan gigi geliginya gak rapih akan mengalami pengurangan poin penampilan.

Memang fakta, memang nyata.

     Walau, beberapa kondisi ketidakteraturan gigi tersebut, bisa juga menjadi nilai plus-plus untuk nilai kemanisan penampilan.

     Kembali ke permasalahan.

     Erupsi atau pertumbuhan gigi geligi terbagi menjadi 2 periode. Pertumbuhan gigi anak, pertumbuhan gigi dewasa. Dan setiap periode memiliki batasan waktu yang telah secara tidak langsung ditentukan.

     Pada catatan ini pertama-tama doktergigigaul akan membahas soal pertumbuhan [erupsi] gigi anak dulu.

Gigi anak memiliki beberapa istilah. Ada yang menyebutnya gigi susu, ada yang menyebutnya gigi sulung. Di dunia kedokteran gigi, gigi anak ini diistilahkan dengan gigi desidui [decidous tooth].

     Untuk gigi anak/ susu pertumbuhan gigi berkisar antara usia 6 bulan sampai 3 tahun. Dimulai dari gigi seri [baca: insisif],gigi geraham [baca:molar], sampai terakhir gigi taring [baca:kanineus].

     Periode gigi susu pun dibagi lagi menjadi sub-erupsi per gigi. Untuk gigi seri dimulai usia 6 bulan sampai 1 tahun, Dilanjutkan gigi geraham  hingga usia 1,5 tahun dan diakhiri gigi taring pada usia lebih kurang 2-3 tahun.

     Pertumbuhan gigi ini memiliki ‘aturan’ umum tidak baku:

  • Setiap 6 bulan terjadi pertumbuhan jenis gigi yang berbeda [seri → geraham → taring]
  • Gigi bawah setiap jenis gigi didahului oleh gigi bawah.
  • Jenis kelamin wanita mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat.

     Pertumbuhan ini tidak boleh diintervensi -dilakukan pencabutan]- sebelum waktu idealnya tercapai, atau hingga tergantikan oleh gigi dewasanya. Karena, sejatinya, gigi dewasa muncul ke permukaan dengan mengikis akar gigi susu sebagai panduannya.

     Kalo panduannya ‘hilang’ si gigi penggantinya akan ‘tumbuh’ kemana takdir membawanya. Dan biasanya tidak berakhir pada keadaan dan tempat yang semestinya.

     Kacau beliau.

     Umumnya orangtua akan meminta gigi anaknya dicabut, karena telah goyang. Padaha hal tersebut tidak tepat.

Gigi susu yang goyang bukan syarat untuk dilakukan eksekusi pencabutan

     Beberapa [<-serius: beberapa doang] doktergigi akan menunda pencabutan karena pertimbangan tersebut diatas. Meskipun [sayangnya] ada beberapa doktergigi yang hantem kromo aja, yang penting pasien puas. Dan akhirnya si anak akan mengalami kegagalan penampilan yang menarik.

Yang terpenting, jangan melakukan pencabutan semata-mata karena si gigi tampaknya udah meminta buat dicabut. Berkonsultasi dengan doktergigi untuk tindakan pencabutan adalah hal TERBAIK dan TERBIJAKSANA yang dapat dilakukan.

     Jadikan senyum anak atau keponakan kita senyum yang sakinah mawaddah, warrohmah menawan, karena kita melakukan tindakan yang tepat seputar pertumbuhan gigi geliginya.

     Untuk pertumbuhan gigi dewasa, selengkapnya akan dibahas pada catatan terkait yaw.

     Salam MagaHaya!

sumber:internet
Baca artikel ini

“Masalah” Tumbuh Gigi Pada Anak: Demam – Ketahui dan Atasi

Alkisah, 3 hari yang lalu, ada seorang ibu, mantan pacar pasien yang datang ke praktek rumah. Kedatengan pasien sebenernya hal biasa, tapi kali ini “masalah” yang dibawa..RUAR BIASA!

