Kamu Sakit? Cari Tahu Penyakitmu Lewat Lidah!

Lidah, yang selama ini kita kenal sebagai indera pengecap, ternyata dapat digunakan sebagai salah satu ‘alat’ untuk mengetahui penyakit atau kondisi pada tubuh. Dalam pengobatan tradisional Cina, pengamatan lidah merupakan salah satu tonggak utama yang digunakan untuk menegakkan diagnosa penyakit.

Lidah memberikan gambaran yang obyektif terhadap suatu penyakit. Lidah juga mudah untuk diamati, meskipun kadang-kadang ‘gambaran’ antara satu penyakit dengan penyakit lainnya kadang bisa sangat membingungkan. Tetapi, pemeriksaan lidah dapat memberikan gambaran secara garis besar terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Gambaran lidah juga dapat memberikan gambaran tentang kondisi tubuh kamu.

Pengamatan yang dilakukan terhadap lidah, meliputi: Warna, Bentuk dan Selaput atau Lapisan yang terbentuk Pada Lidah.

Coba perhatikan lidah kamu di depan kaca sekarang. Apabila ada gambaran yang disebutkan diatas, segera konsultasi ke dokter. Jangan sampai terlambat menangani penyakit hingga menjadi lebih serius.

Salam hangat

(dari berbagai sumber)

Baca artikel ini

Gigi Kuning? PeDe Aja, Lagi!

Pada catatan ini akan dijelaskan bahwa gigi sebenarnya tidak harus putih untuk menjadi “sehat” dan “kuat”. Karena pada dasarnya bukan warna gigi yang menentukan hal tersebut, tapi kualitas pembersihannya.

Tapi yang pertama perlu  diketahui, untuk orang Asia, warna gigi pada umumnya adalah “kuning”. Dengan tingkatan yangberbeda-beda.

Kalau kamu penasaran ingin mengetahui seberapa “kuning” warna gigi kamu, coba lakukan hal ini

Bercerminlah saat menyikat gigi. Setelah 30 detik pertama, buang sedikit busa yang ada. Kemudian, bercerminlah. Bandingkan “warna” gigi kamu dengan “warna” busa pasta gigi. Itulah warna kuning (asli) gigi kamu.

Warna kuning tidak selalu dari bawaan kamu. Tetapi ada hal-hal lain yang bisa menyebabkannya menjadi berwarna kekuningan.

Hal-hal tersebut , diantaranya:

1. Faktor Natural/ Alami

2. Faktor Kebiasaan Membersihkan Gigi dan Mulut

3. Faktor Makanan dan Minuman

4. Faktor Usia

5. Faktor Konsumsi Obat

6. Faktor Kebiasaan Buruk

Tetapi meskipun gigi kamu tidak putih, jangan minder.

Mahkota gigi yang berwarna kuning bisa lebih sehat daripada mahkota gigi yang berwarna sehat, bila dilakukan perawatan yang tepat

Yang penting adalah kamu tetap menjaga kesehatan gigi kamu dengan cara yang tepat.

[bctt tweet=”Menyikat gigi minimal 2 kali sehari atau lebih baik, 3 kali sehari dengan cara yang tepat bisa membantu tercapainya keadaan sehat tersebut.” username=””]

Salam hangat

sumber: internet
Baca artikel ini

Alternatif Pengobatan Jerawat : ODOL!

Odol yang selama ini kita pergunakan untuk menggosok gigi, ternyata memiliki khasiat lain yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Ternyata odol dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk jerawat!

Pasta gigi didaulat sebagai alternatif pengobatan jerawat karena beberapa hal.

Diantaranya disebutkan, karena pasta gigi dapat melarutkan minyak yang dikeluarkan kelenjar sebaseous, yaitu sebum, yang menjadi penyebab jerawat.

Untuk menentukan keabsahan pendapat ini, mari kita bahas secara lanjut.

Sebum sebenarnya adalah bahan alami pelembab kulit. Sebum dikeluarkan secara rutin oleh kelenjar sebasea. Masalah muncul ketika ada sel mati atau debu yang ngalangin keluarnya sebumSebum yang gagal keluar ini mengeras di kulit, disebut pimple (apa terjemahan Indonesianya ya?)

Penyebab kavitas atau lubang pada gigi adalah bakteri yang menempel pada plak yang menurunkan kemampuan regenerasi enamel. Odol mengandung alkohol dan biosid  yang bisa membunuh bakteri. Baik di mulut maupun di kulit. Alkohol melarutkan sebum yang tertahan tadi, dan biosid membersihkan sisa bakteri yang di’matikan’ alkohol tadi.

Tapi karena alkohol dan biosid bisa mengiritasi kulit dan menimbulkan gejala alergi, sangat disarankan untuk berhati-hati mencoba hal ini.

Penggunaan obat untuk jerawat yang telah teruji secara klinis, lebih direkomendasikan untuk pengobatan jerawat.

Pilihan akhir ada di tangan anda.

sumber: internet
Baca artikel ini

Membersihkan Plak Tanpa Ke Dokter Gigi

Hmm.. Lagi jalan-jalan di dunia maya, mencari informasi terhangat yang perlu dikumpukan untuk dibagikan kepada pemirsah, tiba-tiba tersangkut pada sebuah situs dari harian di pulau Kalimantan. Ternyata harian ini menyediakan sebuah forum konsultasi kesehatan gigi yang diasuh seorang dokter gigi.

Dokter Gigi Gaul seneng banget ngeliat hal ini. Ada alternatif untuk berbagi ilmu  tentang kedokteran gigi bagi yang membutuhkan. 😀

Tapi Dokter Gigi Gaul sedikit tergelitik membaca hasil Pertanyaan dan Jawaban yang ada di “kolom” tersebut.

Tanpa direkayasa, kecuali format tampilan dan identitas pribadi, agar lebih menyatu dengan blog ajaib ini dan etika sejawat serta pers, bisa disimak forum tanya jawab yang ada berikut ini: 

Bisakah Jigong Dibersihkan Sendiri Tanpa ke Dokter Gigi? 

Tanya:

Dok, bagaimana cara membersihkan plak gigi tanpa harus berobat ke Dokter? Apa saja yang harus dilakukan? Terimakasih.

Sxxxxx (Pria Lajang, 20 Tahun), xxxxx.xxxxxxx@gmail.com,Tinggi Badan 167 Cm dan Berat Badan 50 Kg

Jawaban:

Plak atau jigong (kotoran) yang sudah mengeras tidak bisa dibersihkan dengan pasta gigi biasa atau obat kumur. Tetapi plak yang sudah mengeras harus dibersihkan oleh dokter gigi dengan alat khusus (scaler) karena tingkat kekerasan plak yang sudah sangat menempel. Tapi proses itu tidak sakit, jadi Bapak tidak perlu khawatir atau takut untuk datang membersihkan gigi ke dokter gigi

?Lho?

Entah, apa perasaan Dokter Gigi Gaul aja, atau emang jawaban yang diberikan sedikit meleset dari harapan sang penanya. Yang doktergigigaul tangkap, si penanya berusaha nyari informasi “Apa yang harus dia lakukan untuk membersihkan plak gigi (tanpa harus berobat ke dokter)”, tapi kok jawabannya langsung mengenai scaling ya?

Membingungkan. 🙁

Tapi kalo doktergigigaul yang dokter gigi aja bingung, gimana nasib si penanya ya? 😡

Heu, maaf, bukan untuk mendiskreditkan sesuatu apapun, atau bahkan seseorang. Tetapi, sedikit membantu mengingatkan sejawat, untuk selalu bisa memberikan informasi yang singkat dan tepat guna kepada pasien.

 Sebab informasi yang rancu bisa menyebabkan 2 hal:

  • Pasien kehilangan “hak”nya untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan, khususnya gigi dan mulut.
  • Dokter gigi melupakan “kewajiban” untuk membuat ilmu yang dia miliki supaya dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Plak, selama belum mengeras, masih bisa dibersihkan, dan memang tidak harus berobat ke dokter gigi. Menyikat gigi secara teratur dan tepat, bisa menjadi salah satu cara membersihkan plak. Bahkan plak bisa dibersihkan dengan mengerok gigi, menggunakan kuku.