     Si ibu dateng mo konsultasi, soal anaknya yang udah 3 hari demam gag sembuh-sembuh. Padahal udah ke puskesmas buat berobat.

     Terlepas dari pasien yang notabene adalah fans berat yang khilaf terpesona pada doktergigigaul – sampe nyuruh ‘doktergigi’ ngobatin demam -, mungkin kelihatannya agak gag nyambung, antara gigi dengan demam pada anak-anak. Tetapi, percaya gag percaya, sebenernya ADA.

     Khususnya pada saat periode pertumbuhan gigi susu atau pergantian dari gigi susu ke gigi tetap.

     Karena pada periode-periode ini terjadi proses “perobekan” gusi oleh gigi yang keluar dari dalamnya.

    

     Analogikan seperti bayi yang baru lahir dan merobek *tiiit*.

Perih, temans..perihs..

     Nah, proses perobekan tersebut menyebabkan timbulnya reaksi yang diistilahkan inflamasi. Dan secara ilmiah, disetujui, bahwa proses inflamasi memiliki 5 gejala. Salah satunya menghasilkan panas. Panas ini yang dikenal dengan DEMAM. [Meskipun, waktu tubuh kita kekurangan cairan, tubuh juga akan mengeluarkan alarm berupa DEMAM supaya kita segera menambah asupan aer ke tubuh]

     Nah,banyak orangtua yang masih belum memahami hubungan ini.  Demam yang ada dianggap sebagai tanda PENYEBAB penyakit.

     Padahal bukan..

     Demam ini adalah gejala penyerta, bukan penyebab. Jadi selama proses inflamasi masih berlangsung, ya demamnya akan selalu ada. Tapi begitu proses berhenti [baca: gigi telah berhasil menembus gusi, ya demamnya hilang dengan sendirinya.

Jadi, secara kasarnya, kalo si anak kuat menahan sakit yang ada, gag perlu dikasih obat demam buat ngilangin sakitnya.

     Tetapi untungnya, obat demam dan penahan sakit berada dalam satu paket. 1 obat bisa mengatasi 2 keluhan tersebut sekaligus :menyeringai: jadi obat yang dikasih buat nahan sakit bisa untuk ngilangin demam yang ada juga.

Tipikal orang Indonesia. Selalu ‘beruntung’ dalam segala suasana..

     Namun yang sering terlupakan juga adalah, bahwa asal proses ini bukanlah HANYA demam biasa, melainkan adanya proses inflamasi. Dan obat yang diberikan kadang tidak mengatasi proses inflamasi yang ada. Mangkanya [<- bukan buah] demamnya akan selalu ada walaupun udah minum obat penurun panas.

Yang diperlukan, selain obat penurun panas adalah obat pereda gejala inflamasi

     Sekarang udah tau, jadi, kalo ada anak, keponakan, cucu deelesbe [dlsb – dan lain sebagainya] yang mengalami demam berkepanjangan, dan “kebetulan” berada dalam periode pertumbuhan atau pergantian gigi susu, coba konsultasikan kemungkinan ini dengan dokter yang merawatnya.

     Siapa tau..jodoh..#ehh

     Siapa tau..bener, maksudnya..

“Masalah” Tumbuh Gigi Pada Anak: Demam – Ketahui dan Atasi > sumber: internet
Baca artikel ini

Gigi Anak Goyang? Jangan Cabut Sembarangan!

Banyak orang tua datang ke puskesmas untuk meminta gigi anaknya dicabut, karena sudah goyang, atau tinggal sisa akar saja.

     Meskipun beberapa pulang dengan rasa puas [tanpa lemas], namun banyak dari mereka yang pulang dengan rasa kecewa karena anaknya tidak lulus fit and proper test Dokter Gigi Gaul untuk dilakukan pencabutan.

     Lho, mau cabut gigi aja pake fit and proper test? Ini mau cabut gigi apa pemilihan ketua KPK?