Tidak ada istilah “plak yang mengeras”. Sisa makanan yang tertempel pada plak-lah yang menjadi “keras”. Coba cari dan baca artikel mengenai plak di situs ini melalui kotak pencarian untuk lebih jelasnya

Kalau ada yang merasa ter’dzalimi’, mohon maaf, Dokter Gigi Gaul sama sekali gak ada maksud begitu.

Kalau ada yang merasa ingin diomongin, karena artikel ini juga ngawur, bisa diskusi lewat kolom komentar. Mudah-mudahan bisa dilayani dengan senang hati, tanpa ada yang sakit hati 😀

Terima kasih..

 Salam hangat

Baca artikel ini

Bahan Tidak Aktif Odol Yang Perlu Diwaspadai!

Ternyata, hey ternyata, selain bahan aktif dalam pasta gigi yang telah diposting dalam artikel sebelumnya, ada bahan-bahan lain dalam pasta gigi yang perlu diketahui, untuk selanjutnya diwaspadai! Waspadalah, waspadalah!

Ada bahan-bahan tidak aktif dalam pasta gigi kamu yang mempunyai fungsinya masing-masing. Bahan-bahan tersebut antara lain: SLS, SLES, propylene glycol, pemanis, perasa buatan dan pewarna makanan.Bahan-bahan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pembersihan gigi kamu, dan dapat menimbulkan efek yang kurang baik..

Makanya, tidak begitu gencar di’promosi’kan oleh produsen odol.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahan-bahan ini terserap melalui membran mukosa tubuh. Padahal, bahan kimia -termasuk obat obatan- melalui membran mukosa seperti pipi dan dibawah lidah, mempunyai tingkat efektivitas penyerapan yang lebih tinggi.

Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai bahan tidak aktif yang ada di odol

Jadi, berhati-hatilah dalam pemilihan dan pemakaian pasta gigi kamu. Kuncinya, jangan berlebihan dalam menggunakan pasta gigi. Konsultasikan dengan dokter gigi kamu..

Salam hangat..

Baca artikel ini

Mengunyah 32 Kali?..Masih Kurang!

Selama ini, mungkin telah diketahui adanya paham atau ajaran, bahwa mengunyah makanan yang baik adalah selama 32 kali. Tapi, apa sebenarnya manfaat dari ‘pengunyahan 32 kali‘ tersebut?

‘Gerakan’ yang mengusung tema mengunyah selama 32 kali ini, pertama kali didengungkan oleh seorang yang bernama Horace Fletcher yang memiliki “kontrak-hidup” antara tahun 1849 sampai tahun 1919.

Tau gag, sekedar informasi aja, sebelum Horace mengeluarkan pahamnya, telah ada seseorang yang lebih dulu mengajarkan dunia, seputar pengunyahan.

Rasulullah, Nabi Muhammad SAW sudah mengajarkan kepada kita cara mengunyah [yang baik] lebih dari ratusan tahun yang silam.

Rasulullah akan mengunyah sebanyak 40 kali untuk membiarkan makanan itu betul-betul lumat agar perut kita senang memproses makanan itu

Kembali ke ‘pembahasan’ Horace tadi.

Ada kemungkinan dia mengetahui mengenai pengunyahan yang disarankan oleh Rasululah SAW tersebut.

     Kemudian, dia mempromosikan gerakan mengunyah 32 kali ini, semata-mata hanya berdasarkan fakta bahwa jumlah gigi tetap manusia adalah 32 buah. Dan Horace juga membuat motto untuk meyakinkan dunia agar mendukung pahamnya ini.

The world will castigate those who do not masticate – Horace Fletcher (1849-1919)

(Dunia akan menghukum siapa yang tidak mengunyah)

Jaka Sembung bawa gitar..Gak nyambung, jreeengng!

Apa hubungannya ‘hukuman dunia’ sama gak ngunyah? Maksudnya kita bakal dihukum kalo kita tidur gak sambil ngunyah? Ato kita dihukum pas lagi belajar gak sambil ngemil?

[Tapi ini semata-mata, cuma dugaan kasar doktergigigaul aja ya. Gak ada bukti tertulis yang bisa mendukung pendapat ini :D]

Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa mengunyah banyak bukan untuk menghindarkan hukuman dari dunia, tetapi untuk meringankan beban kerja lambung, agar tidak terlalu keras menghancurkan makanan yang masuk.

Dengan mengunyah lebih lama, maka ‘tekstur’ makanan akan menjadi lebih lembut.

Iyalah, nenek-nenek budek jalan mundur juga bakal tau, kalo tekstur makanan yang lebih lembut karena telah dikunyah lebih lama, akan lebih mudah dicerna dan diserap sarinya oleh lambung. Kerja lambung tidak akan terlalu berat, dan mencegah timbulnya ‘kerusakan’ pada lambung.

Widih.. Berarti, apa yang dicontohkan Rasulullah, terbukti benar adanya, beratus-ratus tahun kemudian secara keilmiahan!

Intinya ngunyah ‘banyak’ bertujuan menjadikan tekstur makanan selembut mungkin. Tapi jangan terlalu sedikit juga, kalee. Nanti dibilang orang pelit.

Gak nyambung juga, jreengng..

Kalaupun mau banyak, jangan ikutin yang 32 kali, tapi yang 40 kali aja ya. Selain, yang itu sumbernya terpercaya, tanggung kalo mo ngunyah banyaak, sekalian aja 40 kali sih 😀

Jangan lupa minum [secukupnya] juga. Air bisa semakin melembutkan tekstur makanan yang sudah lembut.

Tapi inget perbandingannya kan? 1/3 buat makanan, 1/3 buat minum, 1/3 buat napas.

Jangan lupa juga, nyikat gigi. Tapi yang ini, jangan sikat gigi secukupnya.

Sikat gigi sampai bersih, minimal 2 kali sehari

Mengunyah 32 Kali?..Masih Kurang! > sumber: internet
Baca artikel ini

Jangan Pake Kawat Gigi [Behel]!

Salah seorang kawan blogger, bloggaje, request minta pembahasan mengenai kawat gigi. Dokter Gigi Gaul sebenernya kurang paham, yang dimauin itu ngebahas soal perawatan kawat gigi secara keseluruhan atau soal kawat gigi cekat yang lebih populer dengan sebutan behel.

Tetapi, mengamati trend yang sedang berkembang di masyarakat mungkin yang dimaksud adalah behel. Nah, buat yang pengen tau juga, silahkan disimak bersama-sama.

Behel, kini sedang mengalami peralihan. Dari fungsinya yang sebagai sarana “perawatan” menjadi simbol status sosial.

Sehingga orang berlomba-lomba untuk memakaikan alat ini ke gigi mereka.

Simbol gaul.

Untuk mencegah hal yang kurang baik di kemudian hari, doktergigigaul , ngerasa perlu memberikan sedikit wejangan kepada para calon pemakai behel untuk alasan selain kesehatan.

Hal-hal berikut adalah alasan kenapa Dokter Gigi Gaul mengeluarkan larangan, Jangan Pakai Kawat Gigi!:

1. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi online.

Yang masang kawat gigi ni, paling jelek statusnya Tukang Gigi. Paling bagus, dokter gigi umum, tanpa basic pemasangan kawat gigi.

Bisa dipastikan kalo yang masang tukang gigi, hasilnya akan ancurr!

2. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi di Ahli Gigi

Ini versi offline-nya. Gak perlu diomongin lebih lanjut, pokoknya masang kawat gigi cuman ke Dokter Gigi [Gaul], titik!

3. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman buat gaya-gayaan

Hadeuh, jangan deh. Walaupun cuman gaya, tetep aja gigi kamu bergerak kalo udah dipasang si behel nih. Dan kalo gak terkontrol, nanti gigitan gigi atas dan bawah kamu bisa berubah, yang bisa berakibat, sakit pada sendi TMJ [sendi penghubung antara mulut atas dengan bawah yang ada di depan telinga].

Soalnya yang pasang buat gaya ini, rata-rata setelah kepasang gak akan kontrol lagi ke dokter giginya.

Lagipula hukumnya di Islam kan haram. Baca artikel ini.

4. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang murah.

Ada barang ada kualitas. Percaya deh.