     Tenang dulu. Uji kelayakan ini berhubungan erat dengan masa depan si anak. Kalo uji kelayakan ini diabaikan, bisa dipastikan nantinya si anak akan mengalami ketidakharmonisan gigi yang selanjutnya bisa menimbulkan banyak masalah, baik kesehatan gigi mulut maupun kesehatan tubuh.

     Doktergigigaul jelaskan panjang kali lebarnya ya..

Begini.

     Kegoyangan gigi sulung gag selalu jadi pertanda bahwa gigi tersebut harus dicabut, karena gigi penggantinya akan tumbuh.  Kegoyangan gigi sulung dapat disebabkan karena adanya nanah di sekitar jaringan ikat/ pendukung giginya [baca: abses periodontal], yang menyebabkan ikatan antara gigi dengan tulang rahang terganggu untuk sementara.

Abses gigi

     Pada kasus ini, pilihan terapinya bukan pencabutan, tapi menghilangkan kumpulan nanah tersebut. begitu nanah hilang, giginya akan menguat kembali di tulang rahang.

     Penyebab kegoyangan lain, bisa karena trauma. Bukan pengalaman buruk, tapi semacam benturan fisik antara gigi dengan sesuatu [tembok, lantai atau benda keras lain sampai berantem-beranteman]. Dan si anak gag [gag mau] ngasih tahu orangtuanya. Jadi si orang tua menganggap gigi “goyang” tersebut harus dicabut. Ada 2-3 kasus yang pernah doktergigi gaul temuin yang seperti ini.

Meskipun memang salah satu penyebab kegoyangan adalah karena sebab alamiah. Pergantian gigi.

Salah satu fungsi gigi sulung yang vital adalah sebagai pemandu gigi permanen/ tetap/ dewasa keluar ke permukaan. Gigi permanen akan mengikis akar gigi sulung. Proses pengikisan ini juga yang menyebabkan si gigi sulung jadi goyang. Goyang gayung.

 

 

Pergantian Gigi

     Meskipun demikian, bukan berarti kalo gag nampak benjolan nanah atau riwayat trauma yang menandakan bahwa gigi tersebut memang hendak berganti, sebaiknya juga jangan langsung dicabut sebelum berkonsultasi dengan dokter gigi. Sebaiknya tunggu sampai si gigi permanen muncul dan nyata wujud fisiknya, baru dilakukan pencabutan.

“Apa gag jelek kalo giginya bertumpuk? Nanti giginya gag akan rapih dong?”

     Ini dua pertanyaan yang selalu keluar setelah doktergigigaul tidak meloloskan keinginan untuk melakukan pencabutan gigi sulung karena tidak layak.

     Sebenernya enggak juga. Memang mungkin kelihatannya aneh kalo gigi bertumpuk-tumpuk dan nampak tidak rapih. Tapi justru itu yang akan menjadikan gigi anak rapih pada saatnya tiba. Karena telah melalui prosedur atau tahapan yang seharusnya.

     Mengikuti prosedur kadang kurang menyenangkan, tetapi setidaknya menghindari hil-hil yang kurang diangankan.

Jadi jangan melakukan pencabutan gigi anak sembarangan. Keinginan untuk mendapatkan gigi anak dengan susunan yang rapih justru bisa berbalik. Gigi anak malah jadi berantakan atau ginsul. Berkonsultasilah segera dengan dokter gigi apabila gigi anak mengalami kegoyangan, untuk mendapatkan terapi atau pilihan pengobatan terbaik, dan gigi anak bisa rapih sesuai keinginan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet

Catatan Gigi-tal Kesehatan Gigi Mulut

Baca artikel ini

Tangani Dan Cegah Karies Botol Susu, Sekarang!

Catatan ini merupakan sambungan dari catatan sebelumnya, mengenai perkenalan awal terhadap Karies Botol Susu.