Biasanya pilihan tergantung bahan yang digunakan. Ada orang yang alergi sama barang murah, terpaksa pake yang mahal. Ada yang pengen cepat, bahan yang dipake pun Bukan Bahan Biasa [BBB].

Apapun, selalu berkonsultasi sejelas-jelasnya sama Dokter gigi kamu. Ato mau sama Dokter Gigi Gaul juga boleh. 😀

5. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cari yang cepat masangnya.

Pemasangan kawat gigi melewati banyak sekali tahapan, perhitungan dan perawatan.

Semua harus dilakukan dengan hati-hati mengingat resiko yang ada, seperti disebutkan diatas.Jadi harus lama. Kalo ada yang cepet, bisa jadi resiko yang ada tidak diperhitungkan dengan seksama.

Jadi tanya ke Dokter Gigi kamu mengenai hal ini. Jangan ke Ahli Gigi kamu ya..

6. Kalo melakukan pemasangan kawat gigi cuman yang atas aja atau yang bawah aja.

Yang masang atas bawah buat gaya-gayaan aja di nomor 3 enggak boleh, apalagi yang cuman setengah.

Kawat gigi cekat sebaiknya dipasang atas dan bawah lengkap. Ini dimaksutkan untuk penyesuaian gigitan rahang atas dan rahang bawah yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebenernya masih banyak yang mau dibahas. Kalo ada yang mau ditanyakan lebih lanjut bisa via komen atau e-mail ke doktergigigaul@gmail.com aja.

Terimakasih atas perhatiannya.

Salam hangat

sumber: internet

Baca artikel ini

Susu Campur Permanen (Ugly Duckling Stage)

Secara umum gigi kita melalui 3 periode, yaitu Periode Gigi Susu, Periode Gigi Bercampur dan Periode Gigi Permanen.

Pada masa gigi bercampur (fasa transisi kedua) ada istilah “UGLY DUCKLING STAGE” yaitu keadaan dimana terdapat celah diantara gigi seri rahang atas, dikarenakan gigi seri (sentral dan lateral) lebih condong erupsi ke arah distal.

Periode Gigi Bercampur merupakan waktu yang tepat untuk dilakukan perawatan ortodontik interseptif, karena periode ini sangat menentukan susunan gigi geligi permanen.

Periode Gigi Bercampur merupakan waktu yang tepat untuk dilakukan perawatan ortodontik interseptif

Keadaan ini nampak kurang estetik, biasa terjadi pada anak usia 8-9 tahun.

Tetapi tidak usah khawatir karena celah gigi tersebut akan tertutup secara natural setelah gigi taring/kaninus erupsi. Ajaklah anak-anak sobat sehat ke doktergigi sedini mungkin untuk mencegah susunan gigi yg tidak teratur pada mereka dewasa nanti. .

Baca artikel ini

Selalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional offline untuk menangani masalah kesehatan yang sedang dialami. Jangan bertindak tidak sesuai saran tenaga kesehatan profesional hanya karena sesuatu informasi kesehatan yang dibaca di situs ini.

dokter gigi, blog dokter gigi, blog kesehatan gigi, blog kedokteran gigi, kedokteran gigi, kedokteran gigi mulut, buku kedokteran gigi, penyakit mulut, ilmu penyakit mulut,poster kesehatan gigi dan mulut, makalah kesehatan gigi dan mulut, leaflet kesehatan gigi dan mulut, kuesioner kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut,kesehatan mulut dan gigi,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut,manfaat menjaga kesehatan gigi dan mulut,materi kesehatan gigi dan mulut,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada anak,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,pentingnya kesehatan gigi dan mulut,pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut,pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut,menjaga kesehatan gigi dan mulut, materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, artikel tentang kesehatan gigi dan mulut, artikel kesehatan gigi dan mulut lansia,balai kesehatan gigi dan mulut makassar,booklet kesehatan gigi dan mulut,bpjs kesehatan gigi dan mulut,buku kesehatan gigi dan mulut,bulan kesehatan gigi dan mulut,buruknya kesehatan gigi dan mulut,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut lansia,cara menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,cerita kesehatan gigi dan mulut,contoh kesehatan gigi dan mulut,contoh makalah kesehatan gigi mulut,d3 kesehatan gigi dan mulut unair,data kesehatan gigi dan mulut menurut who,data kesehatan gigi dan mulut nasional,definisi kesehatan gigi dan mulut ebook download,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,definisi kesehatan gigi dan mulut menurut who,dinas kesehatan gigi dan mulut bandung,ebook kesehatan gigi dan mulut,edukasi kesehatan gigi dan mulut,epidemiologi kesehatan gigi dan mulut,esai kesehatan gigi dan mulut,evaluasi kesehatan gigi dan mulut,flipchart kesehatan gigi dan mulut,formulir kesehatan gigi dan mulut,forum kesehatan gigi dan mulut,fungsi kesehatan gigi dan mulut,gambar kesehatan gigi dan mulut,gambaran kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut,gangguan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,hari kesehatan gigi dan mulut,hari kesehatan gigi dan mulut dunia,hari kesehatan gigi dan mulut nasional,hari kesehatan gigi dan mulut sedunia,hubungan kesehatan gigi dan mulut dengan perilaku,ibu hamil dan kesehatan gigi mulut,indikator kesehatan gigi dan mulut masyarakat,indikator kesehatan gigi dan mulut menurut who,indikator kesehatan gigi dan mulut terbaru,indikator kesehatan gigi dan mulut who,indikator kesehatan gigi dan mulut yang terbaru,jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak,jurnal kesehatan gigi dan mulut anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut masyarakat,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,jurnal kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kader kesehatan gigi dan mulut,karangan kesehatan gigi dan mulut,kasus kesehatan gigi dan mulut,kebijakan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut,kegiatan kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan bau mulut,kesehatan gigi dan mulut,kesehatan gigi dan mulut adalah,kesehatan gigi dan mulut adalah menurut who,kesehatan gigi dan mulut adalah pdf,kesehatan gigi dan mulut anak,kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut anak di indonesia,kesehatan gigi dan mulut anak pdf,kesehatan gigi dan mulut anak powerpoint,kesehatan gigi dan mulut anak ppt,kesehatan gigi dan mulut anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut balita,kesehatan gigi dan mulut dalam pandangan islam,kesehatan gigi dan mulut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut di indonesia,kesehatan gigi dan mulut di indonesia pdf,kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut indonesia,kesehatan gigi dan mulut jurnal,kesehatan gigi dan mulut jurnal pdf,kesehatan gigi dan mulut lansia,kesehatan gigi dan mulut liputan6,kesehatan gigi dan mulut makalah,kesehatan gigi dan mulut masyarakat,kesehatan gigi dan mulut masyarakat indonesia,kesehatan gigi dan mulut menurut depkes ri,kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,kesehatan gigi dan mulut menurut who,kesehatan gigi dan mulut merupakan,kesehatan gigi dan mulut pada anak,kesehatan gigi dan mulut pada anak berkebutuhan khusus,kesehatan gigi dan mulut pada anak jurnal,kesehatan gigi dan mulut pada anak pdf,kesehatan gigi dan mulut pada anak sd,kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia dini,kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah,kesehatan gigi dan mulut pada balita,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia,kesehatan gigi dan mulut pada lansia pdf,kesehatan gigi dan mulut pada lansia ppt,kesehatan gigi dan mulut pada masa kehamilan,kesehatan gigi dan mulut pada penderita dm,kesehatan gigi dan mulut pada remaja,kesehatan gigi dan mulut pada usia lanjut,kesehatan gigi dan mulut pdf,kesehatan gigi dan mulut power point,kesehatan gigi dan mulut ppt,kesehatan gigi dan mulut remaja,kesehatan gigi dan mulut sangat penting,kesehatan gigi dan mulut secara umum,kesehatan gigi dan mulut untuk anak,kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,kesehatan gigi dan mulut youtube,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut,kesehatan gigi mulut anak,kesehatan gigi mulut ibu hamil,kesehatan gigi mulut pada ibu hamil,kesimpulan kesehatan gigi dan mulut,kliping kesehatan gigi dan mulut,kondisi kesehatan gigi dan mulut indonesia,konseling kesehatan gigi dan mulut,konsep kesehatan gigi dan mulut,konsultasi kesehatan gigi dan mulut,kontrol kesehatan gigi dan mulut,kti cara menjaga kesehatan gigi dan mulut balita,kti kesehatan gigi dan mulut,kti kesehatan gigi dan mulut pada anak,kuesioner kesehatan gigi dan mulut,laporan kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut,leaflet kesehatan gigi dan mulut anak,leaflet kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,lembaga kesehatan gigi dan mulut,lembaga kesehatan gigi dan mulut halim,lembaga kesehatan gigi dan mulut tni au,lp kesehatan gigi dan mulut,makalah kesehatan gigi dan mulut balita,makalah kesehatan gigi dan mulut lansia,makalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,makalah kesehatan gigi dan mulut pada lansia,makalah kesehatan gigi mulut,manfaat jeruk nipis untuk kesehatan gigi dan mulut,masalah kesehatan gigi dan mulut di indonesia,masalah kesehatan gigi dan mulut menurut who,masalah kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja,materi kesehatan gigi dan mulut dokter kecil,materi kesehatan gigi dan mulut untuk dokter kecil,materi kesehatan gigi mulut,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk lansia,materi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk masyarakat,menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anak dan ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa,nutrisi untuk kesehatan gigi dan mulut,panduan kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil,pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah,pelayanan kesehatan gigi dan mulut di rumah sakit,pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penelitian kesehatan gigi dan mulut,pengaruh kesehatan gigi dan mulut terhadap halitosis,pengaruh narkoba terhadap kesehatan gigi dan mulut,pengertian kesehatan gigi & mulut,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut para ahli,pengertian kesehatan gigi dan mulut menurut who,pengertian kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pengertian kesehatan gigi dan mulut secara umum,pengertian kesehatan gigi dan mulut terbaru,pengetahuan kesehatan gigi dan mulut adalah,pentingnya kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil pdf,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil ppt,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada lansia,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut remaja,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak sd,penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk ibu hamil,penyuluhan kesehatan gigi mulut,penyuluhan kesehatan gigi mulut ibu hamil,perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi bayi dan balita,ppt kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,profil kesehatan gigi dan mulut indonesia,program kesehatan gigi dan mulut masyarakat pdf,program kesehatan gigi mulut masyarakat,pusat kesehatan gigi dan mulut makassar,pusat pelayanan kesehatan gigi dan mulut bandung,referensi kesehatan gigi dan mulut,riskesdas kesehatan gigi dan mulut,rumah sakit kesehatan gigi dan mulut bandung,sap kesehatan gigi dan mulut,sap kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil,satpel kesehatan gigi dan mulut,seminar kesehatan gigi dan mulut,seputar kesehatan gigi dan mulut,skk kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut,skripsi kesehatan gigi dan mulut pada anak,slogan kesehatan gigi dan mulut,sop kesehatan gigi dan mulut,status kesehatan gigi dan mulut,survei kesehatan gigi dan mulut,target kesehatan gigi dan mulut,target nasional kesehatan gigi dan mulut,tentang kesehatan gigi dan mulut,teori kesehatan gigi dan mulut,tes kesehatan gigi dan mulut,tingkat kesehatan gigi dan mulut di indonesia,tips kesehatan gigi dan mulut,tips kesehatan gigi dan mulut bagi pengguna behel,tujuan kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut,upaya kesehatan gigi dan mulut di puskesmas,upaya kesehatan gigi dan mulut masyarakat,usaha kesehatan gigi dan mulut masyarakat desa,uu kesehatan gigi dan mulut,uu tentang kesehatan gigi dan mulut,video kesehatan gigi dan mulut,dental health,dental health education,dental health center,dental health centre daerah khusus ibukota jakarta,dental health journal,dental health education journal,dental health care,dental health promotion,dental health program,dental health articles,dental health poster,dental health book dental health assessment,dental health and heart disease,dental health and pregnancy,dental health and breastfeeding,dental health and wellness,dental health and hygiene,dental health brochures,dental health blog,dental health diet,dental health diabetes,dental public health definition,dental health education posters,dental health effects on body,dental health facts,dental health for kids,dental health for seniors,dental health for life,dental health for toddlers,dental health formula

Powered by WordPress. Designed by WooThemes