     Pada catatan ini, doktergigigaul akan memberitahukan cara me-nangan-i [tanpa meng-kaki-i] karies botol susu yang [mungkin] telah terjadi. Sekaligus cara mencegah supaya gigi si kecil yang masih baik tidak terkena Karies Botol Susu.

Penanganan [tanpa pengkakian] korban karies botol susu ini bervariasi tergantung keadaan.

     Pada kerusakan yang sudah sangat parah, bila usia pasien masih terlalu muda biasanya pencabutan akan dihindarkan.

     Hal ini bertujuan agar gigi permanen yang kelak menggantikan posisinya dapat tumbuh secara baik di rahang dan tidak mengalami gangguan posisi.

     Misalnya berjejal, bertumpuk, miring atau sedikit ginsul.

     Menurut penelitian doktergigigaul terbaru, gigi yang kurang rapih bisa menurunkan “passing grade” untuk bisa diterima saat penembakan pacar [asli ngaco, jangan percaya]

     Kecuali, kalau keadaan sisa akar yang ada, mengiritasi jaringan lunak di sekitarnya seperti bibir atau pipi, atau kemungkinan akan menjadi pusat infeksi bagi gigi-gigi lain dan atau jaringan pendukung giginya, dokter gigi akan mempertimbangkan pencabutan.

Tetapi kalau tidak disarankan, sebaiknya mengikuti instruksi dokter gigi. Jangan memaksa ingin dicabut supaya “terlihat” lebih baik.

     Pada kerusakan yang ringan, dimana masih berupa lubang kecoklatan di sekitar gigi, apabila memungkinkan akan dilakukan penambalan.

       Tetapi dengan syarat tertentu.

Lubang yang terlalu dalam akan didahului dengan perawatan saluran akar sebelum dilakukan penambalan.

     Namun, apabila si pasien kurang bisa diajak bekerjasama, karena masih terlalu kecil, mungkin hanya dilakukan pencegahan kontrol diet [makanan dan minuman] untuk mengurangi asupan gula.

     Yang paling baik tentu saja mencegah supaya karies botol susu ini tidak terjadi pada anak.

     Berikut tips yang dapat dokter gigi gaul berikan, untuk menghindarkan gigi anak terkena karies botol susu.

1. Sebisa mungkin hindari anak menyusu SAMPAI tertidur. 

     Usahakan supaya si anak mau minum air putih terlebih dahulu sebelum tidur, untuk mengurangi kadar gula yang menempel pada gigi.

     Apabila tidak bisa menyuruh si anak untuk minum air putih, bersihkan mulut si anak menggunakan kain lembut basah yang telah dibasahi air. tujuannya sama  yaitu untuk mengurangi kadar gula pada mahkota gigi

      Kalau bisa menghindari kebiasaan ngedot lebih baik lagi. Jangan terbawa sampai tua.

 2. Aplikasikan bahan “pelapis” pada gigi anak.

     Bahan pelapis ini bisa didapatkan di dokter gigi. Hal ini berfungsi sebagai “jaket” bagi gigi si anak. menangkal segala bentuk gula menempel pada mahkota gigi.

3. Memberikan tambahan fluor untuk gigi si anak, yang berbeda dengan “pelapis”.

     Fluor ini memiliki fungsi menguatkan gigi, supaya bakteri tidak terlalu cepat menghasilkan lubang pada mahkota gigi.

4. Kontrol rutin ke dokter gigi

     Hal ini bertujuan agar, apabila ada keadaan yang nantinya dapat menjurus pada pelubanagan mahkota gigi, dapat diatasi sesegera mungkin oleh dokter gigi dengan melakukan penambalan. 

     Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Kontrol rutin akan menimbulkan biaya yang lumayan, tetapi hal ini mencegah pengeluaran yang lebih besar nantinya sekaligus sebagai harga yang harus dibayar untuk penampilan yang menawan.

Salam MagaHaya!

sumber: internet
Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes